Harun Arrasyid
Dosen Bimbingan dan Konseling, UMTS Padangsidimpuan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN SIKAP POSITIF DALAM BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA SEKOLAH DI MTS MUHAMMDIYAH 22 PADANG SIDIMPUAN TAHUN AJARAN 2015-2016 Harun Arrasyid
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.128 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas permasalahan masih rendah pengetahuan siswa tentang perkembangan sikap dilingkungan sekolah secara umum permasalahan peneliti ini adalah “Apakah siswa dapat memahami perkembangan sikap melalui layanan bimbingan kelompok? Yang dirumuskan sebagai berikut: Apakah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan pengembangan sikap siswa di MTs. Muhammadiyah 22 Padangsidimpuan Tujuan yang ingin di capai adalah siswa memperoleh gambar tentang peningkatan pengetahuan  sikap yang baik di MTs. Muhammadiyah 22 Padangsidimpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang akan digunakan dalam bentuk Pre Experimen Design dengan Pretest-Posttest Eksperimen Group Design. Dengan sampel kelas eksperimen yaitu kelas VII-a sebanyak 26 siswa dan kelas kontrol yaitu kelas VII-b sebanyak 26 siswa. Layanan bimbingan kelompok dilakukan dua kali pertemuan, yakni dalam pertemuan pertama melaksanakan pretest dan perlakuan sekalian melaksanakan posttest. Dari hasil pelaksanaan yang dilakukan, terjadi peningkatan yang cukup besar terutama pertemuan kedua hasil temuan pada kelompok eksperimen terdapat peningkatan yang signifikan antara hasil posttest. Untuk menguji hipotesis digunakan dengan rumus wilcoxon signed rank test dengan  menggunakan SPSS versi 20.00 ujiwilcoxon digunakan untuk menganalisis hasil-hasil pengamatan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Rata-rata variabel untuk pemahaman pengembangan sikap sebesar 170.1000 (eksperimen) sedangkan155.4000 (kontrol) ini terlihat perbedaan yang sangat signifikan. Disarankan bagi guru untuk memberikan pemahaman pada siswa dalam perkembangan sikap yang baik agar dikembangkan lagi, baik dalam pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat membuat penelitian mengenai perkembangan sikap melalui metode lain.