Hendro Pratikno
Program Studi Magister Manajemen Bencana, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI CULTURAL RESOURCE MANAGEMENT DALAM MITIGASI BENCANA PADA CAGAR BUDAYA DI INDONESIA Hendro Pratikno; Hayatul Khairul Rahmat; Siswo Hadi Sumantri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 2 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v7i2.2020.427-436

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan ragam tinggalan budaya telah banyak menarik perhatian peneliti bahkan wisatawan yang datang beberapa belahan dunia. Selain itu, Indonesia yang secara geografis dan ekologis memiliki tingkat ancaman bencana yang cukup tinggi.  Namun, belum ada mekanisme yang komprehensif mengenai manajemen cagar budaya dalam penanggulangan kebencanaan. Melihat potensi kehilangan akan cagar budaya menjadi tinggi, kondisi ini tentu saja tidak menguntungkan bagi upaya-upaya pelestarian cagar budaya. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk mengkaji implementasi cultural resource management dalam upaya mitigasi bencana cagar budaya di Indonesia. Penulisan ini menggunakan pendekatan literature study. Adapun temuan dari penulisan ini adalah mitigasi bencana merupakan penerapan manajemen bencana yang merupakan bagian dari manajemen sumber daya budaya (cultural resource management). Ancaman bencana khususnya bencana alam memang tidak dapat kita hindari, namun setidaknya dapat kita minimalisir dan cegah dengan melakukan mitigasi bencana. Dalam konteks pelestarian cagar budaya, tujuan inti dari mitigasi bencana adalah untuk melindungi nilai penting dan fisik dari cagar budaya itu sendiri. Secara khusus, mitigasi bencana bertujuan antara lain: (a) mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana khususnya cagar budaya; (b) sebagai landasan (pedoman) untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya, (c) meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi dampak/ risiko bencana, sehingga cagar budaya dapat aman dan tetap lestari.
KAPASITAS PEMERINTAH DESA DERMAJI KABUPATEN BANYUMAS DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA Diar Budi Utama; Hendrawan Bayu Prewito; Hendro Pratikno; Yanuar Udianto Kurniadi; Hayatul Khairul Rahmat
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 3 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v7i3.2020.598-606

Abstract

The capacity of the village government is demanded to be able to respond to public needs in one sector, namely disaster. Where a disaster is a condition of events that are beyond human ability that causes loss of life and property. So this requires a quick response attitude from stakeholders as an effort to joint obligations, one of which is the important role of the village government. The number of landslide disasters in each sub-district in Banyumas Regency in 2014-2016, Lumbir District, was the most frequent occurrence of 20 times. Dermaji Village is the village most frequently hit by landslides in Lumbir District, recorded 8 times from 2014-2016. The importance of research on the capacity of the Village Government in efforts to reduce disaster risk, the purpose of this study is to analyze the capacity of the Village Government of Dermaji, Banyumas Regency in disaster risk reduction. The research method used is a qualitative method to obtain accurate information from competent informants. The results of the study show that the Dermaji Village Government has not yet established a disaster management regulation as a mitigation effort, so it is necessary to formulate a disaster risk reduction policy formulation at the village level with the support and awareness of the community as an effort of legitimacy and legality.