Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian MP-ASI Dini pada Bayi Usia 0 Sampai 6 Bulan di Desa Pante Raya Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah Wahyuni Yusra; Rahmayani Rahmayani; Mawadhah Yusran
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2022): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v10i1.4247

Abstract

Kisaran 40% bayi yang berusia 0-6 bulan diseluruh dunia diberi ASI eksklusif sedangkan 60% bayi lainnya ternyata telah mendapatkan makanan pendamping ASI saat usianya kurang dari 6 bulan, hal ini menggambarkan bahwa pemberian ASI eksklusif masih rendah sedangkan praktik pemberian makanan pendamping ASI diberbagai belahan dunia masih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 0 sampai 6 bulan di Desa Pante Raya tahun 2020. Penelitian ini bersifat deskriptip dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam dalam penelitian ini adalah 39 ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di Desa Pante Raya tahun 2020 dengan menggunakan rumus Total Sampling, penelitian ini menggunakan analisa chi-square (fisher’s Exact test). Hasil penelitian dari 39 responden (100%) ibu yang memberikan MP-ASI dini sebanyak 26 responden (66,7%) dan hanya 13 responden (33,3%) yang tidak memberikan MP-ASI dini pada bayi yang berusia dibawah usia 6 bulan. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square antara variabel pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan variabel pemberian MP-ASI dini diperoleh nilai P Value 0,00 0,05 hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 6 bulan di Desa Pante Raya Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Kata kunci : pengetahuan, pemberian MP-ASI diniABSTRACTApproximately 40% of infants aged 0-6 months worldwide are given exclusive breastfeeding, while 60% of other babies have received complentary breastfeeding when they are less than 6 months old, this illustrates that exclusive breastfeeding is still low while the practice of complementary breastfeedingin various parts of the world the world is still high. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge and early breastfeeding in infants aged 0 to 6 months in the Village Pante Raya Sub-District Wih Pesam Districts Bener Meriah the year 2020. This research is descriptive using a cross sectional approach. The population and sample in this study were 39 mothers who had babies aged 0-6 months in the Village Pante Raya the year 2020 by using the total sampling formula, this study uses chi-square analysis ( fisher’s exact test ). The results showed that the variable of maternal knowledge was significant with variable of early complementary feeding in infants aged 0-6 months at a significant level of 0,00. These results conclude that there is a relationship between maternal knowledge and early complementary breastfeeding in infants aged 0-6 months in the Village Pante Raya Sub-District Wih Pesam Districts Bener Meriah the year 2020. Keywords : knowledge, early complementary feeding
Relationship Between Knowledge and Attitude of Mothers with Giving Colostrum to Babies at Pegasing Health Center, Central Aceh Regency Rahmayani Rahmayani
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 2 No 3 (2022): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v2i3.541

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu post partum dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan survey analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana penelitian dan mengapa fenomena itu terjadi. Dengan rancangan cross sectional, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengambil waktu tertentu yang relatif pendek dan tempat tertentu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 23 responden, mayoritas ibu memiliki pengetahuan kurang 21 responden (29,2%) dengan tidak ada memberikan Kolostrum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil uji statistik chi square test diperoleh P value = 0,001 untuk pengetahuan, dan 0,000 untuk sikap < ( = 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan, dan sikap ibu dengan pemberian kolostrum, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak yang artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian kolostrum di wilayah kerja Puskesmas Pegasing.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pemantauan Pemberian Obat (PMO) Pada Penderita Tuberculosis di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Rahmayani Rahmayani
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 4 (2023): Agustus 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i4.913

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia. Laporan WHO memperkirakan 9 juta pasien TB baru dan 3 juta kematian akibat TB di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemantauan pemberian obat (PMO) pada pasien tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling berdasarkan seluruh populasi sebanyak 34 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 34 responden, 7 responden memiliki pengetahuan baik, mayoritas memantau pemberian obat pada penderita tuberkulosis sebanyak 4 responden (57,1%), dari 17 responden yang memiliki pengetahuan cukup mayoritas memantau pemberian obat pada penderita tuberkulosis sebanyak 15 responden. (88,2%), selain itu dari 10 responden yang pengetahuannya kurang sebagian besar tidak memantau pemberian obat pada pasien tuberkulosis sebanyak 6 responden (60%). Disarankan bagi keluarga agar mau memantau pemberian obat pada penderita tuberkulosis.