Imaduddin Imaduddin
INI Dalwa Bangil Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan dalam Proses Pembelajaran Perspektif Imam al-Ghazali: Kajian Kitab Ayyuhā al-Walad fī Nasīhati al-Muta‘allimīn wa Maw‘izatihim Liya’lamū wa Yumayyizū ‘Ilman Nāfi‘an min Gayrihi Imaduddin Imaduddin
Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imam al-Ghazali mengatakan, tanda-tanda bahwa Allah meninggalkan hambanya adalah apabila ia berbuat sesuatu yang tidak berguna. Dan barang siapa yang menghabiskan umurnya tanpa dipergunakan untuk beribadah kepada Allah, maka pantaslah ia mengalami kesedihan yang lama. Serta barang siapa yang umurnya lebih dari empat puluh tahun tahun sedangkan amal kejelekannya lebih besar dari amal kebaikannya, maka orang tersebut bersiap-siaplah menuju neraka. Dan, parahnya lagi, manusia yang paling menderita siksaan Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang pintar namun ilmunya tidak bermanfaat. Begitu pentingnya pendekatan dalam pembelajaran, agar seseorang berhasil dalam proses pembelajar serta ilmu yang dimiliki tidak sia-sia dan bisa berguna serta bermanfaat baik untuk dirinya dan juga untuk orang lain.
Pendekatan dalam Proses Pembelajaran Perspektif Imam al-Ghazali: Kajian Kitab Ayyuhā al-Walad fī Nasīhati al-Muta‘allimīn wa Maw‘izatihim Liya’lamū wa Yumayyizū ‘Ilman Nāfi‘an min Gayrihi Imaduddin Imaduddin
Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imam al-Ghazali mengatakan, tanda-tanda bahwa Allah meninggalkan hambanya adalah apabila ia berbuat sesuatu yang tidak berguna. Dan barang siapa yang menghabiskan umurnya tanpa dipergunakan untuk beribadah kepada Allah, maka pantaslah ia mengalami kesedihan yang lama. Serta barang siapa yang umurnya lebih dari empat puluh tahun tahun sedangkan amal kejelekannya lebih besar dari amal kebaikannya, maka orang tersebut bersiap-siaplah menuju neraka. Dan, parahnya lagi, manusia yang paling menderita siksaan Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang pintar namun ilmunya tidak bermanfaat. Begitu pentingnya pendekatan dalam pembelajaran, agar seseorang berhasil dalam proses pembelajar serta ilmu yang dimiliki tidak sia-sia dan bisa berguna serta bermanfaat baik untuk dirinya dan juga untuk orang lain.