Muh Gitosaroso
IAIN Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TAREKAT HAQ NAQSYABANDIYAH DI KALIMANTAN BARAT (Studi Kasus di Kecamatan Pontianak Timur) Muh Gitosaroso
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v7i1.54

Abstract

Tulisan ini merupakan upaya mengungkap tarekat Haq Naqsyabandiyah yang ada di Pontianak Timur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta metode deskriptif fenomenologi, kajian ini mencoba mengungkap dan mengurai fenomena yang terjadi di masyarakat yang notabenenya sebagai masyarakat tarekat. Salah satu ajaran tarekat adalah diyakini bahwa waktu luang seseorang itu sangatlah berharga dan bernilai serta tidak boleh dibiarkan berlalu sia-sia begitu saja. Waktu luang itu mestilah digunakan untuk melantunkan zikir kepada Allah Swt. Dalam tarekat Haq Naqsyabandiyah tidak memerlukan banyak berjaga malam dan lapar. Akan tetapi hendaklah mengambil jalan tengah dalam segala perkara beserta hati yang selalu hadir mengingat Allah, baik menyendiri maupun ketika sedang berkumpul dengan orang banyak, segala sikap dan pergaulan selalu menjadi cerminan seorang yang berakhlak mulia sehingga dipandang mampu memperbaiki kondisi umat dan bangsa sekarang ini. Keterangan: Artikel ini telah dicabut dari peredaran (dihapus dari daftar artikel terbitan) Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah IAIN Pontianak, atas permintaan penulis, terhitung sejak tanggal 7 Januari 2021.
Tariqa Haq Naqsyabandi As a System of Islamic Iman Building in Pontianak, West Kalimantan Muh Gitosaroso; Sulkhan Chakim; Muhammad Masruri
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 25 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v25i1.4162

Abstract

Tariqa (Eng.: Order; Tariqa) is known as an organization focusing only on spiritual development. That is why Tariqa adherents are often trapped in rituals sometimes distancing them from the outlined Islamic Iman. This study aims to determine the extent to which the Tariqa can become a system of Iman formation. This research was conducted in one of the largest Tariqas in Pontianak, the Tariqa Haq Naqsyabandi headquartered at Perum IV Pontianak City. Based on the results of the research using a qualitative approach with phenomenological type, it was found that: 1) The Tariqa Haq Naqsyabandi has been carrying out Iman (faith)-building since the beginning of the congregation's declaration (Bai’at) of joining this Tariqa; 2) Follow-up coaching is carried out at certain times, such as Tawajjuhan, Special Teaching, Level Ups, and Incidental Teaching. This study contributes to the understanding of how Tariqa Haq Naqsyabandi systematically builds the faith of its congregation, showing that the faith-building system is not only effective but also adaptable to different contexts.