Ahmad Busroli
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan akhlak Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali dan relevansinya dengan pendidikan karakter di Indonesia Ahmad Busroli
Jurnal al-Thullab Vol 4, No 2 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v4i2.5583

Abstract

Ibn Miskawaih dikenal sebagai intelektual Muslim pertama di bidang filsafat moral. Ia dikenal sebagai sejarawan, filsuf, dokter, penyair, dan ahli bahasa. Seperti halnya Ibn Miskawaih, Imam al-Ghazali adalah orang yang mencintai sains, orang yang suka menemukan kebenaran. Imam al-Ghazali mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti ilmu agama, ilmu ushul, mantiq, retorika, logika, ilmu kalam, dan filsafat. Dengan kelebihannya yang dia buat, Imam Ghazali tidak puas, sampai dia menjadi seorang Sufi. Oleh karena itu, Pemikiran Ibn Miskawaih dan Imam al-Ghazali harus dikatakan sebagai tokoh Muslim multi-ilmiah. Dengan pengetahuan yang ia miliki, tidak ada keraguan bahwa pemikiran Ibn Miskawaih dan Imam al-Ghazali dapat memberikan perubahan dalam sains, terutama di bidang moralitas. Pemikiran agama, kritis, dan humanis Ibn Miskawaih dan Imam al-Ghazali menyatukan pemikiran abstrak dengan praktik yang sangat logis dan menunjukkan koherensi dan konsistensi bahwa itu dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan pendidikan moral, terutama dalam Pendidikan Karakter di Indonesia, terutama di era ini di mana manusia belum mampu mempertahankan nilai-nilai moral dalam aspek kehidupan dan terus mengalami dekadensi moral.