Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran dan Koordinasi Stakeholder dalam Pengembangan Pariwisata di Kawasan Jembatan Youtefa Theodorus Filipus
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 08 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4998.107 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i08.215

Abstract

Pengembangan pariwisata khususnya di Kota Jayapura saat ini sedang gencar dilakukan terutama pada wisata alam,. Salah satu fokus pengembangan pariwisata saat ini berada di kawasan Jembatan Youtefa terlihat dari program pemerintah bagi kawasan tersebut ataupun pembangunan fasilitas pendukung yang terus berlangsung hingga saat ini. Banyaknya elemen pemerintah, swasta, dan warga lokal yang terlibat dalam implementasi pengembangan pariwisata ini menyebabkan timbulnya kendala yang menyebabkan beberapa titik belum sesuai peruntukan serta pengelolaan wisata yang belum maksimal. Permasalahan umum yang sering terjadi adalah ketidaksiapan pengelola wisata baik pemerintah, swasta ataupun masyarakat lokal dalam menyediakan fasilitas bagi para pengunjung seperti parkiran, toilet, air bersih dan fasilitas pendukung lainnya. Dalam penelitian ini digunakan metode deduktif kualitatif dengan metode pengumpulan data sekunder dan primer diperoleh melalui wawancara mendalam (indepth interview) terhadap narasumber dan untuk analisis stakeholders dilakukan dengan matriks kepentingan dan pengaruh stakeholders terhadap pengembangan jalur sepeda wisata yang menggunakan stakeholders grid. Berdasarkan dari hasil penelitian terlihat bahwa pada umumnya stakeholders sudah berperan sesuai dengan tugas dan fungsinya namun masih terdapat beberapa program/kegiatan pengembangan pariwisata yang dibuat belum sepenuhnya sinkron dengan stakeholders lainnya. Masih adanya mindset egosektoral dari sebagian stakeholders; keterbatasan anggaran dana; dan landasan hukum yang masih belum kuat serta prioritas program dari pemerintah yang difokuskan untuk event PON XX menyebabkan timbulnya kendala pada proses pengembangan.