Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERJANJIAN KERJA BERSAMA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN Situmorang, Ruben
LEX PRIVATUM Vol 1, No 1 (2013): Lex Privatum
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah tinjauan yuridis terhadap perjanjian kerja bersama (PKB) menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan bagaimanakah hak dan kewajiban pekerja/buruh dan pengusaha dalam pembuatan perjanjian kerja bersama (PKB) dalam perusahaan. Dengan metode penelitian hukum kepustakaan disimpulkan bahwa: 1. Perjanjian kerja  bersama  merupakan hasil antara pihak pengusaha dan pihak   pekerja   yang  diwakili  oleh  serikat  pekerja.  Perjanjian  kerja bersama  di dalam  Undang-Undang Nomor 13  Tahun 2003  tercantum dalam  pasal 116 sampai pasal 135,  yang mengatur tentang persyaratan yang  harus  di penuhi untuk pembuatan suatu perjanjian kerja bersama. 2. Hak dan Kewajiban Pekerja/Buruh dan Pengusaha dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama  dalam perusahaan sebagaimana diatur dalam Pasal 126  Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Kata kunci: perjanjian kerja bersama
ANALISIS DISTRIBUSI TEGANGAN BAUT PADA SAMBUNGAN BALOK - BALOK KAYU DENGAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA (ANSYS) Ruben Situmorang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.456 KB)

Abstract

Abstrak : Sambungan kayu merupakan titik kritis atau terlemah yang terdapat pada titik hubung atau elemen dari suatu bangunan struktural. Salah satu bentuk sambungan yang harus diperhitungkan dengan seksama adalah sambungan tarik. Hal ini dikarenakan pada ukuran penampang yang besar kekuatan sambungan tarik biasanya rendah sehingga sulit untuk mengimbangi besarnya kekuatan batang utamanya. Gaya yang diterima masingmasing baut dalam kelompok baut pada sambungan kayu yang menerima beban tidak sentris tidak sama hal ini terlihat dengan perbedaan deformasi yang terjadi pada masing-masing baut dan tegangan yang terjadi pada masing-masing baut juga berbeda-beda. Analisa kekuatan dilakukan dengan menngunakan rumusan-rumusan teoritis yang telah banyak tercantum pada buku-buku panduan mekanika struktur dan teknik. Untuk mengatasi hal tersebut dikembangkan berbagai macam metode analisa yang dapat mengatasi hal tersebut. Salah satu metode tersebut adalah metode elemen hingga. Metode elemen hingga (Ansys) adalah sebuah metode yang menggunakan pendekatan numerik untuk menganalisa sebuah struktur untuk mendapatkan solusi pendekatan dari suatu permasalahan. Dari hasil analisis peneliti mendapatkan beban yang bekerja pada sambungan sebesar 31700N. Hasil tegangan geser yang didapat dari hasil analisis manual didapat hasil sebesar  7,82 MPa, dan tegangan geser maksimum yang didapat dari metode elemen hingga (ansys) adalah sebesar 9,93MPa pada baut baris empat. Displacement maksimum yang terjadi sebesar 0,272mm pada baut baris 3(tiga).  Kata kunci: deformasi, Ansys, Displacement.