Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSLATION QUALITY OF EXPRESSIVE SPEECH ACT IN THE NOVEL ENTITLED BREAKING DOWN (AWAL YANG BARU) WRITTEN BY STEPHENIE MEYER Hari Nugraha
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 16, No 1 (2019): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v16i1.3919

Abstract

AbstractTranslation of speech acts is an interesting activity considering the process of understanding the message in it, must be related to the context (speech situation). Speech acts are one part of language that is defined as actions that contain utterances. This study was written with the aim of analyzing the speech acts used in the novel entitled "strike" and the quality of the translation based on accuracy, readability and acceptance. The stages of research, including descriptive qualitative research, are data collection, data analysis, klasificating data, quesionaring data, and making conclusions based on data without making data generalizations. From this research found, 159 speech data were classified into 19 types of expressive speech acts. From the research, it claims that the novel, especially ekspresife speech act has been translated well, and it has high qualities of trasnlation based on terms of accuracy, acceptance, and readability. Key word; translation quality, ekspresive speech act, breaking down
PENINGKATAN TATA KELOLA, FASILITAS DAN INFORMASI VISUAL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA POSYANDU Hari Nugraha; Agustine Dwianika; Desi Dwi Kristanto
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.2915

Abstract

Pencegahan stunting pada anak usia dini melalui fungsi Posyandu sebagai garda terdepan yang berfungsi untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, memperlihatkan masih terdapat banyak kendala dan keterbatasan, seperti tempat Posyandu yang tidak representatif, sarana pelayanan yang kurang memadai, informasi yang tidak tersedia dan informatif mengenai stunting. Salah satu Posyandu yang masih memilki keterbatasan tersebut, yaitu Posyandu Angrek 5 yang berlokasi di Gg. Saneng 52-42, Kampung Sawah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu peningkatan fasilitas Posyandu berupa penambahan fasilitas untuk pengukuran berat badan balita, pembuatan media informasi mengenai pencegahan dan penanganan stunting dan pelatihan untuk kader Posyandu. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui tahapan observasi yang bertujuan untuk melihat kondisi terkini di Posyandu terkait proses monitoring balita dan penanganan kasus stunting. Tahap berikutnya adalah analisa hasil observasi dan interview, dilanjutkan pengadaan fasilitas monitoring tumbuh kembang balita, pembuatan informasi visual terkait stunting. Tahap akhir kegiatan yaitu pelatihan tata kelola invetaris atau pembukuan sederhana operasional bulanan Posyandu. Pelaksanan kegiatan pengabdian masyarakat ini, telah mencapai hasil positif yang signifikan yaitu berupa peningkatan pemahaman orang tua balita melalui informasi visual tentang pentingnya pencegahan stunting, peningkatan fasilitas pada Posyandu yang menciptakan lingkungan nyaman dan kondusif untuk memberikan pelayanan pemantauan dan pemeriksaan tumbuh kembang balita.