sutinah sutinah SUTINAH
stikes harapan ibu jambi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

parents analysis of the children with autism in the development in yayasan harapan mulia jambi sutinah sutinah SUTINAH
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 1, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.924 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v1i2.11

Abstract

Autism is a disorder growth identified byan abnormal growth appeared before 3 years old, in which children have three abnormal functions in the term of social interaction, communication and behavior. Mostly, brain disorder on children is not curable but it is treatable through early, integrated, and intensive therapy. This research was conducted at Yayasan Harapan Mulya Jambi. The purpose of this study was to analyze the role of parents toward hyperactive children growth from 6 to 30 june 2016. Qualitative study  was presented descriptively. Then, Data were collected through in-depth interview, observation, and document studies. There were 6 participants having autism children (2-9 years old) and 1 therapist from Yayasan Harapan Mulia Jambi.There were 5 themes emerged in this study, they were 1)the perspective of parents toward hyperactive children, 2) the role of parents toward hyperactive children, 3) the perspective of parents toward behavior changes occurred on hyperactive children  , 4) the parents’ expectation toward children growth changes, and 5) obstacle in doing the role.The study revealed that some of parents had done the role optimally based on their children need. Although they had not known well their children need. Also, there were some obstacles to do their role. Good role of parents can assist in increasing hyperactive children growth.
TAK stimulasi persepsi berpengaruh terhadap perawatan kebersihan diri klien skizofrenia sutinah sutinah SUTINAH; Mardyansyah Mardyansyah
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 2 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.699 KB) | DOI: 10.30644/rik.v6i2.89

Abstract

Latar Belakang : Skizofrenia dengan gejala defisit perawatan diri yang merupakan gejala nomor dua terbanyak di RSJ Provinsi Jambi, pada saat klien melakukan perawatan kebersihan diri tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya, oleh sebab itu perlu diberikan program terapi salah satunya yaitu terapi aktivitas kelompok dimana terapi ini dilakukan oleh perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah yang sama. Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk melihat Pengaruh TAK Stimulasi Persepsi Terhadap Perawatan Kebersihan Diri Klien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi Tahun 2015. Metode : penelitian ini adalah penelitian pra eksprimen dengan desain one group pre-tes post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 17 responden yang memiliki kriteria sesuai dengan yang diteliti. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Analisa data dalam penelitian ini secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Hasil : Penelitian ini terdapat pengaruh TAK stimulasi persepsi terhadap kemampuan perawatan kebersihan diri klien skizofrenia. Nilai rata-rata kemampuan kebersihan diri sebelum dilakukan terapi sebesar 8.06 setelah sebesar 30,88 dengan P-value 0.000. Kesimpulan : TAK stimulasi persepsi bisa menjadi salah satu terapi alternative untuk meningkatkan kemampuan kebersihan diri pada klien skizofrenia yang mengalami defisit perawatan diri di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi
Terapi bermain berpengaruh terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak autis sutinah sutinah SUTINAH
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.653 KB)

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Anak autis mengalami gangguan dan keterlambatan secara kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah pada anak autis diantaranya terapi wicara, terapi bermain, terapi okupasi (melatih motorik halus anak), terapi dengan obat-obatan, terapi dengan makanan, terapi integrasi sensorik, terapi integrasi pendengaran dan terapi biomedik. Terapi bermain memberikan stimulasi dengan menggunakan bermacam mainan yang berwarna seperti mobil, mainan dengan musik dan lain-lain. Terapi ini memang nampak cukup memberikan hasil yang dapat dilihat dalam waktu relatif singkat, sesuai dengan tingkatan gangguan autis yang dimilikinya. Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk melihat Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Autis di SDLB Prof. DR. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH Kota Jambi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, pre experiment dengan desain one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini semua anak autis sebanyak 18 orang. Jumlah sampel sebanyak 18 responden, sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji T-dependent. Hasil : Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh sesudah diberikan terapi bermain terhadap kemampuan interaksi sosial. Nilai rata-rata kemampuan interaksi sosial sebelum dilakukan terapi bermain sebesar 15,67 dan setelah diberikan terapi bermain sebesar 18,44 dengan P-value 0.000. Kesimpulan : Terapi bermain dapat menjadi salah satu alternatif terapi yang bisa digunakan untuk anak-anak autis dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial. Sehingga dapat disarankan kepada guru di SDLB Prof. DR. Sri Soedewi Maschun Sofwan, SH agar lebih meningkatkan pelaksanaan terapi bermain anak autis. Kata kunci : Autis, Interaksi Sosial, Terapi Bermain