Fifin Sonata
Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGUATAN IKNB MELALUI AUDIT TATA KELOLA DAN MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI PADA USAHA START UP MENGGUNAKAN COBIT FRAMEWORK (STUDI KASUS : OTORITAS JASA KEUANGAN) Fifin Sonata
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 1 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.816 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i1.1272

Abstract

Perkembangan sektor usaha rintisan/startup berbasis teknologi informasi (TI) dari tahun ke tahun semakin meningkat pesat. Karena itu saatnya OJK membutuhkan metode khusus yang digunakan untuk audit tata kelola dan manajemen risiko TI bisnis startup untuk dapat mengevaluasi, memanajemen dan menjamin pesatnya teknologi informasi dalam usaha rintisan/startup menjadi lebih kondusif dan kredibel. Salah satu metode yang digunakan untuk melakukan audit tata kelola dan manajemen risiko TI adalah COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) Framework. COBIT framework berfungsi memberikan manajer, auditor, dan pengguna teknologi informasi dengan kumpulan umum tindakan, indikator, proses dan praktik terbaik untuk membantu usaha startup dalam memaksimalkankeuntungan yang diperoleh melalui penggunaan teknologi informasi dan berkembang sesuai IT Governance dan kontrol dalam sebuah perusahaan startup. COBIT yang diterapkan terhadap audit tata kelola teknologi informasi dan managemen risiko memberikan kebaruan bagi OJK dimana sebelumnya belum ada framework untuk startup yang dapat menunjang kerja audit tata kelola teknologi informasi beserta management risikonya. Dan yang dilakukan OJK masih sebatas audit managemen risiko pada intansi keuangan dan perbankan saja. Pada penelitian ini menggunakan model kuisioner terhadap 22 perusahaan startup dibawah naungan OJK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa domain PO (Planning & Organizing), AI (Acquisition & Implementation), DS (Delivery & Support), dan ME (Monitoring and Evaluated) yang digunakan dalam COBIT terhadap 28 perusahaan berada pada level 2, yang artinya bahwa perusahaan telah memiliki pola yang berulangkali dilakukan dalam melakukan manajemen aktivitas terkait dengan tata kelola teknologi informasi, namun keberadaannya belum terdefinisi secara baik dan formal sehingga masih terjadi ketidakkonsistenan. Penelitian ini mempunyai dampak positif bagi OJK dan pelaku bisnis rintisan/startup. Selain itu, standar COBIT ini juga dapat memberikan masukan dan solusi bagi OJK untuk perbaikan pengelolaan TI di masa yang akan datang. 
ANALISIS STUDI KELAYAKAN PELAYANAN E-COMMERCE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Fifin Sonata
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 2 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.24 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i2.1615

Abstract

Sebagai bagian dari aktivitas bisnis e-commerce, jual-beli online pun semakin marak dilakukan. Tidak perlu keluar rumah dan menghadapai macetnya jalan jika ingin membeli suatu barang. Tetapi walaupun demikian rasa kepercayaan konsumen masih menjadi kendala untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli online mengingat tidak langsung bertemu dengan penjual. Konsumen masih takut akan penipuan dan hal kriminal lainnya yang mungkin terjadi. Situs e-commerce pun banyak ditawarkan dengan tampilan dan pola yang bisa meyakinkan konsumen. Dari latar belakang tersebut maka pada penelitian ini dibuat analisa studi kelayakan sebuah e-commerce dalam melakukan pelayanan kepada konsumen. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah salah satu metode sistem pendukung keputusan yang digunakan untuk mengolah dan menganalisa jenis e-commerce yang layak direkomendasikan untuk konsumen di Indonesia. Pada metode ini akan diolah 12 kriteria yaitu  Logo yang Jelas, Penawaran Khusus, Pengiriman Gratis, Berita Terbaru, Produk Popular, Merk Produk, Penempatan Shopping Cart dan Login, Pembayaran Sistem Icon, Sosial Media Link, Nomor telefon dan Chating Online, Toko Finder, Trusmark dan 11 alternatif jenis e-commerce yaitu Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Zalora, Hijup, JD.id, Elevenia, Bhinneka, Qoo10 Indonesia. Pengolahan data dengan menggunakan metode AHP dilakukan dengan 3 prinsip yaitu  Prinsip Penyusunan Hirarki, Prinsip Penetapan Prioritas, Prinsip Konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis e-commerce yang bisa direkomendasikan untuk masyarakat sebagai konsumen jula beli online dari urutan tertinggi sampai dengan terandah adalah Lazada  = 0,114, Tokopedia = 0,099, Shopee = 0,086, Bukalapak = 0,060, Blibli = 0,058, , Zalora = 0,040, Hijup = 0,038, JD.id = 0,029, Elevenia = 0,021, Bhinneka = 0,016 dan Qoo10 Indonesia = 0,009. Sedangkan hasil penelitian ini untuk nilai Consistensi Ratio (CR) didapatkan - 0,018 atu -0,2%. Ini berarti bahwa CR optimal dan analisis AHP ampuh dalam proses pengambilan keputusan.
Pemanfaatan UML (Unified Modeling Language) Dalam Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Jenis Customer-To-Customer Fifin Sonata
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 1 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.824 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v8i1.1832

Abstract

Persaingan bisnis e-commerce semakin ketat.Terdapat beberapa jenis e-commerce yang sering dijumpai. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah jenis C2C (Customer-to-Customer). E-commerce jenis ini memfasilitasi transaksi langsung antara pembeli dan penjual. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model C2C dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language). Kebaruan dari pemodelan C2C dengan menggunakan UML terletak pada karakteristik UML yang memungkinkan identifikasi terhadap objek mana saja yang memengaruhi sistem. Pemodelan C2C  dengan menggunakan UML dapat memberikan manfaat kepada customer e-commerce yang masih awam terhadap transaksi C2C dan kepada penjualnya. Penelitian ini menghasilkan bentuk rancangan pemodelan menggunakan UML yang  memungkinkan setiap objek terlihat jelas dan mudah dimengerti.