Articles
KANDUNGAN BEBERAPA LOGAM BERAT DI PERAIRAN PESISIR TIMUR PULAU BATAM
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.701 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v2i3.224
Untuk mengetahui dan mengantisipati pungaruh peningkatan berbagai kegiatan di pulau Batam terhadap kandungan logam berat di perairan pesisir timur pulau Batam yang sebagiannya diperuntukan bagi pengembangan pariwisata dan rekreasi maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa berdasarkan beberapa paramater logam berat yang dikandungnya seperti Cr, Pb dan Cd, perairan pantai pesisir timur pulau Batam secara umum tidak memenuhi persyaratan untuk pengembangan pariwisata dan rekreasi.
STATUS DAN KARAKTERISTIK PENCEMARAN DI WADUK KASKADE CITARUM
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.248 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v2i2.215
Sungai Citarum yang memiliki 3 waduk dan berfungsi sangat multiguna;diindikasikan telah tercemar limbah organik dan logam berat. Mengingatpencemaran tersebut dapat mengakibatkan hilangnya fungsi air sungai/waduk sebagai bahan baku air bersih, wisata dan media budidaya ikan dengan KJA maka informasi mengenai status pencemaran yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya sangat diperlukan. Untuk memberikan informasi yang benar dan ilmiah tentang status dan karakteristik pencemaran di waduk kaskade Citarum itulah paper ini disusun.Hasil analisis terhadap data yang ada mengungkapkan bahwa WadukSaguling tercemar berat oleh limbah anorganik dan organik yang berturut-turut berasal dari limbah industri dan, pemukiman . Waduk Cirata tercemarberat oleh limbah organik, yang utamanya dari limbah perikanan KJA yangberoperasi didalamnya. Waduk Juanda tercemar limbah organik dari KJAyang beroperasi Cirata dan Juanda. Kesimpulan mengenai tingkat dansumber pencemaran yang berbeda di ketiga waduk ini, selain akan bergunadalam perencanaan pengelolaan waduk-waduk tersebut, juga sangat menarik karena selama ini penyebab pencemaran organik di waduk dan sungai hanya dialamatkan pada limbah pemukiman dan industri, sedangkan limbah KJA diabaikan.
DAYA TAHAN BEBERAPA ORGANISME AIR PADA PENCEMAR LIMBAH DETERJEN
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.901 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v1i3.183
Saat ini deterjen telah digunakan secara luas oleh masyarakat, sehingga limbahnyapun tersebar di setiap badan air. Limbah yang kadangkala nampak sebagai buih-buih putih tersebut dipastikan mempunyai dampak negatif terhadap organisme air. Untuk mengetahui daya tahan organisme air terhadap limbah deterjen tersebut maka dilakukan penelitian ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa setiap organisme air mempunyai daya tahan yang berbeda terhadap limbah deterjen “rinso”. Pada penelitian ini terungkap bahwa terhadap limbah deterjen rinso larva Culex sp memiliki daya tahan yang lebih baik daripada Daphnia carinata dan Chironomus sp. Hal ini tercermin dari kenyataan bahwa dalam waktu 38 jam; 50% larva Culex sp masih bertahan dalam media dengan rinso terlarut 4 x 102 ppm; Daphnia carinata dalam media dengan rinso terlarut 102 ppm dan Chironomus sp hanya dalam media dengan rinso terlarut 10-1 ppm.
DINAMIKA KUALITAS DAN KELAYAKAN AIR WADUK SEI HARAPAN UNTUK BAHAN BAKU AIR MINUM
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.608 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v4i1.270
Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang sangat besar untukpembangunan P. Batam, Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau(OPDIP) Batam telah membangun 6 buah waduk untuk menampung air hujan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air dan kelayakan salah satu waduk tersebut yakni waduk Sei Harapan untuk menjadi bahan baku air bersih. Penelitian ini mengungkapkan bahwa mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 tahun 1990 tentang pengendalian pencemaran air; maka air waduk Sei Harapan termasuk masuk sumber air “golongan B” yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga. Air tersebut tidak dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan lebih dahulu (Golongan A) karena beberapa konsentrasi parameter logam berat, terutama kromium (Cr); kadmium (Cd); dantimbal (Pb) pernah termonitor lebih besar dari baku mutu air golongan A pada PP tersebut diatas. Guna menghindari dampak negatif dari logam-logam berat tersebut diatas maka disarankan agar sumber-sumber yang menjadi penyebabnya dikaji, dan kemudian dipikirkan cara menanganinya. Pengelola unit pengolahan air perlu memberi perhatian khusus pada logam-logam berat tersebut sehingga hasil pengolahan benar-benar bebas dari logam tersebut.
KELAYAKAN AIR WADUK MUKAKUNING DI P. BATAM UNTUK BAHAN BAKU AIR MINUM
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.874 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v2i1.198
Telah diketahui bahwa tanah pulau Batam relatif sulit untuk meresapkan air,sehingga air hujan yang jatuh sebagian besar mengalir dipermukaan tanah,masuk sungai dan terbuang ke laut. Oleh karena itulah maka untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau (OPDIP) Batam membangun waduk-waduk untuk panampung air hujan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber utama bahan baku air bersih. Untuk mengetahui kualitas air waduk Sei Mukakuning dan kelayakannya sebagai bahan baku airbersih maka penelitian ini dilakukan.Penelitian ini mengungkapkan bahwa air W.S. Mukakuning tidak dapatdimanfaatkan secara langsung karena konsentrasi beberapa parameter; yakni deterjen, kromium, kadmium dan timbal melebihi konsentrasi baku mutu air golongan A pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 tahun 1990.Meskipun demikian air tersebut masih layak dijadikan sumber bahan baku airminum karena memenuhi ketentuan baku mutu air golongan B. Penulismenyarankan agar dilakukan pengkajian terhadap penyebab tingginya konsentrasi parameter-parameter tersebut, dan dalam mengolah air tersebut WTP Mukakuning perlu memberikan perhatian khusus pada parameter-parameter tersebut.
BEBAN PENCEMARAN LIMBAH PERIKANAN BUDIDAYA DAN YUTROFIKASI DI PERAIRAN WADUK PADA DAS CITARUM
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.309 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v3i2.244
Di waduk-waduk. yang ada di badan air sungai Citarum khususnya waduk Saguling, Cirata dan Juanda; perikanan budidaya dengan keramba jaring apung (KJA) berkembang sangat pesat; sehingga diduga telah melebihi daya dukung badan air waduk dan limbahnya telah mengancam keberlanjutan perikanan budidaya tersebutPada periode 5 tahun terakhir, setiap tahunnya KJA di waduk. Saguling diperkirakan menghasilkan limbah sebesar 29.868.750 kg organik yang mengandung 1.359.028 kg•N dan 214.059 kg•P; di Cirata sebesar 145.334.000 kg organik yang mengandung 6.611.787 kg•N dan 1.041.417 kg •P, dan Saguling sebesar 14.492.250 kg organik yang mengandung 659.397 kg•N dan 103.861kg•PDekomposisi limbah organik tersebut, selain secara langsung menurunkan konsentrasi oksigen terlarut dan menghasilkan gas-gas lain yang dapat membahayakan kehidupan organisme lain, termasuk ikan; juga meng-hasilkan nutrien yang dapat menyebabkan yutrofikasi dan mengakibatkan pertumbuhan fitoplankton secara berlebihan (blooming). Gejala tersebut telah nampak dimana dilaporkan bahwa kepadatan fitoplankton di waduk. Cirata adalah antara 44,80-62,28 x 106 sel•l-1; Saguling antara 19,03-25.39 x 106 sel•l-1 dan Juanda antara 20.04-50.42 x 106 sel•l-1Jika "blooming" ini terus berlanjut karena sumber pencemar tidak mampu dihentikan maka badan air waduk akan didominasi oleh “blue green algae” seperti microcystis sp dan dimasa datang satu demi satu ke tiga waduk. yang ada di DAS Citarum akan berubah menjadi “comberan raksasa” yang di saat ada sinar matahari perairan menjadi hijau pekat berlendir menjijikan, dan disaat mulai gelap disana sini timbul gelembung-gelembung gas.
CONTRIBUTION OF THE ORGANIC WASTE FROM FISH CULTURE ON THE DEGRADATION OF WATER QUALITY OF RESERVOIR CIRATA
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (52.308 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v7i3.395
Cirata is one of three reservoirs lay in Citarum River, where the waterbody is used to fish culture in floating net. Lately, one or two times in ayear, fish in the floating n die massly because of the water quality ofet reservoirs have worsen, which resulted from the entering of organicpollutant from human being activities in and outside of the Reservoir. Thispaper is written to reveal contribution of organic waste from fish culture infloating net represented human being activities inside of the Reservoir onthe worsening of water quality Cirata. The result revealed that theReservoir Cirata continually has been polluted by organic waste, whichgradually resulted in the worsening of water quality indicated byincreasing chemical oxygen demand (COD) and concentration ofchlorophyll-a (Chl-a), and decreasing secchi disk. This study indicatedthat on 1997, fish culture using floating net (internal loading) in ReservoirCirata contribute the nutrient three times than domestic and agriculture(external loading). This situation is guessed still going on hitherto,therefore the reservoir become very hypertrophic, as giant cesspools, andresulted in death of fish massly.
DISTRIBUSI BAHAN ORGANIK DI BENDUNGAN CIRATA
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Hidrosfir Indonesia Vol 4, No 3 (2009)
Publisher : Jurnal Hidrosfir Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
It has been widely known that the Cirata reservoir has beenheavily polluted by waste from aquaculture and Industry. Thisresearch was conducted to determine the spread of organic matterin the waters of the Cirata reservoir The result revealed that Cirata reservoir has heavily pollutedby organic waste, so since the year 1997 has become a hypertrophicwaters, and until the year 2003 the situation has not changed. If thepollutant load is not also decrease the Cirata reservoir feared wouldturn into "a the biggest cesspool in the world. that will create variousnegative impacts, like the mass death of fish culture whichsometimes have occurred in Cirata reservoir. Organic matter (pollutant) in dam Cirata water bodiesdominated by dissolved organic matter with a range between 68,2-84,2 percent. Organic matter in the inlet water (derived from B.Saguling) tend to be greater than in the water at the outlet so thatimplied that some organic matter carried in water S. Citarum weresedimentated and decomposed in Cirata reservoir. Fraction of life particle organic matter in total organic matterin the water in the Cirata reservoir and outlets tend to be larger thanthe water in the inlet which entering water from Saguling reservoir.
KUALITAS AIR DAN DINAMIKA FITOPLANKTON DI PERAIRAN PULAU HARAPAN
Soetrisno, Yudhi
Jurnal Hidrosfir Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Hidrosfir Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.842 KB)
This research was conducted to known water quality and phytoplankton dynamics in the coastal of Harapan island. The research reveal that during the period of research the coastal water of Harapan island was an olygotrophic withphytoplankton density about 654,7-1.745 cells/ml. The phytoplankton community in November was dominated by Thalassionema sp. (303.64 cells/ml); in 10 December was by Pseudonitzchia sp (117,7 cells/ml); in 7 January was byChaetoceros sp (218 cells/ml), in 28 January was by Trichodesmium sp; (727,3cells/ml) and in 22 April was by Chaetoceros sp. (775.8 cells/ml). It have to payattention to the dominating phytoplankton community by Pseudonitzchia sp andTrichodesmium sp due to their bloom will create negative impact to otherorganisms and ecosystem stability.
UJI BOD, INDIKATOR KEKUATAN LIMBAH YANG MASIH BERMASALAH
Yudhi Soetrisno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.854 KB)
|
DOI: 10.29122/jtl.v1i1.168
Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (BOD) adalah salah satu parameter kualitas limbah yang banyak digunakan untuk memprakirakan kekuatan suatu limbah mencemari calon badan air penerimanya, bahkan sering digunakan untuk memprakirakan status pencemaran suatu badan air. Dengan demikian BOD mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha untuk mempertahankan daya guna suatu ba:dan air. Benarkah parameter BOD sehebat itu atau pantaskah uji BOD diperankan sebesar itu. Paper ini berusaha menguraikan dan mengkaji tentang kelebihan dankelemahan uji BOD, dan hasilnya mengisaratkan bahwa sebagai parameterkualitas limbah, BOD tidak banyak memiliki kelebihan dari parameter lainnyakecuali kepraktisan yang bisa menyesatkan. Oleh karena itu maka sebenarnya uji BOD belum dapat digunakan sebagai alat meneliti, namun justru masih harus dijadikan bahan penelitian; atau harus diteliti. Akhirnya untuk menentukan kekuatan limbah dilapangan penggunaan COD (kebutuhan oksigen kimiawi) lebih disarankan.