Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Memengaruhi Penggunaan Kontrasepsi Modern di Wilayah Perkotaan: Analisis SKAP 2019 Fajar Firdawati; Pujiyanto Pujiyanto; Mario Ekoriano
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.337 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7413

Abstract

Penggunaan kontrasepsi modern di wilayah perkotaan cenderung mengalami penurunan, disisi lain jumlah penduduk di wilayah perkotaan semakin meningkat, padahal di wilayah perkotaan cenderung lebih mudah memiliki akses terhadap informasi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan transportasi. Selain itu, tingkat pendidikan dan status ekonomi lebih tinggi dibanding wilayah perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penggunaan kontrasepsi modern di wilayah perkotaan dan faktor apa paling dominan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari data Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tahun 2019. Hasil penelitian, menunjukkan semakin tua umur, semakin tinggi tingkat pendidikan dan semakin tinggi tingkat kesejahteraan, maka penggunaan kontrasepsi modern diperkotaan semakin menurun. Disisi lain, penggunaan kontrasepsi modern diperkotaan lebih banyak pada PUS yang memiliki jumlah anak lebih dari 2, tidak ingin anak lagi, memiliki persepsi jumlah anak ideal 0-2, PUS yang memiliki pengetahuan 8 jenis metode kontrasepsi, mendapatkan informasi baik dari petugas dan institusi serta yang dikunjungi oleh petugas/kader kesehatan dalam 12 bulan terakhir. Variabel yang memiliki kecenderungan paling tinggi menggunakan kontrasepsi modern di perkotaan yaitu PUS dengan kelompok umur 15-19 tahun. Dalam upaya meningkatkan penggunaan kontrasepsi modern di wilayah perkotaan, pemerintah harus melakukan terobosan intervensi program yang efektif dan efisien, yang ditujukan terutama pada PUS dengan tingkat pendidikan dan kesejahteraan tinggi serta memperkuat intervensi pada kelompok sasaran yang memiliki kecenderungan penggunaan kontrasepsi modern yang lebih tinggi.
PENGARUH METODE ENHANCED RECOVERY AFTER CESAREAN SECTIO (ERACS) TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN PASCA SECTIO CESAREA Evarista Theofika; Pujiyanto Pujiyanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20485

Abstract

Persalinan dengan sectio cesarea meningkat dari tahun ke tahun. Penerapan metode Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) pada sectio cesarea atau ERACS diklaim dapat mempercepat proses pemulihan pasca operasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan metode operasi, umur dan riwayat persalinan terhadap tingkat kemandirian pasien pasca operasi sectio cesarea di RS Pondok Indah Puri Indah tahun 2022. Metode penelitian menggunakan studi cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien yang melahirkan secara Sectio cesarea pada tahun 2022. Hasil penelitian disimpulkan terdapat perbedaan bermakna tingkat kemandirian pasca operasi antara pasien yang menggunakan metode operasi ERACS (n=157,43) dan non ERACS (n=240,46; p value <0,05), namun tidak terdapat perbedaan bermakna tingkat kemandirian pasca operasi berdasarkan riwayat persalinan (p value = 0,89) dan kelompok umur (p value = 0,31). Metode ERACS berpengaruh terhadap tingkat kemandirian pasca operasi Sectio Cesarea.