Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran VCT bermuatan cerita berdilema moral dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas IV SD Negeri 1 Kamasan.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan design Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Kamasan. Dipilih 2 kelas yang terdiri dari 78 siswa sebagai sampel. Sampel dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data yang dianalisis adalah hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa yang dikumpulkan melalui tes pilihan ganda/objektif yang terdiri dari 30 butir soal. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit=5,75 dan ttab (pada taraf signifikasi 5%)=2,000. Hal ini berarti Thitung> Ttabel, sehingga ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran VCT bermuatan cerita berdilema moral dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen sebesar 78,76 dan pada kelompok kontrol sebesar 70,99. Ini berarti hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa pada kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VCT bermuatan cerita berdilema moral berpengaruh positif terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas IV SD Negeri 1 Kamasan Klungkung tahun pelajaran 2012/2013 Kata Kunci: VCT,Cerita Berdilema moral, Hasil Belajar, dan Pendidikan Kewarganegaraan