Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BIDAN DALAM PENERAPAN PARTOGRAF Iis Iis
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.156

Abstract

Partograf dapat meningkatan mutu dan keteraturan pemantauan janin dan ibu selama persalinan serta dapat membantu menemukan adanya masalah pada janin atau ibu. Kepatuhan bidan dalam penerapan partograf adalah Kepatuhan prosedur yang dilakukan untuk membuat alat bantu pemantauan kemajuan persalinan dan untuk membuat keputusan klinik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan dalam penerapan partograf. Penelitian ini menggunakan Survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Batasan sampel dalam penelitian ini menggunakan kriteria inklusi yaitu bidan yang bekerja di Puskesmas PONED wilayah kabupaten sukabumi dan mau mengisi inform consent yaitu sebanyak 46 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Statistik Chi-Square (X2). Hasil penelitian sebagian besar bidan yang tidak patuh dalam penerapan partograf sebesar 54,3%. Setelah dilakukan Uji Bivariat maka diperoleh hasil bahwa variabel yang bermakna adalah untuk tingkat pengetahuan P-Value  0,021, untuk tingkat pendidikan P-Value  0,016 , untuk tingkat lama bekerja P-Value  0,021 dan untuk pelatihan  P-Value 0,004 dan OR = 7,917. Kata Kunci : Partograf, Bidan, Kepatuhan ABSTRACTPartographs can improve the quality and regularity of maternal and fetal monitoring during labor and can help find problems in the fetus or the mother. Compliance partograf midwife in the application of the compliance procedure is done to make the tools of monitoring the progress of labor and to make clinical decisions. The aim of this study was to determine the factors associated with adherence midwife in the application partograf. This study uses Analytical Survey with cross sectional approach. Population in this research is all that is in BEONC Bureau of Sukabumi district, sampling in this research use accidental sampling is a midwife who works at the health center PONED Sukabumi district, would fill informed consent and there at the time of the research conducted as many as 46 people. Methods of data collection using primary data using questionnaires. The analysis used in this research is the analysis of univariate and bivariate descriptive analysis using Chi-Square Test Statistics (x2). Results of the study most of the midwife who do not comply in the application of partograf 54.3%. After Test Bivariat the obtained results that the variables that are meaningful to the knowledge level of the P-Value 0.021, to the level of education P-Value 0.016, to the level of long working P-Value 0,021 and for training P-Value 0.004. Based on the research results in the application of partograf compliance midwife for 21 people (45,7%).Keywords: Partograph, midwives, compliance
HUBUNGAN KETERPAPARAN PORNOGRAFI MELALUI MEDIA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMK BIT BINA AULIA Iis Iis
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.126

Abstract

Perilaku seksual remaja akan mengakibatkan terjadinya seks bebas yaitu perilaku seksual yang tidak bertanggungjawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas dan memperdalam tentang  hubungan keterpaparan pornografi melalui media dengan perilaku seksual remaja di SMK BIT Bina Aulia Kabupaten Bogor Tahun 2014. Metode penelitian ini adalah Survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini diambil dari seluruh siswa SMK BIT Bina Aulia Kabupaten Bogor tahun 2014. Hasil penelitian didapatkan bahwa siswa memiliki  perilaku  seksual berat  39,1% dan  terdapat  hubungan yang signifikan  antara  keterpaparan pornografi melalui media, keterpaparan pornografi melalui handphone, keterpaparan pornografi melalui televisi dan keterpaparan pornografi melalui dvd/film (p<0,05) dengan perilaku seksual remaja.Variabel yang paling dominan  mempengaruhi  perilaku seksual adalah  keterpaparan pornografi melalui dvd/film dengan OR 2,716 artinya siswa yang  pernah  melihat pornografi melalui dvd/film  akan memiliki  perilaku  seksual berat 3 kali lebih besar  dibandingkan  dengan  siswa yang tidak pernah melihat pornografi melalui dvd/film setelah di kontrol oleh variabel  keterpaparan  pornografi  melalui  televisi  dan sikap orang tua.Disarankan  kepada Dinas Kesehatan/Puskesmas untuk lebih  mensosialisasikan  lagi  tentang kegiatan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) sehingga menjadi wadah bagi remaja berkonsultasi mengenaii masalah  kesehatan reproduksi. Kepada pihak sekolah diharapkan adanya kerjasama dengan orang tua siswa untuk lebih  memberikan pengawasan terkait dengan semakin meluasnya pornografi termasuk dalam pengawasan  terhadap pembelian kaset dvd/film.Kata kunci             : Remaja, Perilaku Seksual, Pornografi, Media  ABSTRACTAdolescent sexual behavior will result in free sex is irresponsible sexual behavior. The purpose of this studyis to clarify and deepen your relationship with the media exposure of pornography through the sexual behavior of teenagers in vocational BIT Bina Aulia Bogor Regency 2014. This research method is analytic survey with a cross-sectional approach. Sampling was not performed in this study were drawn from all students of SMK Bina BIT Aulia Bogor district in 2014.The results showed that students 39.1% weight of sexual behavior and there is a significant relationship between exposure to pornography through the media, exposure to pornography through mobile phones, pornography exposure through television and exposure to pornography through the dvd/movie (p 0.05) with adolescent sexual behavior. The most dominant variable affecting sexual behavior is exposure to pornography through the dvd/movie with OR 2,716 meaning that students who had seen pornography through the dvd/movie will have heavy sexual behavior 3 times greater than students who had never seen pornography via dvd/films after exposure variable controlled by pornography on television and the attitude of the parents.Meaning that students who had seen pornography through the dvd/movie will have heavy sexual behavior 3 times greater than students who had never seen pornography via dvd/films after exposure variable controlled by pornography on television and the attitude of the parents.To the school expected the cooperation with parents to provide supervision over related to the more widespread pornography included in the surveillance tapes to purchase dvd/movie.Keywords             : Adolescent, Sexual Behavior, Pornography, Media
GAMBARAN KEPATUHAN PELAKSANAAN CUCI TANGAN SEBAGAI TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA TENAGA MEDIS DI PUSKESMAS WATUBELAH KABUPATEN CIREBON Iis, Iis
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.783 KB)

Abstract

Cuci tangan merupakan salah satu langkah yang paling penting untuk mengurangipenularan mikroorganisme dan mencegah infeksi. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pelaksanaan cuci tangan sebagaitindakan pencegahan infeksi pada tenaga medis di Puskesmas Watu Belah.Penelitian ini menggunakan Desain Deskriptif. Teknik samplingnya adalah teknikaccidental sampling, sampel sebanyak 15 responden yaitu tenaga medis yangkebetulan ada selama dilakukan penelitian yang dilakukan pada bulan Juli tahun2009. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi(pengamatan). Hasil penelitian kepatuhan pelaksanaan cuci tangan sebagaitindakan pencegahan infeksi: Patuh 9 orang (60%) dan tidak patuh 6 orang (40%).Tentang pelaksanaan cuci tangan: Patuh 8 orang (53,3%) dan tidak patuh 7 orang(46,7%), tentang teknik cuci tangan: Patuh 5 orang (33,3%) dan tidak patuh 10orang (66,7%), tentang sarana cuci tangan: Patuh 13 orang (86,7%) dan tidakpatuh 2 orang (13,3%). Berdasarkan hasil penelitian maka kepatuhan pelaksanaancuci tangan sebagai tindakan pencegahan infeksi pada tenaga medis sebesar 9orang (60%) kepatuhannya masih dianggap rendah maka perlu ditekankan kembalitentang pentingnya pelaksanaan cuci tangan sebagai tindakan pencegahan infeksi.Kata Kunci : Kepatuhan, Cuci Tangan, Tenaga Medis.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS DI KELAS 3 SMK EKA PRASETYA KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2010 Iis, Iis
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.065 KB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terhadap sikap remaja tentang seks bebas di kelas 3 di SMK Eka Prasetya Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilakukan pada sampel yang berjumlah 75 siswa-siswi kelas 3 SMK Eka Prasetya Kabupaten Sukabumi dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi serta sikap remaja dalam seks bebas melalui penyebaran angket kuesioner. Penelitian ini memiliki maksud untuk menjelaskan dan mendeskripsikan pengetahuan dan sikap remaja di kelas 3 terhadap pengetahuan dalam kesehatan reproduksi remaja. Metoode penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian korelasional, yaitu menelaah keterkaitan antara satu faktor dengan faktor lain dengan dasar koefisien korelasi. Adapun hasilnya adalah gambaran tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja memiliki pengetahuan baik sebanyak 84%, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 16% dan 0% atau tidak ada remaja yang memiliki pengetahuan kurang terhadap sikap remaja mengenai seks bebas, remaja menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 84%, tidak setuju sebanyak 16% dan tidak ada remaja yang memiliki sikap setuju dan sangat setuju terhadap seks bebas. Dengan demikian terdapat pengaruh pengaruh pengetahuan remaja/ siswa tentang kesehatan reproduksi dalam masalah seks bebas. Kata Kunci : Pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap remaja
Hubungan Kehamilan Remaja dengan Kejadian Preeklamsia di Puskesmas Pabedilan Iis Iis; Ela Rohaeni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.323 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8608

Abstract

Kehamilan remaja adalah kondisi perempuan yang hamil ketika berusia dibawah 20 tahun. Komplikasi melahirkan dan kehamilan cenderung akan dialami ibu remaja yang berumur di bawah delapan belas tahun sehingga meningkatkan resiko mortalitas dan morbiditas terhadap mereka sendiri dan bayi yang dikandung dibandingkan ibu yang berusia lebih matang. Desain penelitian menggunakan desain analitik dan cross sectional rancangan penelitian. Dalam penelitian ini, populasi berjumlah 32 kasus. Kuesioner digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan metode yaitu uji statistik pearson chi square dengan SPSS. Hasil penelitian membuktikan ibu hamil yang berumur kurang dari 20 tahun mengalami preeklamsia dengan nilai signifikansi P Value = 0,00 maka didapatkan P<0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kehamilan remaja dengan terjadinya preeklamsia. Kesimpulan berdasarkan uraian di atas bahwa pre eklampsia mempunyai faktor risiko yaitu kehamilanremaja dengan nilai Asymp.Sig (2- Sided) menunjukan p=0.00 dalam hasil ini p<0,05