Sri Sutanti
Politeknik Katolik Mangunwijaya Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Istri Tani Ternak melalui Pembuatan Produk Olahan Susu di Kelurahan Wates, Kota Semarang, Jawa Tengah Lucia Hermawati Rahayu; Ronny Windu Sudrajat; Sri Sutanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.339 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.1-7

Abstract

Susu merupakan bahan makanan dengan kandungan gizi yang lengkap, tetapi mudah mengalami kerusakan. Pengolahan susu menjadi produk olahan susu harus dilakukan guna menanggulangi kerusakan susu segar dan  memberi nilai tambah susu. Namun, masih banyak petani ternak yang belum mengolah susu yang tidak habis terjual karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan susu termasuk Kelompok Tani Ternak (KTT) di Kelurahan Wates, Semarang. Padahal, keterampilan membuat produk olahan susu, seperti kerupuk dan stik susu, dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Mitra kegiatan PKM ini adalah kelompok istri peternak sapi KTT Air Bening I dan KTT Air Bening II di Kelurahan Wates, Semarang. Kegiatan PKM yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan pembuatan kerupuk dan stik susu, praktek pengemasan, pendampingan dalam mengembangkan dan mengolah susu segar menjadi produk olahan susu, serta monitoring kegiatan. Hasil dari program PKM adalah peningkatan keterampilan mitra dalam memproduksi makanan olahan susu yang dapat dikembangkan sebagai usaha kecil untuk sumber penghasilan tambahan.Kata kunci: susu, kerupuk susu, stik susuAbstractMilk is an ingredient with a complete nutritional content, but is easily damaged. Processing milk into dairy product must be carried out in order to overcome the damage to fresh milk and gives added value to milk. However, there are still many livestock farmers who have not processed milk that has not been sold out due to limited knowledge and skills about milk processing including Kelompok Tani Ternak (KTT) who is a group of Livestock Farmer in Wates Village, Semarang. In fact, the skills to make dairy products, such as crackers and milk stick which are common Indonesian snacks, can be developed to increase farmer's income. Partners of PKM activities are groups of wives of cattle farmers from the KTT Clear Water Summit I and the KTT Air Bening II in Wates Sub-district, Semarang. PKM activities include counseling and training in making crackers and milk sticks, packaging practices, mentoring about developing and processing fresh milk into dairy products, and monitoring other activities. The outcome of the PKM program is the improvement of partner skills in producing dairy product that can be developed by small businesses for additional sources of income.
PEMBUATAN GELATIN TULANG KAKI AYAM BROILER DAN TULANG IKAN BANDENG MENGGUNAKAN EKSTRAKSI AUTOKLAF Sri Sutanti; Mikhael Santo
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 2, No 1 (2021): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.373 KB) | DOI: 10.56444/cjce.v2i1.1959

Abstract

AbstrakGelatin adalah produk hasil dari hidrolisis parsial kolagen kulit atau tulang hewan. Produk gelatin sering digunakan pada industri pangan dan farmasi, sebagai filler, emulsifier, pengikat, pengendap, dan pembentuk lapisan film tipis. Selama ini, pemenuhan kebutuhan gelatin dengan cara mengimpor negara lain. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pembuatan gelatin dari tulang kaki ayam broiler (TKAB) dan tulang ikan bandeng (TIB) dengan ekstraksi autoklaf.  Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, dengan variabel konsentrasi HCl yang ditambahkan (3%; 5%; 7%; 9%; 11%) dan waktu ekstraksi autoklaf (1; 1,5; 2; 2,5;3 jam). Dari hasil penelitian, adanya variabel konsentrasi HCl dan waktu ekstraksi autoklaf berpengaruh terhadap rendemen gelatin tulang kaki ayam broiler (GTKAB) dan gelatin tulang ikan bandeng (GTIB). Konsentrasi HCl terbaik perendaman 48 jam untuk TKAB sebesar 5%, dan TIB sebesar 3%. Waktu ekstraksi terbaik selama 3 jam, dengan rendemen GTKAB sebesar 14.07%, dan rendemen GTIB sebesar 25,05%. Sehingga dari hasil penelitian ini, pembaharuan metode ekstraksi menggunakan alat autoklaf dinilai efektif, karena menghasilkan rendemen GTKAB dan GTIB yang besar dengan waktu kontak yang relatif lebih singkat.