Mohammad Idhom
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 4.1 (Studi Kasus: Unit Pelaksana Teknis Telematika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur) Mohammad Idhom; Irwansyah Irwansyah; Ronggo Alit
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 1, No 2, August-2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.936 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v1i2.31

Abstract

Pengelolaan sumber daya manusia merupakan proses dan struktur hubungan yang mengendalikan dan mengarahkan suatu organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi dengan menambahkan nilai agar teknologi informasi dan prosesnya dapat diseimbangkan dengan risikonya. Diperlukan sebuah evaluasi sumber daya manusia dibidang teknologi informasi untuk mengetahui sejauh mana tingkatan pengelolaan terhadap sumber daya manusia di Unit Pelaksana Teknis Telematika saat ini. Sumber daya manusia dibidang teknologi informasi pada Unit Pelaksana Teknis Telematika membutuhkan pengembangan dan pengelolaan sesuai dengan harapan organisasi. Melihat terbatasnya sumber daya manusia di bidang teknologi informasi pada Unit Pelaksana Teknis Telematika sangat terbatas sehingga kegiatan operasional masih belum efektif dan memenuhi sasaran yang diharapkan. Melihat kondisi organisasi yang mengalami terbatas pada sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dilakukan evaluasi secara detail dengan menggunakan COBIT 4.1. Dalam melakukan evaluasi sumber daya manusia dengan menggunakan kerangka kerja COBIT yang berfokus pada Domain PO7 diharapkan dapat memberikan acuan dan perbaikan yang lebih efektif terhadap organisasi ke depannya.
Space-Time Modeling for Forecasting Large Red Chili Prices Based on Significant Parameter Selection Sandria Amelia Putri; Mohammad Idhom; Aviolla Terza Damaliana
bit-Tech Vol. 8 No. 2 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v8i2.3212

Abstract

FVolatile fluctuations in large red chili prices pose a persistent challenge to Indonesia’s food security and regional economic stability, as price shocks directly affect household purchasing power, inflation, and agricultural income. Addressing this issue requires a forecasting framework that captures both spatial interdependence among producing and consuming regions and temporal price dynamics. This study develops an advanced forecasting model for large red chili prices in East Java covering Malang Regency, Banyuwangi Regency, and Surabaya City using the Generalized Space-Time Autoregressive–Seemingly Unrelated Regression (GSTAR-SUR) method. The model integrates the Generalized Least Squares (GLS) approach to enhance parameter estimation efficiency under correlated residuals and applies a partial t-test–based parameter elimination procedure to retain only statistically significant predictors. Compared to traditional univariate time-series approaches such as ARIMA, GSTAR-SUR more effectively captures cross-regional price linkages and residual dependencies, yielding higher forecasting accuracy. The best-performing specification, GSTAR-SUR(3,1)-I(1) with a uniform spatial weighting matrix, achieved RMSE = 1426.73, MAPE = 3.29%, and R² = 0.8482, representing a substantial improvement in precision over conventional GSTAR and ARIMA models. Fourteen-day forecasts reveal region-specific dynamics: a mild downward trend in Malang, an initial rise followed by decline in Banyuwangi, and relative stability in Surabaya. These results demonstrate that the GSTAR-SUR framework can effectively model complex spatio-temporal dependencies in commodity markets and serves as a practical decision-support tool for policymakers in stabilizing food prices, improving distribution strategies, and strengthening agricultural market resilience across East Java.