Yoppy Kurniawan Situmorang
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kriminalisasi Kelalaian dalam Perbuatan Persiapan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia Situmorang, Yoppy Kurniawan
Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam Vol 5 No 01 (2019): Juni
Publisher : Prodi Hukum Pidana Islam Fakultas Syari?ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5757.466 KB) | DOI: 10.15642/aj.2019.4.01.78-107

Abstract

Adanya kekosongan hukum terkait ketentuan pidana tentang orang yang karena kelalaiannya melakukan perbuatan persiapan tindak pidana terorisme menimbulkan beberapa permasalahan, yakni apakah kelalaian dalam perbuatan persiapan pada tindak pidana terorisme dapat dipidana, Jika dapat dipidana maka bagaimana formulasi pengaturan kelalaian perbuatan persiapan dalam pencegahan tindak pidana terorisme di Indonesia.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan perbandingan. Dari hasil penelitian ini, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian, bahwa, 1) Kriminalisasi kelalaian dalam perbuatan persiapan terorisme tepat diperuntukkan terhadap delik yang menimbulkan bahaya dengan tujuan untuk menjatuhkan pidana sedini mungkin dan menghindari terjadi bahaya di masa depan. Akan tetapi, tentu saja tidak dengan alasan bahaya umum semata melainkan alasan berbahayanya perilaku yang melakukan persiapan terorisme yang terhubung dengan organisasi teroris meskipun dilakukan karena kelalaiannya. 2) Memperhatikan kebijakan hukum pidana yang ada saat ini serta melakukan perbandingan dengan Australia maka konsep perumusan pasal yang penulis tawarkan ialah: Setiap orang yang karena kelalaiannya memberikan atau mengikuti pelatihan militer, pelatihan pramiliter, atau pelatihan lain, yang terhubung dengan organisasi teroris baik di dalam negeri maupun luar negeri, baik secara langsung maupun tidak langsung dan sepatutnya mengetahui menyebabkan persiapan tindak pidana terorisme terjadi, dipidana dengan pidana penjara selama sepuluh tahun.
Kriminalisasi Kelalaian dalam Perbuatan Persiapan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia Situmorang, Yoppy Kurniawan
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 5 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.24 KB) | DOI: 10.15642/aj.2019.5.1.78-107

Abstract

The research topic follows the absence of law regarding criminal provisions over preparation for criminal terrorism seen as negligence. Based on the issue mentioned, this research is focused on whether conducts due to negligence are punishable by law and on the formulation of regulation over the negligence regarding the preparation to prevent criminal terrorism in Indonesia. This research employed normative legal method along with statute, conceptual, and comparative approaches, while the legal research comprised both primary and secondary materials, both of which were analysed with systematic, grammatical, teleological, and futuristic interpretation.The research learns that 1) conducts seen as negligence in criminal terrorism are still considered as threatening, thus early punishment should be delivered for early prevention. The threat that becomes concern is linked to the network of terrorist organisation although it only begins with negligence. 2) Looking at policy in criminal cases and comparing Indonesia and Australia, the author proposes the following content of Article: anyone who, due to negligence, joins pre-military and military training, or other forms of training linked to terrorist organisations both in the state and overseas, directly and indirectly, and is aware of the situation that his/her act is considered as part of preparation for terrorism, he/she is sentenced to ten-year imprisonment.