Muhammad Nur Prabowo Setyabudi
Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP DAN MATRA KONSEPSI TOLERANSI DALAM PEMIKIRAN RAINER FORST Muhammad Nur Prabowo Setyabudi
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v3i3.24895

Abstract

Artikel ini mendiskusikan toleransi dalam konteks demokrasi dan tantangan multikulturalisme. Apakah toleransi terlalu lemah dan ditolak dalam demokrasi sebagaimana klaim umum pendukung multikultural? Ataukah konsepnya diterima hanya konsepsinya yang diperbaharui? Bagaimana relevansinya bagi agenda demokratisasi di Indonesia? Penulis berusaha menjawab pertanyaan tersebut menggunakan perspektif etika dan filsafat politik. Penulisan merujuk kepada sumber kepustakaan (bibliography research) dengan mengacu pada sumber primer pemikiran filsuf kontemporer Rainer Forst, yang menawarkan sebuah pendekatan kritis dan konseptual terhadap toleransi. Artikel ini mencakup tiga bagian: bagian pertama berusaha menjernihkan konsep toleransi dengan analisis konseptual terhadap toleransi. Konsep toleransi bersifat tunggal dan elementer, tetapi konsepsi atau interpretasi tentang toleransi itu dapat beragam sehingga mempengaruhi penerimaan terhadap toleransi. Bagian kedua meletakkan toleransi dalam konteks demokrasi multicultural yang memberi perhatian lebih pada kehadiran kelompok minoritas marginal dalam suatu komunitas. Penulis berargumen toleransi harus diterima sejauh dimaknai secara lebih mendalam setelah dibebaskan dari makna represif di dalamnya, dan menawarkan makna optimal yang lebih egaliter bahkan afirmatif. Bagian terakhir merupakan kontekstualisasi konsepsi toleransi sebagai “mutual-respect”dan “mutual-esteem” atau yang lebih progresif dari itu dalam konteks demokratisasi Indonesia, yang sedikit banyak mengacu pada hasil penelitian lapangan tentang dinamika pluralitas dan minoritas di PMB-LIPI tahun 2018. 
ESOTERISME, TOLERANSI DAN DINAMIKA KEAGAMAAN Muhammad Nur Prabowo Setyabudi
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v4i1.24897

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan dan menganalisis dinamika toleransi beragama di Indonesia dari perspektif esoterisme-eksoterisme. Permasalahnnya adalah bahwa kecenderungan moralitas masyarakat muslim, setidaknya berdasarkan beberapa fenomena yang tampak di beberapa daerah di Indonesia mutakhir, menunjukkan gejala meningkatnya pemahaman keagamaan dan praktik yang cenderung eksoteris. Beberapa peneliti mengidentifikasi hal ini sebagai titik balik sosio-keberagamaan kepada menguatnya konservatisme dan fundamentalisme agama: Conservative Turn. Gerakan dan pemikiran konservatif menekankan pada praktik dan pemahaman keagamaan yang eksoteris daripada esoteris. Dominasi keberagamaan eksoteris ini memiliki implikasi yang serius terhadap praktik toleransi dan keberagaman, khususnya terkait hubungan mayoritas-minoritas agama dalam Islam maupun non-Islam di Indonesia. Meskipun demikian, beberapa agensi muslim yang masih masih melirik pentingnya praktik esoterisme menawarkan harapan yang bagi gerakan perdamaian, atau semacam membawa titik balik kembali kepada semangat esoterisme. Hal ini memiliki setidaknya dua signifikansi atau pesan moral, pertama memberikan justifikasi bagi praktik toleransi yang lebih mendalam bagi konteks keberagamaan Indonesia saat ini, dan kedua, penguatan diskursus wacana toleransi dan perdamaian yang lebih serius setara dengan tantangan diversitas agama di Indonesia.