Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterhubungan antara Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah Kota Depok dengan kemampuan siswa terhadap penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap Nasionalisme. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 sampai Mei 2022. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 75 responden yakni siswa SMA Muhammadiyah di Kota Depok.Dalam penelitian ini ada 3 variabel yaitu 1 variabel terikat Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan (Y) dan 2 variabel bebas yakni Penerapan Profil Pelajar Pancasila (X1) dan Sikap nasionalisme (X2). Berdasarkan riset di lapangan latar belakang penelitian ini karena adanya fenomena yang terjadi di SMA Muhammadiyah di Kota Depok, seperti terdapat siswa yang belum khidmat saat mengikuti kegiatan upacara pengibaran bendera merah putih, datang terlambat masuk sekolah, tidak berseragam sekolah lengkap, perilaku bullying, dan perilaku tidak disiplin lainnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan polemik dan dapat menghambat komitmen siswa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. Adapun hasil pengujian hipotesis tentang hubungan antara Penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap nasionalisme dengan Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan berpola linear, mempunyai arah positif dan sangat signifikan, memiliki koefisien korelasi antara variable X1 dengan Y sebesar (r x₁y) = 0,854 dan memiliki koefisien korelasi antara variable X2 dengan Y sebesar (r x₂y) = 0,895, serta koefisien korelasi ganda (R yx₁x₂) = 0,827. Hal ini berarti Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme memberikan kontribusi sebesar 80,79% kepada meningkatnya atau menurunnya komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok.Dengan demikian terdapat hubungan signifikan antara Penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan di SMA Muhammadiyah Kota Depok.