Kualitas hidup lansia adalah kondisi fungsional yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan psikologis dan kondisi lingkungan, dipengaruhi oleh tingkat kemandirian, kondisi fisik dan psikologis, aktifitas sosial, interaksi sosial dan fungsi keluarga. Lansia umumnya mengalami keterbatasan, sehingga kualitas hidup pada lansia mengalami penurunan. Adanya penyakit kronis menyebabkan gangguan fungsi fisiologis sehingga dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan lingkungannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara fungsi perawatan keluarga dengan kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis di Puskesmas Bara Permai Kota Palopo. Penelitian ini berjenis kuantitatif menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia yang datang berobat di Puskesmas Bara Permai. Pengambilan sampling menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 orang yang merupakan lansia yang datang berobat sejak bulan Agustus-September 2018.Fungsi perawatan keluarga diukur dengan menggunakan instrumen AFGAR dan Kualitas hidup lansia diukur dengan menggunakan instrumen WHOQOL-BREF. Hasil uji statistik dengan chi-square test menunjukkan nilai p=0.003, karena nilai p < α=0.05, artinya terdapat hubungan antara fungsi perawatan keluarga dengan kualitas hidup lansia yang menderita penyakit kronis. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sehat fungsi perawatan keluarga, maka semakin baik pula kualitas hidup lansia dan sebaliknya. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan dalam pemberian asuhan keperawatan kepada lansia dengan melibatkan anggota keluarga sehingga kualitas hidup lansia dapat menjadi lebih baik.