This Author published in this journals
All Journal Jurnal Instrumentasi
Iwan Rohman Setiawan
Balai Pengembangan Instrumentasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SIMULASI PENGARUH PERUBAHAN LAJU ALIRAN AIR TERHADAP TINGGI MUKA AIR PADA SISTEM PENGENDALIAN TINGGI MUKA AIR MENGGUNAKAN KONTROLER PID STUDI KASUS: SIMULATOR UNTUK PENGUKURAN DAN PENGENDALIAN PROSES DI INDUSTRI DAN SCADA. Iwan Rohman Setiawan
Instrumentasi Vol 45, No 2 (2021)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/instrumentasi.v45i2.259

Abstract

Menyelidiki pengaruh perubahan laju aliran air terhadap tinggi muka air di dalam tangki, pada sistem pengendalian tinggi muka air di dalam tangki menggunakan kontroler PID-single loop dan sistem pengendalian bertingkat. Percobaan dilakukan  melalui simulasi menggunakan Simulink, dengan terlebih dahulu membuat pemodelan untuk setiap komponen yang digunakan pada simulator. Set point tinggi muka air di dalam tangki 0,3 m. Ketika tinggi muka air dalam keadaan steady, menaikan laju aliran air mulai dari 5x10-5 m3/detik sampai dengan 1x10-4 m3/detik. Selanjutnya menurunkan laju aliran mulai dari -6,6667x10-5 m3/detik sampai dengan -1,1667x10-4 m3/detik. Akibat kenaikan laju aliran air  pada sistem pengendalian tinggi muka air-sistem pengendalian bertingkat, tidak mempengaruhi tinggi muka air di dalam tangki. Sedangkan pada sistem pengendalian tinggi muka air di dalam tangki-single loop, mengakibatkan tinggi muka air mengalami kenaikan, walaupun tinggi muka air di dalam tangki kembali ke set point yaitu 0,3 m. Begitu juga ketika laju aliran yang menuju tangki diturunkan mulai dari 5x10-5 m3/detik sampai dengan -8,3333x10-4 m3/detik, tidak mempengaruhi tinggi muka air di dalam tangki pada sistem pengendalian-single loop dan sistem pengendalian bertingkat. Ketika laju aliran diturunkan mulai dari -1x10-4 m3/detik, maka tinggi muka air berkurang dan tidak dapat mencapai set point kembali.