Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peran Media Informasi pada Perilaku Seksual Remaja Rosita Passe; Nurul Fitri Sugiarti Syam; Ayu Lestari; Jumrah Sudirman
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202164.840

Abstract

ROLE OF INFORMATION MEDIA ON ADOLESCENT SEXUAL BEHAVIOR. Youth is an important phase of life in an individual’s developmental cycle. This phase is a transition period that can be directed towards the development of a healthy adulthood, thus bringing happiness and success in carrying out developmental tasks in the next phase. The purpose of community service is expected to be a medium for the dissemination of information related to the role of Information media in adolescent sexual behavior. This community service partner is Megarezky University and CV. Faira Aksara with lecture method using zoom application. From the processed data using Wilcoxon test with a sample number of 53 people obtained there was an increase in knowledge from the average value of quisioner pre-test obtained the correct answer value of 63.20 after counseling changed to 77.73. with a value of ρ 0.000. Community Service activities are one of the means of conveying information to teenagers, health workers, teachers, and parents so that it can be applied to teenagers both in the school environment or at home and in the youth social environment.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Remaja K Hairuddin; Rosita Passe; Jumrah Sudirman
Abdimas Singkerru Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v2i1.122

Abstract

Remaja dan dewasa muda usia (15-24 tahun) hanya merupakan 25% dari keseluruhan populasi yang aktif berhubungan seksual namun mewakili hampir 50% kasus baru IMS. Usia muda dan remaja merupakan individu yang paling beresiko untuk tertular PMS karena usia muda, remaja lebih mudah terpengaruh secara tidak proporsional. Indonesia merupakan Negara urutan ke-lima paling beresiko IMS di Asia, Total kasus IMS yang ditangani pada tahun 2018 adalah 140.803 kasus dari 430 layanan IMS. Jumlah kasus IMS terbanyak adalah di tubuh vagina (klinis) 20.962 dan servicitis/procitis (lab) 33.205 kasus. Dari perkiraan CDC yaitu 20 juta kasus infeksi baru per tahun, separuh di antaranya ialah orang muda berusia 15-24 tahun. Data dari UNFPA dan WHO menyebutkan 1 dari 20 remaja tertular IMS setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan masih tingginya kejadian IMS di kalangan remaja. Sehingga perlu di lakukan Tindakan atau intervensi Kesehatan masyarakat melalui pemberian penyuluhan Kesehatan. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemberian penyuluhan Kesehatan tentang penyakit infeksi menular seksual (IMS) sebagai sarana pemberian informasi kepada remaja. Kegiatan dilakukan pada remaja di SMK Megarezky Makassar. Hasil pengabdian masyarakat di peroleh bahwa mayoritas pengetahuan remaja adalah kurang sebanyak 28 orang (80%) sebelum dilakukan penyuluhan dan mayoritas pengetahuan remaja adalah baik sebanyak 31 orang (89%) setelah di berikan penyuluhan. Kesimpulan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan remaja setelah di berikan penyuluhan dibandingkan sebelum dilakukan penyuluhan.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan Keputihan pada Remaja di SMA Negeri 2 Sidrap Rosita Passe
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2022): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v5i2.2182

Abstract

Remaja memiliki rasa keingintahuan yang besar dan cenderung ingin mengeksprolasi. Sering kali hasrat untuk menjelajahi segala hal namun tidak dibarengi dengan pertimbangan yang matang, sehingga terkadang tindakan-tindakannya beresiko tinggi baik bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan disekitarnya. Salah satu masalah yang dihadapi adalah masalah kesehatan reproduksi. Apabila remaja tidak paham dengan kesehatan reproduksi maka akan menimbulkan masalah seperti keputihan. Tujuan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi media untuk penyebaran informasi terkait Kesehatan reproduksi tentang pencegahan keputihan. Mitra pengabdian masyarakat ini yaitu Universitas Megarezky dan SMA Negeri 2 Sidrap. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pemberian penyuluhan tentang pencegahan keputihan. Dari hasil olahan data menggunakan uji Mc Nemer dengan jumlah sampel 46 orang diperoleh ada peningkatan pengetahuan dari rata-rata nilai quisioner pre-test diperoleh tingkat penegetahuan remaja tentang pencegahan keputihan kurang sebanyak 37 orang dengan persentase 57,8% dan setelah Posttest diperoleh tingkat penegetahuan remaja tentang pencegahan keputihan baik sebanyak 59 orang dengan presentase 92,2 % dengan nilai ρ 0,000. yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan tentang pencegahan keputihan pada remaja. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan menjadi salah satu sarana penyampaian informasi kepada remaja,, sehingga dapat di aplikasikan pada kehidupan sehari-harinya. Kata Kunci : Penyuluhan kesehatan, Pengetahuan, Keputihan Remaja.
Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Kecemasan Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 Pada Masyarakat Desa Timbuseng Kabupaten Takalar Rosita Passe; Aminuddin Aminuddin; Ayu Lestari; Jumrah Sudirman
Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 November 2022
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/psikologikreatifinovatif.v2i3.2121

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu penyebab turunnya imunitas pada masa pandemi saat ini. Imunitas manusia bisa terganggu apabila manusia tersebut mengalami kecemasan atau stress. Salah satu intervensi yang dapat di lakukan dalam penelitian ini adalah Latihan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Latihan fisik terhadap kecemasan. Desain yang di gunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group. Populasi pada penelitian ini seluruh masyarakat desa Timbusen kabupaten Takalar. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian keseluruhan berjumlah 70 orang. Analisis yang di gunakan adalah Wilcoxon. Hasil penelitian ada pengaruh aktifitas fisik terhadap kecemasan dimana nilai p value = 0.000 < 0.05. kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian intervensi latihan fisik terhadap kecemasan pada masyarakat desa timbuseng kabupaten takalar.
Peningkatan Kadar Haemoglobin Dengan Pemberian Jus Buah Naga Pada Remaja Putri yang Mengalami Anemia sumarni Marwang; Rosita Passe; Jumrah Sudirman
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v18i1.1571

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan kadar hemoglobin (Hb) didalam darah lebih rendah daripada nilai normal untuk kelompok orang menurut umur dan jenis kelamin. Remaja putri memiliki resiko tinggi mengalami anemia, hal ini disebabkan hilangnya zat besi saat menstruasi. Anemia dapat menyebabkan lekas lelah, konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi belajar rendah dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Di samping itu juga menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian buah naga (Hylocereuspolyrhizus) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan One-group pretest-posttest design. Jumlah sampel yaitu sebanyak 28 siswi yang diberikan buah naga (Hylocereuspolyrhizus). Analisis data menggunakan Uji paired t-test. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap kadar hemoglobin pada remaja remaja putri. Di mana hasil uji paired t test menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (pemberian jus buah naga) diperoleh nilai ? = 0,000, dimana ?< ? (0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara pemberian jus buah naga terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja putri.
Upaya Penanganan dan Pencegahan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Melalui Edukasi Gizi Pada Wanita Masa Prakonsepsi Jumrah Sudirman; Sumarni Marwang; Rosita Passe
Media Abdimas Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Media Abdimas Vol 3 No 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v3i2.2765

Abstract

Status gizi masa prakonsepsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kehamilan dan kesejahteraan bayi, apabila pencegahan dilakukan pada saat sebelum hamil maka efeknya akan lebih baik. Skrining prakonsepsi berguna untuk mengurangi resiko dan mempromosikan gaya hidup sehat untuk mempersiapkan kehamilan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Bontomarannu pada tanggal 22 Desember 2022. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan Wanita prakonsepsi untuk upaya penanganan dan pencegahan kekurangan energi kronik (KEK). Kegiatan ini dihadiri oleh 11 peserta. Pada pelaksanaan kegiatan dilakukan pretes dan postes kepada peserta menggunakan kuisioner untuk menilai peningkatan pengetahuan setelah edukasi. Hasil yang didapatkan 100% peserta mengalami peningkatan pengetahuan pada saat evaluasi dilakukan. Hal ini menunjukkan kegiatan edukasi ini efektif dilakukan untuk upaya penanganan dan pencegahan kekurangan energi kronik (KEK).
Program Turikale terhadap Perubahan Saturasi Oksigen dan Kecemasan dalam Menghadapi Masa Pandemi COVID-19 Rosita Passe; Aminuddin Aminuddin; Ayu Lestari; Jumrah Sudirman
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.929 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.3903

Abstract

This study aims to determine the effect of physical exercise on oxygen saturation and anxiety in dealing with the COVID-19 pandemic in the Timbuseng Village community, Takalar Regency. The research design was quasi-experimental with a pretest-posttest design with a control group. The results showed that oxygen saturation with physical activity where p-value = 0.000 <0.05 and anxiety about physical activity where p-value = 0.000 <0.05. In conclusion, there is a significant effect of giving physical exercise intervention on the value of oxygen saturation and anxiety in the Timbuseng village community, Takalar district. Keywords: Anxiety, Physical Exercise, Oxygen Saturation
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA Rosita Passe; Syamsuryanita Saleh; Nurul Ikawati; Sumarni Marwang Marwang
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7610

Abstract

Abstrak   Aktivitas seksual yang berisiko di kalangan remaja dapat membawa berbagai dampak negatif, terutama karena pada usia ini mereka sering kali belum memiliki pemahaman yang matang terhadap konsekuensi dari perilaku tersebut. Apabila seorang remaja berada dalam lingkaran pertemanan yang negatif, maka risiko untuk terlibat dalam perilaku menyimpang, termasuk aktivitas seksual yang dipicu oleh pengaruh media sosial dan konten pornografi, menjadi lebih tinggi.  Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja di SMAN 3 Jeneponto. Desain penelitian menggunakan desain analitik korelatif study dengan pendekatan cross  sectional.  Pengambilan  sampel  menggunakan stratified  random  sampling dengan  jumlah  sampel  sebanyak  76  siswa  di  SMAN  3  Jeneponto.  Data  dikumpulkan menggunakan kuesioner variable teman sebaya menggunakan skala gutman dengan masing-masing 10 pertanyaan. Data dianalisis menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil analisis Chi Square diperoleh nilai ρ=0,002<dari α=0,05, ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian ada hubungan teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja.  Kesimpulan Ada hubungan teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja. Disarankan kepada remaja agar dalam memilih teman sebaya pergaulan secara selektif, sehingga pergaulan remaja menjadi terjaga dan dapat menghindai dari perilaku seksual beresiko   Kata kunci : Teman Sebaya, Perilaku Seksual, Remaja
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI PADA WANITA USIA SUBUR Sumarni Marwang; Rosita Passe; Rismawati Rismawati3
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7614

Abstract

Abstrak Analisis faktor risiko terhadap masalah sistem reproduksi pada wanita usia subur mencakup berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi, seperti gaya hidup tidak sehat, infeksi menular seksual (IMS), ketidakseimbangan hormonal, dan kondisi medis tertentu seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan endometriosis. Selain itu, faktor lingkungan, stres, dan paparan terhadap bahan kimia berbahaya juga turut berkontribusi pada gangguan sistem reproduksi. Pola makan yang tidak seimbang, obesitas, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol dapat memperburuk kondisi tersebut. Pemahaman mengenai faktor-faktor risiko ini penting untuk pencegahan, deteksi dini, dan penanganan yang tepat guna menjaga kesehatan reproduksi wanita usia subur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dimana pengukuran antara variabel independent dengan variabel dependent pada saat yang bersamaan. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling disebut juga judgment sampling yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti (tujuan atau masalah dalam penelitian), sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya.   Kata kunci : Kesehatan Reproduksi, Status Gizi, Pola Hidup, Genetik
Edukasi Kesehatan Tentang Pengenalan Organ Reproduksi Pada Remaja Dengan Menggunakan Media Audio Visual Rosita Passe; Nurul Ikawati; Nurqalbi Sampara; Syamsuryanita Saleh
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 1 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.13107

Abstract

Masa remaja atau juga disebut masa pubertas merupakan masa penghubung antara masa anak-anak dan dewasa. Masa pubertas yaitu seseorang dengan perkembangan seksual yang lebih matang. Artinya, anak laki-laki atau perempuan mengalami perubahan fisik yang membuat mereka mampu bereproduksi secara seksual. pengetahuan manusia diperoleh atau disalurkan melalui banyak indera sehingga semakin banyak panca indera yang digunakan maka semakin jelas pengetahuan yang diperoleh. Audio visual merupakan salah satu media yang menyajikan informasi atau pesan melalui dengar dan lihat. Tujuan pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat menjadi media untuk penyebaran informasi terkait Kesehatan reproduksi tentang organ reproduksi pada remaja. Mitra Pengabdian Masyarakat ini adalah SMA Negeri 18 Makassar. Metode kegiatan pengabdian ini yaitu pemberian penyuluhan tentang pengenalan organ reproduksi pada remaja. Kegiatan berlangsung selama 1 hari yang dilakukan pada hari senin tanggal 20 November 2023 pada pukul 10.00 Wita bertempat di SMA Negeri 18 Makassar. Hasil kegiatan menunjukan bahwa rata-rata skor pretes pengetahuan adalah 47.60 sementara pada saat postes meningkat menjadi 74.45. hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan edukasi. Diperlukan edukasi yang berkelanjutan kepada remaja untuk menjaga kesehatan reproduksinya.