This Author published in this journals
All Journal Al-Hikmah
Al Fakhri Zakirman
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FATWA RIBA RAJA KUBU KEDELAPAN SYARIF SALEH IDRUS ALAYDRUS Al Fakhri Zakirman
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.143 KB) | DOI: 10.24260/al-hikmah.v12i2.1137

Abstract

ثروة من الثروات التي تمتلكها إندونيسيا هي المخطوطة، واحدة منها في كاليمانتان الغربية وهي مخطوطة نصيحة الزمان لشريف صالح العيدروس الأيدروس ملك الكوبو الثامن. تحدث شريف صالح العيدروس الأيدروس عن النصيحة وفتوى الربا. والملخص منه: أولاً: أكل المال والأرز أضعافا جزء من الربا. ثانياً: الربا حرام. ثالثاً: حرمته لا يقتصر على أفعال الربا بل يشمل غيره. رابعًا: نهى شريف صالح الربا ووضعه في الترتيب الأول. خامسًا: أخذ شريف صالح العيدروس الأيدروس هذا الكلام من كتاب سلم التوفيق للحبيب عبد الله بن حسين. ABSTRACT Salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia adalah naskah-naskah klasik. Salah satu naskah yang berhasil ditemukan di Kalimantan Barat adalah naskah Nasihat al-Zaman. Naskah ini ditulis oleh Syarif Saleh Idrus Alaydrus raja Kubu kedepalan. Di dalam naskah tersebut terdapat nasehat dan fatwa Syarif Saleh Idrus Alaydrus tentang riba. Dengan kesimpulan sebagai berikut: Pertama: membungakan uang dan padi masuk dalam kategori riba. Kedua: hukum riba adalah haram. Ketiga: aspek haramnya tidak terbatas pada perbuatan riba melainkan meliputi yang lainnya. Keempat: Syarif Saleh Idrus Alaydrus menempatkan nasehat ini pada urutan pertama. Kelima: Referensi dari Syarif Saleh Idrus Alaydrus adalah Kitab Sullamu al-Taufiq karangan Abdullah bin Husain. Kata kunci: naskah, riba, fatwa
HAK ASASI MANUSIA: INSTRUMEN FATWA KONTEMPORER Al Fakhri Zakirman
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v14i1.1739

Abstract

Human Rights (HAM) in recent decades is very much discussed, written, and disseminated. This is also a concern of researchers related to the correlation of human rights in the process of the birth of a fatwa. This research is a library research that uses materials in the form of books, journals and other documents. The researcher found that in the context of fatwas in contemporary fiqh, understanding the mufti of human rights as a whole would help in producing an appropriate fatwa. This is because Human Rights have a basis in the study of Islamic law, while the maqashid shari'ah is an important instrument in devoting the fatwa. The human rights are also inseparable in the considerations of contemporary fatwas. Hak Asasi Manusia (HAM) beberapa dekade ini sangat banyak diperbincangkan, ditulis, dan diseminarkan. Hal ini juga menjadi perhatian peneliti terkait korelasi HAM dalam proses lahirnya sebuah fatwa. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang menggunakan bahan-bahan berupa buku, jurnal dan dokumen lain. Peneliti menemukan bahwa dalam konteks fatwa pada fiqh kontemporer pemahaman mufti tentang HAM secara utuh akan membantu dalam menghasilkan fatwa yang tepat. Hal ini dikarenakan Hak Asasi Manusia memiliki basis pada kajian maqashid syariah. Sedangkan maqashid syari’ah adalah instrumen penting dalam berfatwa. Sehingga Hak Asasi Manusia juga tidak dapat dipisahkan dalam pertimbangan-pertimbangan fatwa kontemporer.