Tujuan: Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh subpasase dan
starvasi serum fibroblas sebagai donor nukleus pada keberhasilan perkembangan
sel rekonstruksi.
Rancangan/rumusan data: Eksperimen laboratorium. Sel donor
yang digunakan adalah fibroblas fetus kambing. Sitoplasma resipien
yang digunakan adalah oosit kambing yang dilakukan maturasi in vitro
pada tahap metafase II (M-II) yang telah dilakukan enukleasi (Oosit
enukleasi).
Bahan dan cara kerja: Dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pendahuluan
dan tahap eksperimen. Tahap pendahuluan adalah optimalisasi
prosedur TNS teknik IDNI. Tahap eksperimen terdiri dua tahap. Tahap
I: Studi pengaruh subpasase (sel donor A) dan kultur starvasi serum (sel
donor B) terhadap derajat apoptosis sel donor. Tahap II: Studi pengaruh
derajat apoptosis sel donor terhadap perkembangan sel rekonstruksi hasil
transfer nukleus sel somatik dengan teknik IDNI. Penelitian tahap
pendahuluan menunjukkan bahwa teknik IDNI dapat digunakan sebagai
metode TNS, melalui integritas sel rekonstruksi, yaitu sitoplasma yang
diaspirasi sebanyak 10-25%, tidak ada lisis dan degenerasi. TNS menggunakan
sel donor subpasase, dari 72 sel rekonstruksi yang dilakukan
aktivasi terjadi 12 (16,67%) pembelahan dan menggunakan sel donor
starvasi serum, dari 68 sel rekonstruksi yang dilakukan aktivasi terjadi
7 (10,29%) pembelahan.
Hasil: Penelitian tahap I menunjukkan bahwa subpasase 3 mempunyai
persentase sel hidup yang masih baik (79,55% ± 1,72), apoptosis
dini 24,00% ± 6,08 dan apoptosis lanjut 11,67% ± 2,08. Kultur starvasi
serum dari subpasase 3 pada hari ke 3 mempunyai persentase sel hidup
yang masih baik (56,1% ± 5,94), mengalami proses apoptosis dini 41,67
± 2,08 dan apoptosis lanjut 42,33% ± 7,57. Analisis statistik menunjukkan
bahwa sistem kultur (subpasase dan starvasi serum) mempunyai
asosiasi kuat dengan hidup, apoptosis dini dan apoptosis lanjut dari sel
donor. Penelitian tahap II menunjukkan bahwa dari 125 sel rekonstruksi
menggunakan nukleus donor sel donor A terjadi pembelahan sel sebanyak
19 (15,2%) dan terjadi pertumbuhan 4-8 sel dan morula masingmasing
ada 3 (0,8%). Dari 118 sel rekonstruksi menggunakan nukleus
donor sel donor B terjadi pembelahan sel sebanyak 15 (12,7%), terjadi
pertumbuhan 4-8 sel sebanyak 7 (5,93%) dan tidak ada yang mencapai
morula. Analisis statistik menunjukkan bahwa derajat apoptosis sel donor
(hidup, apoptosis dini dan apoptosis lanjut) mempunyai asosiasi kuat
dengan perkembangan sel rekonstruksi.
Kesimpulan: Viabilitas dan ukuran kecil (⤠6 cm) dari sel donor meningkatkan
keberhasilan perkembangan sel rekonstruksi.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-3: 155-73]
Kata kunci: subpasase, starvasi serum, sel hidup, apoptosis, pembelahan,
pertumbuhan