AAO. Perdana
Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FPOK IKIP PGRI Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN DRILL SMASH 12 REPITISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KETEPATAN SMASH PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI PUTRA SMA NEGERI 2 MENGWI TAHUN AJARAN 2017/2018 IPE. Pratama; A. Dei; AAO. Perdana; IGPNA. Santika; IW. Adnyana; IW. Citrawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 5 No. 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.933 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3344563

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lapangan SMA N 2 Mengwi selama 6 minggu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang laki-laki yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 18 orang. Kelompok kontrol diberikan Pelatihan smash tidak menggunakan net smash 5 repitisi 4 set, sedangkan kelompok perlakuan diberikan Pelatihan drill smash 12 repitisi 3 set. Populasi peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMA N 2 Mengwi diadakan pemilihan sejumlah sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil dari T-Test Independent bahwa didapatkan beda rerata hasil post test antara Pelatihan Pelatihan smash tidak menggunakan net smash 5 repitisi 4 set pada kelompok kontrol dan Pelatihan drill smash 12 repitisi 3 set pada kelompok perlakuan sebesar 9,94 dengan nilai (p = 0,000) p < 0,05, yang menunjukan perbedaan yang bermakna hasil tesakhir antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Sehingga berdasarkan persentase rerata perubahan waktu ketepatan sesudah pelatihan selama enam minggu menunjukkan bahwa persentase rerata perubahan ketepatan pada pelatihan kelompok perlakuan lebih besar daripada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian kelompok perlakuan menghasilkan perubahan hasil ketepatan lebih baik daripada pelatihan kelompok kontrol.