Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Program Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Jalanan di UPTD Kampung Anak Negeri Kota Surabaya Biru Bara Nirvana Cahyadhi; Nira Zhafirah Puspitasari; Dewi Austine Britania; Kalvin Edo Wahyudi
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 05 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.598 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i05.153

Abstract

Fenomena anak jalanan di kota Surabaya merupakan masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Salah satu kesulitan dalam penanggulangan anak jalanan di Kota Surabaya adalah karena kesalahan yang selalu berfluktuasi setiap tahunnya. Berbagai kebijakan telah diambil oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi masalah anak jalanan. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial Kota Surabaya mengambil langkah untuk mengatasi masalah anak jalanan dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Desa Anak Negeri Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas program pelayanan kesejahteraan sosial anak jalanan di UPTD Kampung Anak Negeri dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Program ini berlangsung di Desa Rungkut, Surabaya dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dengan informan, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan teknik uji validitas melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelayanan kesejahteraan anak jalanan belum terlaksana secara efektif karena rendahnya kesadaran, motivasi, dan keinginan dari anak jalanan itu sendiri. Implementasi yang tidak efektif tersebut mengakibatkan tumbuh kembang anak jalanan yang kurang optimal sebagai peserta program pelayanan kesejahteraan sosial.
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Gayungan Surabaya Pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru Uswatun Chasanah; Tharisma Novitasari; Aisya Safira Nabila; Kalvin Edo Wahyudi
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 05 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.43 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i05.156

Abstract

PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan / seseorang miskin atau rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, diolah oleh pusat data dan informasi kesejahteraan sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat. Namun dalam penyaluran Program Keluarga Harapan di Kecamatan Gayungan ditemukan fenomena pemberitaan dari media dimana ditemukan penarikan dana sejumlah Rp. 25.000,- kepada Keluarga Penerima Manfaat yang telah dianggap masyarakat sebagai pungutan liar. Tujuan dari penelitian ini mengetahui implementasi Program Keluarga Harapan di kecamatan Gayungan Surabaya pada era adaptasi kebiasaan baru. Penelitian ini berdasarkan teori George C. Edward III sebagai tolak ukur implementasi Program Keluarga Harapan dikecamatan Gayungan. Penelitian ini dilakukan pada Kecamatan Gayungan Kota Surabaya menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan maksud ingin memperoleh gambaran yang komprehensif dan mendalam tentang Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Gayungan Kota Surabaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengetahui perbedaan penyaluran Program Keluarga Harapan di Kecamatan Gayungan Kota Surabaya sebelum pandemic dan semasa Adaptasi Kebiasaan Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH berdasarkan teori George C. Edward III yaitu komunikasi,sumberdaya,disposisi dan struktur birokrasi dalam Implementasi Kebijakan PKH sudah berhasil karena dapat menurunkan angka kemiskinan yang ada di Indonesia, lalu untuk implementasi PKH di Adaptasi Kebiasaam Baru (AKB) terdapat beberapa perubahan dari komunikasi yang melakukan sosialisasi dengan via Zoom dan Koordinator kecamatan untuk mengurangi adanya kerumunan, namun hal ini dirasa kurang efektif dan efisien, sehingga Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) mengubah strategi dengan cara membagi zona.