This Author published in this journals
All Journal Al-Hikmah
Zulkifli Abdillah
IAIN Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Maharaja Imam Kerajaan Sambas Haji Mohamad Basioeni Imran Tentang Kemunduran dan Perbedaan Pendapat Umat Islam Zulkifli Abdillah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v15i2.2130

Abstract

Dalam berbagai tulisan disebutkan bahwa Maharaja Imam Kerajaan Sambas Haji Mohamad Basioeni Imran adalah seorang pembaru Islam. Beberapa kajian telah dilakukan untuk menunjukkan hal tersebut seperti kajian terhadap pemikiran pendidikan, pemikiran fikih dan pemikiran tafsirnya. Namun beberapa kajian itu belum mampu menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana pembaruan yang digagas oleh Basioeni Imran. Tulisan ini berupaya menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana pemikiran pembaruan Islam Basioeni Imran. Kajian menggunakan metode sejarah dengan sumber-sumber primer karya Basioeni Imran ini berupaya menunjukkan latar belakang sosio-kultural dan pemikiran pembaruan yang digagas oleh Basioeni Imran. Menurut Basioeni Imran, faktor utama penyebab mundurnya umat Islam adalah perbedaan pendapat yang berubah menjadi perselisihan dan perpecahan umat. Termasuk penyebab perpecahan itu adalah sikap taklid dan anggapan bahwa pintu ijtihad sudah tertutup. Jalan keluar dari masalah tersebut adalah memberikan pemahaman dan membuka cakrawala berpikir umat bahwa perbedaan pendapat adalah kenicayaan yang terjadi sejak masa Rasulullah hingga pada masa lahirnya para ulama mujtahid atau para imam mazhab. Jika ulama dan umat dapat menerima perbedaan pendapat sebagai sebuah rahmat, maka upaya selanjutnya adalah membuka kembali peluang setiap orang yang memenuhi persyaratan untuk berijtihad. Dengan demikian akan terjadi dinamika dalam masyarakat, ilmu pengetahuan berkembang sebagaimana terjadi pada masa-masa keemasan Islam. 
ULAMA ANTARA OTORITAS KHARISMATIK DAN OTORITAS LEGAL-RASIONAL: Studi Kasus Ustaż Haji Muhammad Zaini Djalaluddin Zulkifli Abdillah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v8i1.73

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi sebuah fakta bahwa karakteritik ulama di Kalimantan Barat memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan ulama di Jawa.Sebagian besar ulama di Kalimantan Barat eksis di tengah umat bukan berdasarkan adanya jaringan intelektual dan kekerabatan yang berbasis pondok pesantren.Untuk menjelaskan mengapa ulama di Kalimantan Barat senantiasa eksis di tengah umatnya meskipun tidak memiliki jaringan tersebut, kajian ini menggunakan metode sejarah lisan model studi kasus melalui penelusuran biografi seorang tokoh ulama terkemuka, yaitu Ustaż Haji Muhammad Zaini Jalaluddin. Dengan menggunakan konsep otoritas kharismatik dan otoritas legal-rasional dari Max Weber, kajian ini menyimpulkan tiga hal. Pertama, sumber otoritas kharismatik ulama (dalam hal ini Ustaż Jalal) adalah geneologi, proses pendidikan (penguasaan ilmu pengetahuan keislaman) dan kualitas kepribadian yang kuat. Kedua, otoritas kharismatik menjadi modal untuk mendapatkan otoritas legal-rasional. Ketiga, ketika otoritas legal-rasional hilang dari diri seorang ulama maka ia akan tetap diterima seperti sediakala oleh umat selama otoritas kharismatik pada dirinya tetap terjaga.