Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA MELALUI PROGRAM PERPUSTAKAAN KELAS Aries Eka Prasetya
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v1i1.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan minat membaca dengan penerapan classroom reading program. Minat baca yang rendah dapat ditingkatkan dengan menerapkan program perpustakaan kelas. Program membaca di kelas dirancang dan disesuaikan dengan PAIKEM. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas XII IPA. Teknik analisis data yang digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil pelaksanaan siklus I mengalami peningkatan menjadi 17 dari 30 anak telah mencapai skor tuntas, yaitu 57%. Hasil pelaksanaan siklus II menunjukkan 25 dari 30 anak mencapai skor tuntas, yaitu 83%. Pada siklus II nilai ketuntasan mencapai 83%, dan telah mencapai persentase yang ditargetkan dalam indikator kinerja. This study aims to describe the increase in reading interest by implementing classroom reading programs. Low reading interest can be increased by implementing a class library program. The classroom reading program is designed and adapted to PAIKEM. This type of research is Classroom Action Research (PTK) with research subjects of class XII IPA students. Data analysis techniques used qualitative and quantitative analysis. Based on the results of the implementation of cycle I, it has increased to 17 out of 30 children who have achieved a complete score, namely 57%. The results of the implementation of cycle II showed that 25 out of 30 children achieved a complete score, namely 83%. In the second cycle the completeness value reached 83%, and had reached the target percentage in the performance indicator.
Pembelajaran Sejarah Menyenangkan Melalui Hasil Kreativitas Vlog History Aries Eka Prasetya
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 6 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i6.146

Abstract

Kompetensi pembelajaran abad 21 menjadi misi pengajaran sejarah di sekolah. Untuk mencapai kompetensi pembelajaran tersebut yang dikenal dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical thinking and problem solving, creativity and inovation) seorang guru sejarah harus jeli terhadap karakteristik peserta didik yang dihadapinya. Bila berpijak pada teori generasi yang dikemukakan oleh Karl Mannheim, maka peserta didik yang sedang dihadapi oleh guru-guru mata pelajaran Sejarah Indonesia dan guru mata pelajaran Sejarah (peminatan) adalah mereka yang berada di zona generasi Z (iGeneration). Generasi ini lahir ketika dunia sudah dikepung oleh teknologi digital. Dinyatakan bila generasi ini sangat akrab dengan teknologi digital. Karakter peserta didik ini sebaiknya diberi ruang oleh seorang guru sejarah dengan membawa kreativitas digital ke ruang kelas. salah satu media belajar yang memberi ruang kreativitas digital adalah Vlog. Peserta didik secara berkelompok diberi tugas untuk membuat vlog tentang materi pembelajaran yang sedang dipelajari. Mereka dibebaskan untuk berkreasi menampilkan materi dengan gaya dan kreativitas sendiri. Guru mendamping kegiatan mereka mulai dari merumuskan isi Vlog yang akan ditampilkan, pembagian kerja dan cara menyelesaikan tugas. Ternyata ketika cara belajar ini dicoba diterapkan, peserta didik menunjukkan minat belajar yang sangat baik.
MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN ONLINE SEJARAH BERBASIS MEDIA PRESENTASI INTERAKTIF Aries Eka Prasetya
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 5 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i5.136

Abstract

Generasi muda sebagai penerus bangsa harusnya memiliki nasionalisme pada tinggi. Namun belakangan ini terjadi merosotnya jiwa patriotism dan semangat nasionalisme pada generasi muda. Hal ini diduga dikarenakan oleh globalisasi. Globalisasi menjadi pemicu memudarnya jiwa nasionalisme pada sebagian generasi muda bangsa. Merosotnya nasionalisme dan menurunnya prestasi belajar sejarah siswa tersebut diupayakan dipecahkan oleh guru melalui rancangan strategi dan inovasi pembelajaran yang terintegrasi dengan proses belajar mengajar di kelas. Inovasi yang dipilih ialah menggunakan media pembelajaran sejarah berbasis SWAY Sejarah. Pembelajaran sejarah melalui SWAY dalam pelaksanaannya menempatkan siswa sebagai subjek belajar dengan cara memberikan kesempatan siswa berperan sebagai seorang sejarawan sekaligus agen of change (agen perubahan). Siswa diajak melakukan kegiatan penelitian sejarah berdasarkan prinsip dan langkah metode penelitian sejarah. Hasil dari penelitian tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah karya, yaitu narasi karya tulis, video, komik dan semuanya dikemas dalam aplikasi SWAY sejarah. Melalui kegiatan penelitian sejarah, siswa dapat secara mandiri merekonstruksi pengetahuannya. Strategi pembelajaran sejarah menggunakan aplikasi SWAY dapat dijadikan inovasi pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah serta mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Seluruh karya SWAY siswa hasil dari pembelajaran dapat diunggah ke jejaring sosial untuk diperoleh respon, tanggapan, masukan dan penilaian dari masyarakat luas. Respon dan penilaian tersebut dapat dijadikan bahan dasar penilaian proses belajar bagi guru sejarah terhadap siswa.