Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SUMBER DAYA ARKEOLOGI KUTAI KARTANEGARA: Keragaman Budaya sebagai Identitas Budaya dan Daya Tarik Wisata (ARCHAEOLOGICAL RESOURCES OF KUTAI KARTANEGARA: Cultural Diversity as Cultural Identity and a Tourist Attraction) Ni Komang Ayu Astiti
Naditira Widya Vol 12 No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.038 KB) | DOI: 10.24832/nw.v12i1.254

Abstract

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki warisan budaya dan keragaman budaya yang masih ada relevansinya sekarang. Bagaimana menjadikan keragaman budaya yang dimiliki masyarakat dapat dikemas sebagai identitas sekaligussebagai daya tarik wisata? Penelitian ini membahas pengemasan keragaman sumberdaya arkeologi Kutai Kartanegara untuk dapat digunakan oleh komunitas yang lebih luas sehingga dapat menjadi identitas budaya dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  pendekatan kualitatif-deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya arkeologi di Kutai Kartanegara mengandung nilai simbolis dan estetika yang masih relevan dengan populasi saat ini.  Peningkatan pemahaman publik tentang nilai keanekaragaman budaya yang ditemukan dalam sumber arkeologi adalah masalah penting dalam identitas budaya. Dengan demikian, mensinergikan sumber daya dan komponen pariwisata lainnya yang melekat pada sumber daya arkeologi Kutai Kartanegara adalah tujuan yang penting.Kutai Kartanegara Regency has a cultural heritage and cultural diversity that still have relevance today. How can we relate this heritage and diversity to the needs of modern tourism? This study discusses the diversity of archaeological resources in Kutai Kartanegara so that they can be used by the wider community for purposes of cultural identity and tourist attraction. The method used in this research is qualitative-descriptive approach. Research results suggest the archaeological resources in Kutai Kartanegara carry symbolic and aesthetic values that are still relevant to the current population. Increased public understanding of the value of cultural diversity found in archaeological resources is an important issue incultural identity. Thus, synergizing the resources and other tourism components inherent in the archaeological resources of Kutai Kartanegara is an important goal.
Penyusunan Bangunan Bata Candi Gayatri (Kajian Teknologi Berdasarkan Analisis Laboratorium) Ni Komang Ayu Astiti
Berkala Arkeologi Vol 23 No 1 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2406.757 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i1.861

Abstract

Hasil analis laboratoris membuktikan bahwa pada jaman dahulu dalam pembangunan Candi Gayatri sudah memperhatikan kontruksi dan kualitas bahan baku bangunan untuk mendapatkan bangunan candi yang kuat, kokoh dan tahan terhadap gangguan karena faktor lingkungan. Kuat dan kokohnya bangunan candi yang menggunakan bahan utama bata merah tergantung dari kualitas bahan bakunya dan teknologi pembuatnnya. Bata merah yang dipergunakan pada bangunan candi Gayatri ini mempunyai kandungan silikat (SiO2) dan senyawa kapur (CaC03) yang tinggi. Gabungan kedua senyawa ini membuat bata merah menjadi kuat dan kokoh, jika terjadi sebaliknya maka bata merah yang dihasilkan menjadi sangat rapuh dan mudah patah. Suatu bangunan dapat berdiri kokoh dan tahan lama jika pondasi suatu bangunan di buat dengan bahan yang mempunyai kualitas yang tinggi jika dibandingkan dengan kualitas bahan bangunan yang ada di atasnya.
FRAGMEN WADAH PELEBUR LOGAM (?) DARI SITUS BOYOLANGU, KABUPATEN TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR Ni Komang Ayu Astiti
AMERTA Vol. 22 No. 1 (2002)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TEMBIKAR DARI SITUS BATU BERAK (KEBUN TEBU) DAN BATU TAMENG, KECAMATAN SUMBERJAYA, KABUPATEN LAMPUNG BARAT (Kajian Analisis Sifat Fisik) Ni Komang Ayu Astiti
AMERTA Vol. 23 No. 1 (2004)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
PENYUSUNAN BANGUNAN BATA CANDI GAYATRI (KAJIAN TEKNOLOGI BERDASARKAN ANALISIS LABORATORIUM) Ni Komang Ayu Astiti
Berkala Arkeologi Vol. 23 No. 1 (2003)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v23i1.861

Abstract

The results of laboratory analysis prove that in ancient times, the construction of the Gayatri Temple had paid attention to the construction and quality of building raw materials to obtain a temple building that was strong, sturdy and resistant to disturbances due to environmental factors. The strength of the temple building which uses the main material of red brick depends on the quality of the raw material and the technology of its manufacture. The red brick used in the Gayatri temple building contains high silicate (SiO2) and lime (CaC03) compounds. The combination of these two compounds makes the red bricks strong and sturdy, if the opposite happens, the red bricks become very brittle and break easily.
SUMBER DAYA ARKEOLOGI KUTAI KARTANEGARA: Keragaman Budaya sebagai Identitas Budaya dan Daya Tarik Wisata Ni Komang Ayu Astiti
Naditira Widya Vol. 12 No. 1 (2018): Naditira Widya Volume 12 Nomor 1 April Tahun 2018
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki warisan budaya dan keragaman budaya yang masih ada relevansinya sekarang. Bagaimana menjadikan keragaman budaya yang dimiliki masyarakat dapat dikemas sebagai identitas sekaligus sebagai daya tarik wisata? Penelitian ini membahas pengemasan keragaman sumberdaya arkeologi Kutai Kartanegara untuk dapat digunakan oleh komunitas yang lebih luas sehingga dapat menjadi identitas budaya dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya arkeologi di Kutai Kartanegara mengandung nilai simbolis dan estetika yang masih relevan dengan populasisaat ini. Peningkatan pemahaman publik tentang nilai keanekaragaman budaya yang ditemukan dalam sumber arkeologiadalah masalah penting dalam identitas budaya. Dengan demikian, mensinergikan sumber daya dan komponen pariwisatalainnya yang melekat pada sumber daya arkeologi Kutai Kartanegara adalah tujuan yang penting. Kutai Kartanegara Regency has a cultural heritage and cultural diversity that still have relevance today. How can we relate this heritage and diversity to the needs of modern tourism? This study discusses the diversity of archaeological resources in Kutai Kartanegara so that they can be used by the wider community for purposes of cultural identity and touristattraction. The method used in this research is qualitative-descriptive approach. Research results suggest the archaeological resources in Kutai Kartanegara carry symbolic and aesthetic values that are still relevant to the current population.Increased public understanding of the value of cultural diversity found in archaeological resources is an important issue in cultural identity. Thus, synergizing the resources and other tourism components inherent in the archaeological resources of Kutai Kartanegara is an important goal