Fitriani Tri Rahayu
Dokter Umum di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Diagnostik Wanita Muda Korelasi Migrain dengan Lesi Iskemik dan Gambaran Eeg Epileptic Form Fitriani Tri Rahayu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.994 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7378

Abstract

Pendahuluan: Migrain merupakan nyeri kepala primer tersering dan berhubungan dengan stroke iskemik, lesi otak, kejang epilepsi dan risikonya meningkat pada wanita muda <45 tahun. Disini, kami menyajikan kasus migrain pada wanita muda tanpa aura dengan lesi iskemik dan gambaran EEG epilepticform pada wanita muda. Laporan Kasus: Wanita berusia 27 tahun dengan keluhan nyeri kepala kronis progresif, unilateral dan kadang bilateral, dari dahi, menjalar ke area mata serta oksipital dengan nilai VAS 9 dan tidak diikuti aura. Namun, dalam episode kali ini, rasa sakitnya menjadi sangat parah. Didapatkan adanya riwayat trauma kepala. Pemeriksaan menggunakan EEG dan MRI menunjukkan adanya gelombang III abnormal PLED (Periodic Lateralized Epileptiform Discarge) di parietotemporooksipital kiri dan infark lakunar akut ditemukan di ganglia basalis kanan dan kiri. Pemberian Depakote ER 2x250 mg menunjukkan perbaikan klinis. Diskusi: Migrain dan lesi iskemik sering dijumpai pada wanita muda <45 Tahun dengan mekanisme terkait hiperagregabilitas trombosit dan penurunan aliran darah otak. Peningkatan rangsangan seluler neokortikal adalah mekanisme utama untuk migrain dan kejang epilepsi. Nyeri kepala epilepsi iktal adalah nyeri kepala tunggal tanpa menunjukkan “gambaran spesifik”, onset detik – hari, EEG iktal epilepticform dan membaik setelah pemberian OAE (Obat Anti Epilepsi).
Efektivitas Penggunaan Neuromuskular Tapping terhadap Kecepatan Lari Tim Futsal Putri Kota Bekasi Fitriani Tri Rahayu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.581 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7014

Abstract

Pendahuluan: NMT (meuromuskular tapping) telah terbukti efektif untuk kasus cedera pergelangan angkel, kaki, tangan, dan rehabilitasi. Di bidang olahraga, NMT efektif digunakan karena mampu mengontrol pergerakan kaki. Salah satu olahraga yang membutuhkan kontrol pergerakan kaki adalah futsal, dengan komponen fisik utama yang paling dibutuhkan yakni kekuatan otot tungkai dan kecepatan lari. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penggunaan NMT terhadap kecepatan lari pada Tim Futsal Putri di Kota Bekasi. Metode: Penelitian dengan desain post-test control group yang melibatkan 30 anggota Tim Futsal Putri Kota Bekasi dan dibagi dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Subjek akan lari sejauh 100 meter menggunakan NMT pada kelompok perlakuan dan tanpa NMT pada kelompok kontrol kemudian diukur kecepatan lari masing-masing. Analisis statistik menggunakan uji homogenitas Levene’s dilanjutkan dengan uji T-Independent. Hasil: Uji Levene’s menunjukkan data penelitian adalah homogen (P=0.814; >0,05). Analisis statistik uji T-Independent membuktikan bahwa penggunaan NMT secara signifikan efektif meningkatkan kecepatan lari pada subjek (P=0.000; >0,05). Diskusi: Penggunaan NMT memberikan efek eksentrik, meningkatkan pemanjangan, kekuatan, dan mencegah kerusakan otot gastrocnemius saat aktivitas. Secara fisiologis NMT meningkatkan aliran limfatik, regenerasi jaringan, dan oksigenasi ke otot. NMT juga memberikan efek psikologi yang positif pada atlet. NMT efektif meningkatkan kecepatan lari Tim Futsal Putri Kota Bekasi.