This Author published in this journals
All Journal Naditira Widya
Wasita Wasita
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SENI KRIYA DAYAK DALAM KANCAH INDUSTRI Wasita Wasita
Naditira Widya Vol 2 No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v2i1.163

Abstract

Proverb:”life goes on constant change is inevitable”; therefore, it is necessary to transfer distinguish values of the continuously-fading-Dayak-legacy by revitalizing and presenting the Dayak craftsmanship into the life of the present day Dayak. The Dayak craft will be founded on industrial-cultural-based consept to uplift the Dayak distinguish value to reinforce their cultural identity and honor, and be able to open up entrepreneurship possibilities. Similar transfer may be also applied delivering education, unity, and bestowing finance. This article discusses strategic possibility to transfer distinguish values and simultaneously reinforce the Dayak’s cultural identity and honor in forms of souvenirs production.
USULAN MODEL PENGELOLAAN SUMBERDAYA BUDAYA: PEMIKIRAN BERDASARKAN KASUS-KASUS DI KALIMANTAN Wasita Wasita
Naditira Widya Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5547.282 KB) | DOI: 10.24832/nw.v6i2.171

Abstract

Tulisan ini membahas sejumlah kasus pengelolaan sumber daya budaya di Kalimantan yang tidak sesuaidengan Undang-Undang Cagar Budaya dan menyusun gagasan tentang sebuah model pelestarian cagar budayaberbasis pemanfaatan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengidentifkasi dan mengevaluasi implemantasi peraturandan kegiatan pelestarian yang telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan kebudayaan di Kalimantan. Hasilevaluasi menunjukkan adanya standar ganda penerapan peraturan pelestarian cagar budaya di Kalimantan.Selain itu, persepsi subyektif-afektif dan kepentingan stakholders ternyata juga mempengaruhi tujuan dan aktivitaspengelolaan cagar budaya. Dengan demikian, model pelestarian yang diajukan adalah menginduksikan perspektifpemanfaatan cagar budaya dalam konteks sistem, yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam aktivitaspelestariannya, serta memposisikan instansi arkeologi sebagai fasilitator, mediator, dan pengawas pelestariancagar budaya.
PELESTARIAN SITUS-SITUS ARKEOLOGI DI KALIMANTAN SELATAN: MASALAH DAN SOLUSI PEMECAHANNYA Wasita Wasita
Naditira Widya Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.267 KB) | DOI: 10.24832/nw.v10i1.177

Abstract

Realitas di lapangan terdapat beberapa kepentingan yang berbeda terhadap situs arkeologi. Akibat kepentingandi luar arkeologi menyebabkan beberapa situs mengalami kerusakan. Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalahmengetahui sebab-sebab munculnya berbagai kepentingan terhadap situs yang mengakibatkan kerusakan dan caramengatasinya. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah deskriptif analitis. Deskripsidilakukan terhadap berbagai hal yang terjadi pada situs. Deskripsi itu akan membantu memahami penyebab munculnyaberbagai kepentingan terhadap situs dan kerusakan yang ditimbulkan, sehingga dapat diperoleh solusinya. Hasilnyadiketahui bahwa adanya perbedaan kepentingan karena cara pandang terhadap situs yang berbeda. Solusinya diraihdengan menggunakan cara pelestarian yang melibatkan masyarakat dengan pendekatan ekonomi dan budaya. Cara inidiharapkan akan menjadi sistem pelestarian yang dapat berjalan dengan sendirinya, karena pelestarian dilakukan denganmemperhatikan sistem kehidupan masyarakat yang sedang berlangsung. Kajian yang dilakukan membuktikan bahwapelestarian yang sistemik dapat terwujud jika tinggalan arkeologi itu memiliki relevansi dengan masyarakat, baik dalam aspekekonomi maupun identitas.