Julpan Lesmana
POLTEKIP Jl.Raya Gandul Cinere Depok

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA BIMBINGAN SOSIAL CASE WORK BAGI ANAK TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN (Studi Kasus Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jambi) Julpan Lesmana
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.873 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2019.v4i2.157-164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dari Bimbingan sosial individu dan manfaat dari penerapan bimbingan sosial Individu serta apa saja hambatan – hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan Bimbingan sosial Individu di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jambi.Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif melalui pendekatan deskriptif.Subyek Penelitian adalah Anak didik Pemasyarakatan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jambi dengan menggunakan lima orang informan anak pidana Kasus Pemerkosaan.Penggalian data dilakukan menggunakan teknik wawancara,observasi dan Studi Kepustakaan.Analisis data dilakukan dengan mereduksi data,mendisplay data dan menarik kesimpulan.Hasil dari penelitian adalah Penerapan Bimbingan Sosial individu yang dilakukan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jambi adalah perwalian dan konsultasi dengan pekerja sosial dan Psikolog Lapas.Manfaat dari penerapan Bimbingan Sosial Individu adalah menumbuhkan rasa percaya diri dan harga diri anak didik Pemasyarakatan kasus pemerkosaan,mengurangi rasa cemas yang berkelanjutan,mengurangi angka pelarian dan gangguan keamanan dan ketertiban serta menurunkan angka residivis.Namun ternyata dalam proses pelaksanaan bimbingan sosial individu masih ada hambatan-hambatan yang menyertai yaitu jumlah wali yang masih kurang,kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari Anak Didik Pemasyarakatan terkait pentingnya bimbingan sosial individu,para anak didik pelaku masih sering menutup diri,kurangnya kemampuan profesional para wali/pekerja sosial serta belum adanya buku catatan proses perkembangan anak.