Florentinus Jati Pranowo Tegu
Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Bhabinkatibmas Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Curanmor Di Polres Garut Florentinus Jati Pranowo Tegu
Police Studies Review Vol. 4 No. 7 (2020): July, Police Studies Review
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sedang dihadapi oleh permasalahan tranportasi yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang ada serta pemberlakuan otonomi daerah mempengaruhi tingkat perekonomian setiap daerah berbeda sehingga akan muncul tingkat pengangguran yang semakin meningkat serta potensi dari Curanmor itu sendiri, sehingga diperlukan peran Bhabinkamtibmas untuk menanggulanginya. Penulis mengajukan empat permasalahan dalam penelitian ini, yaitu tentang; (1) Bagaimana Modus Operandi Tindak Pidana Curanmor (2) Bagaimana pelaksanaan peran Bahbinkamtibmas dalam menanggulangi Tindak Pidana Curanmor (3) Apa saja upaya yang dilakukan Bhabinkamtibmas (4) Apa saja kendala yang dihadapi Bhabinkamtibmas dalam menanggulangi Tindak Pidana Curanmor. Dalam menganalisis permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode field and research dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan pemeriksaan dokumen. Teori dan konsep yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu teori manajemen, teori peran, teori komunikasi, konsep bhabinkamtibmas, konsep promoter dan konsep pemolisian masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Modus opeandi dari tindak pidana curanmor itu sendiri sering terjadi adalah dengan menggunakan kunci T atau kunci (2) Peran bhabinkamtibmas yang dilakukan di Polres Garut adalah kunjungan rumah ke rumah serta memberikan bimbingan kepada masyarakat dan komunitas namun peran tersebut belum optimal. (3) Kegiatan yang dilaksanakan di Polres Garut yaitu, sambaing door to door, anjangsana dan pembentukan FKPM. (3) Kendala yang mempengaruhi antara lain adalah kurangnya personil, sarpras yang digunakan, motivasi personil, kultur budaya dan pemahaman masyarkat yang kurang terhadap konsep bhabinkamtibmas. Dari temuan penelitian tersebut, penulis menyarankan kepada Kapolres Garut agar serius menghadapi permasalahn Curanmor mengingat angkat Tindak Pidana ini sangat tinggi setiap tahunnya dan mmerintahkan Bhabinkamtibmas lebih intensif dalam melaksankan tugasnya.