B. Siswanto
Center for Technology of Accelerator and Material Process, National Nuclear Energy Agency, Jl. Babarsari P.O. Box 6101 Ykbb, Yogyakarta 55281, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Subpasase dan Starvasi Serum Fibroblas sebagai donor Nukleus pada keberhasilan perkembangan sel rekonstruksi (Suatu upaya peningkatan efisiensi transfer Nukleus sel somatik dengan teknik IDNI) SISWANTO, B.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 31, No. 3, July 2007
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.363 KB)

Abstract

Tujuan: Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh subpasase dan starvasi serum fibroblas sebagai donor nukleus pada keberhasilan perkembangan sel rekonstruksi. Rancangan/rumusan data: Eksperimen laboratorium. Sel donor yang digunakan adalah fibroblas fetus kambing. Sitoplasma resipien yang digunakan adalah oosit kambing yang dilakukan maturasi in vitro pada tahap metafase II (M-II) yang telah dilakukan enukleasi (Oosit enukleasi). Bahan dan cara kerja: Dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pendahuluan dan tahap eksperimen. Tahap pendahuluan adalah optimalisasi prosedur TNS teknik IDNI. Tahap eksperimen terdiri dua tahap. Tahap I: Studi pengaruh subpasase (sel donor A) dan kultur starvasi serum (sel donor B) terhadap derajat apoptosis sel donor. Tahap II: Studi pengaruh derajat apoptosis sel donor terhadap perkembangan sel rekonstruksi hasil transfer nukleus sel somatik dengan teknik IDNI. Penelitian tahap pendahuluan menunjukkan bahwa teknik IDNI dapat digunakan sebagai metode TNS, melalui integritas sel rekonstruksi, yaitu sitoplasma yang diaspirasi sebanyak 10-25%, tidak ada lisis dan degenerasi. TNS menggunakan sel donor subpasase, dari 72 sel rekonstruksi yang dilakukan aktivasi terjadi 12 (16,67%) pembelahan dan menggunakan sel donor starvasi serum, dari 68 sel rekonstruksi yang dilakukan aktivasi terjadi 7 (10,29%) pembelahan. Hasil: Penelitian tahap I menunjukkan bahwa subpasase 3 mempunyai persentase sel hidup yang masih baik (79,55% ± 1,72), apoptosis dini 24,00% ± 6,08 dan apoptosis lanjut 11,67% ± 2,08. Kultur starvasi serum dari subpasase 3 pada hari ke 3 mempunyai persentase sel hidup yang masih baik (56,1% ± 5,94), mengalami proses apoptosis dini 41,67 ± 2,08 dan apoptosis lanjut 42,33% ± 7,57. Analisis statistik menunjukkan bahwa sistem kultur (subpasase dan starvasi serum) mempunyai asosiasi kuat dengan hidup, apoptosis dini dan apoptosis lanjut dari sel donor. Penelitian tahap II menunjukkan bahwa dari 125 sel rekonstruksi menggunakan nukleus donor sel donor A terjadi pembelahan sel sebanyak 19 (15,2%) dan terjadi pertumbuhan 4-8 sel dan morula masingmasing ada 3 (0,8%). Dari 118 sel rekonstruksi menggunakan nukleus donor sel donor B terjadi pembelahan sel sebanyak 15 (12,7%), terjadi pertumbuhan 4-8 sel sebanyak 7 (5,93%) dan tidak ada yang mencapai morula. Analisis statistik menunjukkan bahwa derajat apoptosis sel donor (hidup, apoptosis dini dan apoptosis lanjut) mempunyai asosiasi kuat dengan perkembangan sel rekonstruksi. Kesimpulan: Viabilitas dan ukuran kecil (≤ 6 cm) dari sel donor meningkatkan keberhasilan perkembangan sel rekonstruksi. [Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-3: 155-73] Kata kunci: subpasase, starvasi serum, sel hidup, apoptosis, pembelahan, pertumbuhan