Suryati Suryati
Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta 1, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Pandemi terhadap Perilaku Remaja Perokok Suryati Suryati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.063 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6466

Abstract

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung Negara) berukuran diameter sekitar 10 mm, berisi daun-daun tembakau yang telah diproses. Penelitian ini menggunakan metodologi survei, kuantitatif, dan studi literatur. Hasil penelitian digambarkan berdasarkan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis menggambarkan sampel yang diambil di 2(dua) lokasi sekolah menengah pertama dengan masing-masing jumlah sampel yaitu sebanyak 30 responden. Pembahasan dilakukan melalui interpretasi dan diskusi hasil penelitian, dengan hasil bahwa karakteristik remaja perokok yang berusia 12 hingga dan maksimal 16 tahun, terdapat sumber terpapar merokok paling banyak didapati dari anggota keluarga sendiri, tidak ditemukan adanya pengaruh karakteristik remaja perokok terhadap status Pandemi COVID-19 remaja perokok.
Pengaruh Pendampingan Pendidikan Kesehatan Terhadap Gaya Hidup Terkait Pencegahan Risiko Hipertensi Pada Remaja Di SMA Depok Suryati Suryati; Bara Miradwiyana; Uun Nurulhuda; Kamsatun Kamsatun
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.127 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9858

Abstract

Gaya hidup dalam penelitian ini ditujukan pada remaja merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan manusia, khususnya pada remaja yang memungkinkan berisiko hipertensi. Gaya hidup remaja akan mempengaruhi kejadian hipertensi antara lain mengkonsumsi garam berlebihan, mengkonsumsi alkohol, mengkonsumsi kopi/ kafein, kebiasaan merokok, kebiasaan kurang beraktifitas fisik dan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pendampingan pendidikan kesehatan terhadap gaya hidup terkait pencegahan risiko hipertensi pada remaja di SMA. Desain penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen, dengan tujuan melihat pengaruh model pendampingan melalui pelatihan dan dengan menggunakan modul dalam meningkatkan pengetahuan. Pemberian pelatihan dan modul pada responden untuk kelompok intervensi dan kelompok Kontrol dengan modul. Peneliti menggunakan pre test dan post test design with control group, Hasil penelitian Analisa karakteristik remaja adalah jenis kelamin didominasi perempuan pada kelompok non intervensi, laki-laki pada kelompok intervensi, status sosial ekonomi pada kelompok non intervensi dan kelompok intervensi sama sedang, riwayat hipertensi baik pada kelompok non intervensi dan kelompok intervensi tidak ada riwayat hipertensi dan risiko hipertensi baik pada kelompok non intervensi dan kelompok intervensi tidak ada risiko hipertensi. Pengetahuan responden diperoleh data p-value atau hasil signifikansi Ë‚ 0,05. Kesimpulan: terdapat hubungan bermakna antara karakteristik remaja dengan pengetahuan tentang tentang gaya hidup dimana perlakuan yang diberikan untuk kelompok non-intervensi hanya dibekali modul dan kelompok intervensi dibekali pendampingan pendidikan kesehatan dan modul sehingga terdapat hasil yang berbeda sehingga untuk merubah gaya hidup perlu dibekali pendampingan pendidikan kesehatan yang sama dengan kelompok intervensi sehingga ada perubahan gaya hidup setelah diberikan pendampingan pendidikan kesehatan. Saran: Untuk Sekolah sebagai sumber pengetahuan utama bagi remaja, dapat berkolaborasi dengan pihak Puskesmas untuk mengadakan penyuluhan kesehatan terkait hipertensi beserta pencegahannya dan gaya hidup sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi pengetahuan dan kesadaran terkait pencegahan hipertensi. Puskesmas dapat bekerjasama dengan sekolah dan posyandu dalam memberikan penyuluhan terkait hipertensi serta melakukan monitoring tekanan darah remaja secara teratur dan gaya hidup Remaja dapat menerapkan gaya hidup yang sehat terutama berkaitan dengan pencegahan risiko hipertensi seperti rutin berolahraga, beraktivitas fisik , mengkonsumsi sayur dan buah serta dapat lebih aktif dalam menghadiri kegiatan posyandu remaja dan rutin untuk melakukan pengecekan tekanan darah terutama bagi remaja yang memiliki riwayat hipertensi pada keluarga.