Pandemi Covid-19 telah menimbulkan ketidakstabilan di semua sektor perekonomian tidak terkecuali di sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi sektor terakhir yang sanggup bertahan (sector of the last resort) dalam goncangan apapun. Namun bukan berarti pandemi Covid-19 tidak memiliki efek pada kegiatan usahatani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor pertanian selama pandemi Covid-19 yang ditinjau dari aspek subsistem agribisnis mulai dari hulu hingga hilir. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan fenomena-fenomena yang terjadi pada sektor pertanian akibat dari corona virus. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar menyebabkan terjadinya pembatasan termasuk dalam hal distribusi saprodi untuk kegiatan pertanian dibagian hulu. Selain itu, pada bagian usahatani (subsistem onfarm) tetap harus dilakukan guna memenuhi kebutuhan pangan. Platform digital dan media online menjadi salah satu upaya efektif dalam pemasaran produk pertanian namun hanya bisa dinikmati oleh pelaku pertanian yang melek teknologi. Setiap stakeholder pendukung kegiatan usahatani harus selalu bersinergi guna mendukung terciptanya produk pertanian yang berkualitas dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Berbagai upaya diperlukan guna menjaga eksistensi kegiatan usahatani dan menjaga stabilitas ketahanan pangan di masa pandemi.Kata Kunci: Covid-19, pertanian, subsistem agribisnis