Sri Devi Syamsuddin
STIKes Kurnia Jaya Persada

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Voice Of Midwifery

PENGARUH WAKTU PENJEPITAN TALI PUSAT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN BILIRUBIN BAYI BARU LAHIR Sri Devi Syamsuddin; Ira Jayanti
Voice of Midwifery Vol 9 No 2 (2019): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v9i2.113

Abstract

Latar belakang : Masa setelah bayi lahir, terjadilah peralihan peran oksigenasi dari plasenta ke paru bayi. Selama masa tersebut, oksigenasi bayi melalui plasenta masih berlanjut. Jika peran oksigenasi plasenta dihentikan mendadak (penjepitan dini), sementara paru belum berfungsi optimal, maka cerebral blood flow menjadi tidak adekuat. Tujuan : untuk membuktikan lebih lanjut dari penelitian sebelumnya yaitu adanya pengaruh waktu penjepitan tali pusat setelah bayi lahir terhadap kadar hemoglobin (Hb) dan Bilirubin bayi. Metode : cross sectional, menganalisis pengaruh waktu penjepitan tali pusat ≥ 2 menit (penjepitan tunda) setelah bayi lahir terhadap kadar Hb dan Bilirubin bayi dibandingkan dengan < 2 menit (penjepitan segera). Tahapan pertama (1) pemantauan persalinan dan intervensi penundaan pemotongan tali pusat, (2) perbandingan dilakukan pemotongan tali pusat segera, (3) pengambilan sampel darah bayi baru lahir melalui arteri brachialis. Kedua, analisis darah bayi di laboratorium tingkat keakuratan 99,99%. Hasil : uji regresi linier, menunjukkan pengaruh waktu penjepitan tali pusat dengan kadar Hb dan bilirubin bayi menunjukkan pengaruh yang kuat (r=0,905). Simpulan : ada pengaruh waktu penjepitan tali pusat terhadap kadar Hemoglobin bayi tetapi tidak untuk kadar bilirubin bayi baru lahir. Kata Kunci : Waktu penjepitan tali pusat, Hemoglobin, bilirubin, bayi baru lahir.
HUBUNGAN RIWAYAT BBLR TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BAYI DAN BALITA SRI DEVI Syamsuddin
Voice of Midwifery Vol 11 No 1 (2021): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v11i1.150

Abstract

Stunting adalah keadaan gizi buruk yang berdasarkan fisik terlihat pendek dari seusianya. Hal tersebut dapat memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bayi dan balita. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan riwayat BBLR terhadap kejadian stunting pada bayi dan balita di Puskesmas Kabupaten Luwu. Desain dan jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan observasional analitik dengan jenis data kuantitatif serta dari data sekunder. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 97 dengan teknik sampling sistematis dengan data yang dikumpulkan berupa data sekunder dari Puskesmas Lamasi dan Puskesmas Lamasi Timur. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 20 didapatkan hasil bahwa riwayat BBLR memiliki hubungan terhadap kejadian stunting dengan diperoleh hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,001 lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan riwayat BBLR terhadap kejadian stunting pada bayi dan balita. Saran dari peneliti adalah masyarakat seyogyanya memperhatikan keadaan tumbuh kembang bayi atau balitanya dengan menjaga asupan gizi, kebersihan lingkungan, dan menambah wawasan. Keywords : BBLR, Stunting, Bayi dan Balita