This study aims to see how the "Singkawang People" manages ethnic harmony by using the local wisdoms. This research uses descriptive method for the phenomenon of caring for the harmony of the pluralist society in the City of Singkawang. They succeeded in caring for the harmony of their communities by: 1) "Singkawang People" succeeded in caring for harmony because they were bound by identity; 2) The existence of a new idea about the model of caring for harmony, which was born through the social process of "Singkawang people" in Singkawang City, such as through social movements and peace as a line of struggle in caring for harmony; 3) "People of Singkawang" are capable and smart in reading the socio-geography of the City of Singkawang, so that Singkawang is designated as a homebase for managing ethnic diversity. This paper concludes that the success of the "Singkawang people" in managing harmony in the City of Singkawang stems from its ability to accommodate various local forces, both inherent to the "Singkawang people" and the local forces that exist in the City of Singkawang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana “Orang Singkawang” mengelola kerukunan etnis dengan menggunakan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif atas fenomena merawat kerukunan masyarakat pluralis di Kota Singkawang. Mereka berhasil merawat kerukunan masyarakatnya dengan cara: 1) “Orang Singkawang” berhasil merawat kerukunan karena diikat oleh identitas; 2) Adanya sebuah gagasan baru tentang model merawat kerukunan, yang lahir lewat proses sosial pada “orang Singkawang” di Kota Singkawang, seperti melalui gerakan sosial dan damai sebagai garis perjuangan dalam merawat kerukunan; 3) “Orang Singkawang” mampu dan cerdas dalam membaca sosio-geografi Kota Singkawang, sehingga Singkawang ditetapkan sebagai homebase pengelolaan keragaman etnis. Tulisan ini menyimpulkan bahwa keberhasilan “orang Singkawang” mengelola kerukunan di Kota Singkawang bersumber dari kemampuannya dalam mengakomodasi berbagai kekuatan lokal, baik yang melekat pada “orang Singkawang” maupun kekuatan lokal yang ada di Kota Singkawang.