Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Qurma (Qur’an Massive) Bidang Tahfidz dengan Metode Talaqqi di Madrasah Diniyyah Darussalam Kelurahan Tosaren Kota Kediri Siti Mahmudah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.491 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6740

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi oleh banyaknya lembaga-lembaga sekolah atau diniyyah yang mana program tahfidz dijadikan sebagai program unggulan atau sebagai branding lembaga tersebut untuk menarik minat siswa untuk masuk pada lembaga tersebut. Dalam hal ini Pemerintah Kota Kediri mengadakan program QURMA (Qur’an Massive) yang mana disetiap kelurahan diwakili satu lembaga yang menjadi tempat untuk pembelajaran. Qur’an Massive memiliki empat bidang pembelajaran, a. Bidang Tahfidz, b. Bidang Khat, c. Bidang Tilawah, d. Bidang Tarjim. Namun dalam penelitian ini penulis hanya menfokuskan penelitian di bidang Tahfidz. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat di ambil rumusan masalah sebagai berikut, bagaimana proses implementasi Qur’an Massive? Efektif kah program tersebut? Bagaimana solusinya apabila ada target capain yang belum tercapai. Dalam penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data penggunaan metode interview dan observasi. Sedangkan dalam menganalisis data penulis menggunakan tiga tahapan diantaranya, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Secara keseluruhan Proses implementasi Qur’an Massive di Kota Kediri berjalan dengan baik. Namun masih belum sempurna, terlihat dengan adanya beberapa problem-problem yang di hadapi. Kedua, Hasil yang telah di capai dari Program Qur’an Massive sudah bagus tetapi belum merata disetiap lemabaga dikarenakan tidak samanya metode yang digunakan. Dalam hal ini penulis memberikan solusi Metode Talaqqi untuk meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran Qur’an Massive di Madin Darussalam Kelurahan Tosaren Kota Kediri demi tarcapainya cita-cita Pemerintah Kota Kediri untuk membumikan Al-Qur’an di Kota Kediri.
Pelatihan Pengurusan Jenazah Secara Syar’i Bagi Muslimat NU Ranting Tosaren Kelurahan Tosaren Kota Kediri Siti Mahmudah; Siti Aminah; Anisa Nur Aini; Sina Ahyana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.928 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5989

Abstract

Hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Suatu kewajiban terhadap umat Islam yang mana bila telah dilakukan oleh beberapa orang maka gugur kewajiban individu untuk melakukan kewajiban ini dan apabila tidak ada yang mau melakukannya, maka akan berdosa semuanya. Tetapi, tidak semua orang mau dan mampu mengurus jenazah. Ini harus dilakukan oleh orang yang berpengalaman dan mempunyai ilmu, serta harus ikhlas dalam menjalankannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pengurusan jenazah secara syar’i bagi Muslimat NU Ranting Tosaren Kelurahan Tosaren Kota Kediri ini bertujuan agar masyarakat bisa dan mampu melakukan pengurusan jenazah, secara syar’i sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan memberikan materi melalui leaflet, power point dan juga diadakan praktek pengurusan jenazah dengan menggunakan phantom ataupun boneka, agar materi penyuluhan pengurusan jenazah semakin mudah untuk dipahami.
IMPLEMENTATION OF THE MOVEMENT TO STRENGTHEN RELIGIOUS OPEN-MINDEDNESS AT THE MINISTRY OF RELIGION OF KEDIRI CITY IN 2024 Siti Mahmudah; Siti Aminah; Eka Yuni Wulandari
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 3 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i3.3071

Abstract

Religious open-mindedness is the mindset, outlook, and conduct of religious individuals in carrying out their faith in a proper and appropriate manner—that is, without being radical or extremist. In order to practice religion in moderation, we need to be tolerant and nonviolent. Since Religious open-mindedness is under the Ministry of Religion's jurisdiction, all of the Ministries of The religion's organizational tools and human resources need to be fully aware of its objectives. The goal of this study is to determine how the Kediri City Ministry of Religion can execute the movement to improve Religious open-mindedness. The research methodology is descriptive and qualitative. methods for gathering data through documentation, observations, and interviews. According to research findings, the Ministry of Religion in Kediri City has successfully implemented the movement to strengthen Religious open-mindedness. Among the activities that have been carried out are the creation of Religious open-mindedness villages, religious workshops for the development of Religious open-mindedness villages, pioneer orientation activities for the movement to strengthen Religious open-mindedness, discussions on Religious open-mindedness, and the provision of operational assistance for the development of Religious open-mindedness villages. The Ministry of Religion's efforts still require improvement through cooperation from other parties in order for this moderation movement to reach the lower classes and residents of Kediri City as a whole.
Penguatan Nilai-nilai  Aswaja An Nahddliyah di Majlis Taklim Nurul Hidayah Kelurahan Tosaren Kota Kediri Siti Mahmudah; Naila Azahra
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/85qsjz83

Abstract

The strengthening of Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah values at the grassroots level is a vital strategy to counter ideological threats in the digital era. This community service program was conducted at Majlis Taklim Nurul Hidayah, Tosaren Subdistrict, Kediri City, whose members consist primarily of Muslimat women. The goal was to improve moderate religious understanding based on Aswaja through educational, participatory, and tradition-based Islamic approaches. The methods included interactive lectures, group discussions, book reading sessions, and practical religious rituals such as tahlil, shalawat, and istighotsah. The results showed a significant increase in participants' understanding of core Aswaja principles such as tawassuth (moderation), tasamuh (tolerance), tawazun (balance) and i’tidal (justice). The program also successfully fostered critical awareness among participants regarding misleading religious content circulating online. Key supporting factors included high participant enthusiasm, strong NU cultural roots, and support from local religious leaders. Nevertheless, challenges remain, including limited access to user-friendly Aswaja literature and the need for sustained mentoring. This activity affirms the potential of majlis taklim as centers of religious moderation at the community level. Similar programs are recommended to be replicated with sustainable support across sectors.