Cyntia Marcelyna
Magister Psikologi Profesi, Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KASUS KARAKTERISTIK KEMATANGAN SOSIAL PADA ANAK CEREBRAL PALSY DITINJAU DARI VSMS (VINELAND SOCIAL MATURITY SCALE) Cyntia Marcelyna
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2020): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i2.146-154

Abstract

Kematangan sosial membantu individu untuk dapat berperilaku sesuai dengan tuntutan sosial dan memenuhi tugas-tugas perkembangan sesuai dengan usianya. Anak dengan cerebral palsy memiliki kondisi dan kemampuan yang berbeda dari anak-anak seusianya. Hal tersebut membuat anak tersebut tidak mampu memenuhi aspek kematangan sosialnya. Ketidakmatangan sosial tersebut akan membuat anak cerebral palsy mengalami berbagai masalah terkait kehidupan pribadi dan juga sosialnya. Permasalahan tersebut menunjukkan pentingnya mengetahui kondisi dan kemampuan kematangan sosial pada anak cerebral palsy. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Vineland Social Maturity Scale (VSMS). VSMS juga penting dilakukan pada anak cerebral palsy karena dapat dijadikan sebagai pengganti pemeriksaan kemampuan psikomotorik, terutama terkait pemeliharaan diri yang umumnya juga menjadi masalah pada anak dengan cerebral palsy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kematangan sosial pada anak cerebral palsy yang ditinjau dari VSMS. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan satu partisipan yang mengalami cerebral palsy tipe ataxia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memiliki kematangan sosial yang berada di bawah usia kronologisnya. Aspek-aspek kematangan sosial yang kurang baik pada partisipan yaitu sosialisasi (S) dan pergerakan (L). Bahkan aspek mengarahkan diri (SD) pada partisipan belum muncul.