This research aims to describe food security in the Mentawai Ethnic community during the Covid-19 pandemic. The implementation of health protocols resulted in reduced community mobility due to the number of prohibitions and obligations that must be carried out by the community. In the Mentawai ethnic community, it is marked by a decrease in the number of ships used by rice food traders. This condition is expected to strengthen local food security in the Mentawai ethnic community (taro, banana, and sago). This research was conducted in Goiso Oinan Village, one of the villages on Sipora Island, North Sipora District which is approximately 20 km from the capital city of the Mentawai Islands Regency (Tuapejat). This study uses qualitative methods (purposive sampling) and descriptive data analysis by describing the results of ethical analysis and emic analysis and local food security in the Mentawai ethnic community. The result findings indicate that people are aware of local food (taro, banana, and sago). For instance, consumption previous the Covid-19 pandemic ate rice 3 times a day, now it turns into 1 meal of rice and replaces local food in meeting daily needs. There is also a sense of pride in the existence of local food which exceeds the needs of the family.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketahanan pangan pada masyarakat Etnis Mentawai pada masa pandemi Covid-19. Implementasi pelaksanaan protokol kesehatan telah mengakibatkan mobilitas masyarakat berkurang karena adanya sejumlah larangan dan kewajiban yang harus dilakukan oleh masyarakat. Pada masyarakat Etnis Mentawai ditandai dengan berkurangnya frekuensi jumlah kapal yang digunakan oleh pedagang sehingga ketersediaan pangan beras menjadi berkurang. Kondisi ini diduga akan memperkuat ketahanan pangan lokal pada masyarakat Etnis Mentawai (keladi, pisang dan sagu). Penelitian ini dilakukan di Desa Goiso Oinan, salah satu desa di Pulau Sipora Kecamatan Sipora Utara yang berjarak kurang lebih 20 Km dari ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai (Tuapejat). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (penarikan sampel secara purposive sampling) dan analisis data yang bersifat deskriptif dengan memaparkan hasil analisis etik dan analisis emik serta kaitannya dengan ketahanan pangan lokal pada masyarakat Etnis Mentawai. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terjadi meningkatnya kesadaran masyarakat akan pangan lokal (keladi, pisang dan sagu). Contohnya, pola konsumsi sebelum pandemi Covid-19 makan nasi 3 kali sehari, sekarang berubah menjadi 1 kali makan nasi dan diganti mengonsumsi pangan lokal dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Terlihat juga rasa bangga akan keberadaan pangan lokal yang jumlahnya melebihi dari kebutuhan keluarga.