Sufyan Syafi'i
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSITAS SANAD SEBAGAI MODAL SOSIAL PESANTREN DALAM DERADIKALISASI ISLAM Sufyan Syafi'i
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 3 No 01 (2020): Jaringan Ulama Nusantara dan Haramain
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.361 KB) | DOI: 10.51925/inc.v3i02.25

Abstract

This paper aims to describe the role of social capital in Islamic boarding schools (pesantren) in the form of scientific links (Sanad). Sanad is not only important in a teaching process in a pesantren, but also in the teachings of Islam. The existence of clear scientific rigors in pesantren is so noted hereditary by the scholars (ulama) since the time of the Prophet Muhammad. Not only as a form of prudence of the authority of knowledge that will be obtained, but also will affect the shape of the character they will live. Scientific Sanad is a form of scientific transformation. In a sense, the knowledge learned must have a positive impact on knowledge, attitudes, and behavior. The stronger sanad that has been built, will form a steady personality as the main goal in the process of scientific interaction of a santri (student). Because the santri will behave as the sanad he received. Sanad authenticity is the pesantren's social capital that will direct a santri to enter a network path. The path he received will lead him to the qualities that have been exemplified by the source of the sanad he received. This process also indirectly becomes a fortress so that all forms of negative things are not done. including among them radicalism. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran modal sosial dalam lembaga pesantren yang berupa mata rantai keilmuan (Sanad). Sanad tidak hanya penting dalam sebuah proses pengajaran di pesantren, tetapi juga dalam ajaran Islam. Adanya tali-temali keilmuan yang jelas dalam pesantren begitu diperhatikan turun temurun oleh para ulama sejak zaman Nabi Muhammad saw. Tidak saja sebagai bentuk kehati-hatian otoritas ilmu yang akan didapat, tetapi juga akan berpengaruh pada bentuk karakter yang akan mereka jalani. Sanad keilmuan merupakan wujud dalam transformasi keilmuan. Dalam artian, ilmu yang dipelajari harus berdampak positif terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku. Semakin kuat sanad yang telah terbangun, akan membentuk kepribadian yang ajeg sebagai tujuan utama dalam proses interaksi ilmiah seorang santri. Sebab santri akan berlaku sebagaimana sanad yang ia terima. Autentisitas sanad inilah modal sosial pesantren yang akan mengarahkan seorang santri untuk masuk dalam suatu jalur jejaring. Jalur yang ia terima tersebut akan mengatarkannya pada sifat-sifat yang telah diteladankan oleh sumber sanad yang ia terima. Proses ini pula yang secara tidak langsung menjadi benteng agar segala bentuk hal-hal negatif tidak dilakukan. Termasuk diantaranya adalah radikalisme. توليسان إيني بيرتوجووان أونتوك مينديسكريڤسيكان ڤيران مودال سوسييال دالام ليمباڬا ڤيسانترين يانڬ بيروڤا ماتا رانتإي كيإيلمووان (سناد). سناد تيداك هاۑا ڤينتيڠ دالام سيبوواه ڤروسيس ڤيڠاجاران دي ڤيسنترين, تيتاڤي جوڬا دالام أجاران إسلام. أداۑا تالي-منالي كيإيلمووان ياڠ جيلاس دالام ڤيسنترين بيڬيتو ديڤيرهاتيكان تورون-تيمورون أوليه ڤارا أولاما سيجاك زامان نبي محمّد س.أ.و. تيداك ساجا سيبڬإي بينتوك كيهاتي-هاتييان أوتوريتاس إيلمو ياڠ أكان ديداڤات, تيتاڤي جوڬا أكان بيرڤيڠاروه ڤادا بينتوك كاراكتير ياڠ أكان ميريكا جالاني. سناد كيإيلمووان ميروڤاكان ووجود دالام ترانسفورماسي كيإيلمووان. دالام أرتييان, إيلمو ياڠ ديڤيلاجاري هاروس بيردامڤاك ڤوسيتيف تيرهاداڤ ڤيڠيتاهووان, سيكاڤ, دان ڤريلاكو. سيماكين كووات سناد ياڠ تيلاه تيرباڠون, أكان ميمبينتوك كيڤريبادييان ياڠ أجيڬ سيباڬإي توجووان أوتاما دالام ڤروسيس إينتيراكسي إيلميياه سيأوراڠ سنتري. سيباب سنتري أكان بيرلاكو سيباڬإيمانا سناد ياڠ إيا تيريما. أأوتينتيسيتاس سناد إينيلاه مودال سوسييال ڤيسنترين ياڠ أكان ميڠاراهكان سيأوراڠ سنتري أونتوك ماسوك دالام سوواتو جالور جيجاريڠ. جالور ياڠ إيا تيريما تيرسيبوت أكان ميڠانتاركانۑا ڤادا صفات-صفات ياڠ تيلاه ديتيلادانكان أوليه سومبير سناد ياڠ إيا تيريما. ڤروسيس إيني ڤولا ياڠ سيچارا تيداك لڠسوڠ مينجادي بينتيڠ أڬار سيڬالا بينتوك حال-حال نيڬاتيف تيداك ديلاكوكان. تيرماسوك ديأنتااۑا أدالاه راديكاليسمي.
Pesantren and the Appreciation of Religious Moderation Sufyan Syafi'i
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 8 No 02 (2022): Pesantren, Manuskrip dan Jejak Ulama Nusantara
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3884.156 KB) | DOI: 10.51925/inc.v8i02.68

Abstract

The Pesantren continues to be highlighted as an Indonesian Islamic religious institution. It is highlighted as both an example for education and the harmful issues that are frequently directed towards it. Pesantren Islamic boarding schools are challenged to continue operating in the rapidly changing times. Not only the change in flexibility of teaching methods, but existing values also need to have their meaning enhanced. Religious moderation that offers the concept of value at various points can help to strengthen the pesantren's sense of identity. Through implementation theory-based evaluation, this study tries to measure how well this form of implementation can address and resolve current issues. This paper also aims to offer some reflections on which points can be used as references in formulating policies to promote the value of religious moderation, particularly in the administrative area and impulsivity. In term of quantitative, there have been many forms of study that have discussed the implementation of religious moderation, however, it is rare to find a form of reflection writing that can serve as a space for respite to map the growing problems in the field. This dialogical paper makes use of a qualitative descriptive-analytic database. Abstrak Pesantren terus dinilai sebagai lembaga keagamaan Islam Indonesia. Hal ini sebagai contoh untuk pendidikan dan isu-isu miring sering diarahkan padanya. Pesantren ditantang untuk tetap berjalan di zaman yang berubah dengan cepat. Tidak hanya perubahan metode pengajaran yang fleksibel, tetapi nilai-nilai yang ada juga perlu ditingkatkan maknanya. Moderasi beragama yang menawarkan konsep nilai di berbagai titik dapat membantu memperkuat rasa identitas pesantren. Melalui evaluasi berbasis teori implementasi, penelitian ini mencoba mengukur seberapa baik bentuk implementasi ini dapat mengatasi dan menyelesaikan masalah saat ini. Tulisan ini juga bertujuan untuk menawarkan beberapa refleksi yang poin-poinnya dapat dijadikan acuan dalam merumuskan kebijakan untuk mengedepankan nilai moderasi beragama, khususnya di wilayah administrasi dan impulsif. Dari segi kuantitatif, sudah banyak bentuk kajian yang membahas pelaksanaan moderasi beragama, namun jarang ditemukan bentuk penulisan refleksi yang dapat menjadi ruang jeda untuk memetakan permasalahan yang berkembang di lapangan. Makalah dialogis ini menggunakan basis data deskriptif-analitik kualitatif.