Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Penggunaan Media Sosial Facebook bagi Remaja Laki – Laki dalam Menjalin Hubungan Pacaran Haris Muhammad; Irwansyah
Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Vol 10 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/translitera.v10i1.1299

Abstract

Studi ini membahas tentang penggunaan media sosial facebook bagi remaja laki-laki dalam menjalin hubungan pacaran. Teori utama yang digunakan yaitu Teori Pengurangan Ketidakpastian terkait konsep interaksi awal ketika awal pertemuan antar individu. Dalam teori pengurangan ketidakpastian, terdapat tiga alasan bahwa seseorang akan meningkatkan perhatian yang diberikan pada tindakan orang lain: insentif, penyimpangan, dan interaksi di masa depan. Yang pertama adalah ketika seseorang mengharapkan bahwa orang lain akan memberikan informasi yang berguna atau bentuk penghargaan lainnya. Yang kedua terjadi ketika seseorang bertindak dengan cara yang menyimpang. Terakhir, kemungkinan interaksi di masa depan dengan orang lain juga meningkatkan seberapa dekat kita memantau perilaku mereka untuk mengurangi ketidakpastian. Teori Pengurangan Ketidakpastian dipilih karena merupakan teori yang dapat diimplementasikan ketika telah terjadi interaksi awal dengan orang lain yang dipandu oleh komunikasi antar individu. Pendekatan kualitatif bersifat eksploratif yang dipakai dalam studi ini dan metodologi yang digunakan melalui wawancara mendalam. Hasil dari Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahwa teori pengurangan ketidakpastian merupakan kerangka teoritis yang tepat untuk memahami peran Facebook dalam hubungan asmara remaja. Hasil menunjukkan bahwa pengurangan ketidakpastian aktif dikaitkan dengan strategi pengurangan ketidakpastian pasif dalam hubungan romantis seperti pemantauan online, ini sepenuhnya sesuai dengan rumusan teori pengurangan ketidakpastian
Media Sosial, Demokrasi, dan Penyampaian Pendapat Politik Milenial Di Era Pasca-Reformasi Rahkasiwi Dimas Susanto; Irwansyah
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2021): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v9i1.3249

Abstract

ABSTRACT Millennials in Indonesia are a generation that grew up in the post-reform era and technological advancements. The presence of social media as a social network that is loved by millennials in Indonesia creates a new culture and culture in the midst of society. In a democracy culture and freedom of speech are important factors. By using phenomenological methodology, this study will understand the role of social media, and freedom in expressing opinions to millennials. This includes bucking a new trend in which social media has become a medium for conveying public voices and aspirations nowdays. Keyword: Social Media, Freedom of Speech, Millennials ABSTRAK Milenial di Indonesia merupakan generasi yang tumbuh pada era pasca-reformasi dan kemajuan teknologi. Hadirnya sosial media sebagai jaringan sosial yang digandrungi generasi milenial di Indonesia menciptakan budaya dan kultur baru di tengah-tengah masyarakat. Dalam Demokrasi budaya dan kebebasan dalam menyampaikan pendapat menjadi faktor penting. Dengan menggunakan metodologi fenomenologi, penelitian ini akan memahami bagaimana peran sosial media, dan kebebasan dalam mengemukakan pendapat pada generasi milenial. Termasuk juga mengunggap tren baru di mana sosial media telah menjadi medium dalam menyampaikan aspirasi maupun suara publik dewasa ini. Kata Kunci: Media Sosial, Kebebasan Berpendapat, Milenial
Pengaruh Inovasi Crowdfunding Terhadap Keputusan Berdonasi Safira Hasna; Irwansyah
Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2019): Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Publisher: Fakultas Ilmu Komputer, Institution: Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.071 KB) | DOI: 10.31849/digitalzone.v10i2.2719

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh inovasi crowfunding terhadap keputusan berdonasi pada platform crowdfunding Kitabisa.com. Penelitian menggunakan teori difusi inovasi serta konsep-konsep mengenai crowdfunding, masalah sosial, dan donasi. Penelitian menggunakan paradigma positivis dan pendekatan kuantitatif, dengan melakukan survey kepada donatur Kitabisa.com. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan parameter proporsi P yaitu 96 orang yang pernah melakukan donasi di Kitabisa.com melalui kuesioner yang dibagikan secara online (googleform). Data yang didapat dianalisis menggunakan regresi linear untuk melihat seberapa besar pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh inovasi crowdfunding terhadap keputusan berdonasi sebesar 18,2%. Inovasi teknologi membuat kemudahan dalam melakukan donasi, namun kampanye pesan juga perlu mendapatkan perhatian khusus untuk membangun kepercayaan sehingga membuat masyarakat melakukan kegiatan donasi. Kata kunci: Crowdfunding, Donasi, Difusi Inovasi, Kitabisa Abstract The objective of this research is to know the influence of crowdfunding innovation on the decision to donate to crowdfunding platforms Kitabisa.com. These are logical frameworks in this research, such as diffusion of innovation theory, crowdfunding, social problems, and donations. This research used the paradigm of positivism and quantitative approach by conducting an online survey from the donor Kitabisa.com. The sample was selected using purposive sampling with parameter P proportions of 96 people who had made a donation at Kitabisa.com. The data were analysed using linear regression to see the influence between variables. The result of the research showed there was an impact of crowdfunding innovation on the decision to donate is 18.2%. Technological innovation makes it easy to make donations, but more attention has to be given to message campaign which is also essential to build trust so people can make donations. Keywords: Crowdfunding, Donation, Diffusion innovation, Kitabisa
PERANAN TEKNOLOGI AUDIOVISUAL DALAM FENOMENA HALLYU SEBAGAI BUDAYA DAN GAYA HIDUP REMAJA DI JAKARTA Monique Fiolitha M.T; Irwansyah
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.949 KB) | DOI: 10.22437/titian.v4i2.10705

Abstract

Kebudayaan Korea dengan mudah melebarkan sayapnya ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Proses penyebaran budaya Korea ini dinamakan Hallyu atau Gelombang Korea. Terpaan demam Korea terjadi melalui jalur hiburan seperti musik, drama, dan film. Sehingga, munculnya Hallyu di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan teknologi audiovisual. Tujuan penelitian ini mau melihat pemanfaatan teknologi audiovisual dalam merebaknya Hallyu sebagai budaya populer dan gaya hidup remaja di Indonesia. Penelitian menggunakan teori Uses and Gratification, yang menjelaskan bagaimana remaja secara aktif mencari dan menggunakan media untuk mendapatkan informasi. Peneliti memakai metode kualitatif deskriptif dengan desk review atau desk research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja penggemar Korea di Jakarta sangat dipengaruhi oleh teknologi. Melalui media audiovisual, pihak Korea secara gencar memberi asupan mengenai kebudayaan mereka lewat K-drama dan K-pop. Para remaja penggemar Korea ini mulai mengikuti budaya dan gaya hidup orang Korea. Peran orang tua sangat penting agar bisa memberikan arahan dan pedoman kepada anak remajanya untuk menghidari dampak buruk.   Kata Kunci: K-Pop, Determinasi Teknologi, Komunikasi, Audio Visual, Uses and Gratification theory
Telaah literatur terhadap perkembangan social network sites (sns) sebagai sarana dan strategi pemasaran Jauza Alayya; Gendis Ayu Putri; Yashinta Sekarwangi; Irwansyah
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.793 KB) | DOI: 10.25139/jkp.v6i4.4543

Abstract

Meningkatnya penggunaan sosial media tidak hanya memberikan perubahan pandangan khalayak terhadap internet namun juga mengubah bagaimana khalayak berkomunikasi dan berinteraksi. Dalam hal ini, Social Network Sites (SNS) seperti Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan lain sebagainya memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam berbagai industri khususnya pemasaran (marketing). Dengan meningkatnya pengguna SNS, strategi pemasaran beralih ke digital - digital marketing. Hal ini menyebabkan pelaku bisnis harus melakukan adaptasi melalui ekspansi strategi. Dengan demikian, studi penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode telaah literatur terhadap pemanfaatan SNS oleh industri sebagai sarana dan strategi pemasaran suatu produk melalui electronic word-of-mouth (eWOM), periklanan, serta membangun relasi dengan konsumen. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi eWOM dan periklanan pada SNS merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan citra dan minat beli konsumen akan suatu produk. Walaupun tidak jauh berbeda dengan hasil dari telaah literatur pada beberapa jurnal yang dipilih namun dapat dilihat bahwa kedua strategi memiliki pandangan yang sejajar bahwa SNS menjadi medium yang paling populer saat ini dimana kehadirannya terbukti dapat meningkatkan keterlibatan konsumen dalam membangun citra terhadap suatu produk. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian terkait SNS dan digital marketing sehingga institusi, perusahaan, aktor terkait, dan pemangku kepentingan yang bergerak di industri pemasaran dapat menggunakan penelitian sebagai pertimbangan dalam mengembangkan strategi komunikasi pemasaran yang terintegrasi pada era saat ini. Walaupun SNS menjadi topik populer dalam setiap pembahasan, studi penelitian terkait dengan engagement konsumen dan komunikasi eWOM dan iklan pada SNS masih tergolong terbatas. Dengan demikian, penelitian ini dibuat untuk melengkapi gap tersebut.
Exploring Co-Presence in Virtual Work: A Literature Review Sarwesti; Nanda Amalia Putri; Martina Piranti; Dian Ariani; Irwansyah
PERSPEKTIF Vol. 12 No. 4 (2023): PERSPEKTIF, October
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v12i4.9828

Abstract

In recent decades, virtual work has emerged as a prominent paradigm in the world of employment. Within discussions surrounding virtual work, the concept of co-presence has garnered significant attention. Co-presence facilitates virtual workers to feel integrated into their teams and fosters relationships with colleagues. This research undertakes a comprehensive literature review to delve into the concept of co-presence, its crucial determinants, and the implications it holds. A total of 34 journal articles were scrutinized for inclusion based on their alignment with the research topic. The synthesis of these studies reveals that co-presence plays a pivotal role in supporting virtual work. Furthermore, the alignment of co-presence technology with job characteristics emerges as a critical consideration to ensure technology enhances rather than hinders productivity.
MEMAHAMI MASYARAKAT DAN PERSPEKTIFNYA Donny Prasetyo; Irwansyah
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2019 - Mei 2020)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v1i1.253

Abstract

Secara umum Pengertian Masyarakat adalah sekumpulan individu-individu yang hidup bersama, bekerja sama untuk memperoleh kepentingan bersama yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat berasal dari bahasa inggris yaitu "society" yang berarti "masyarakat", lalu kata society berasal dari bahasa latin yaitu "societas" yang berarti "kawan". Sedangkan masyarakat yang berasal dari bahasa arab yaitu "musyarak". Pengertian Masyarakat dalam Arti Luas adalah keseluruhan hubungan hidup bersama tanpa dengan dibatasi lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan Pengertian Masyarakat dalam Arti Sempit adalah sekelompok individu yang dibatasi oleh golongan, bangsa, teritorial, dan lain sebagainya. Pengertian masyarakat juga dapat didefinisikan sebagai kelompok orang yang terorganisasi karena memiliki tujuan yang sama. Pengertian Masyarakat secara Sederhana adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi atau bergaul dengan kepentingan yang sama. Terbentuknya masyarakat karena manusia menggunakan perasaan, pikiran dan keinginannya memberikan reaksi dalam lingkungannya.
Adopsi dan Penerimaan Teknologi AI: Tinjauan Sistematis Berdasarkan Model UTAUT Novia Anggi R.; Inas Ulfa Hapsari; Irwansyah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.327

Abstract

This study uses the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) developed by Venkatesh et al. (2003), as a perspective to understand the factors that influence the acceptance of Artificial Intelligence (AI) technology in various aspects of life. This model has been used in various studies to analyze the behavioral intentions of technology users. The method in this study is a literature review, by selecting and analyzing 30 accredited scientific journals published between 2019 - 2025. This study aims to analyze the acceptance and implementation of AI technology and its implications for communication dynamics. The results of the study have important implications for AI technology being accepted and implemented in various sectors. The suggestion that can be offered through this study is to develop strategies to overcome obstacles that may be encountered in the process of technology acceptance and adaptation. One concrete step that can be taken is to provide training or provision aimed at technology users.Keywords: Artificial Intelligence, UTAUT, Technology acceptance, Technology adoption, Systematic literature review.
Technology Acceptance in AI-Mediated Communication: A Systematic Literature Review Octavianus Bima Archa Wibowo; Fanny Octafiani; Irwansyah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5881

Abstract

This study investigates how AI is accepted within human communication, using the Technology Acceptance Model (TAM) as a guiding framework. While TAM has been widely applied in fields such as e-commerce and healthcare, its application in AI-mediated communication (AI-MC) remains limited. This research aims to synthesize current research, identify dominant variables, and examine conceptual and methodological gaps in TAM’s use within AI communication contexts. Specifically, it seeks to explore how TAM has been applied to explain user interaction with AI as a communicative agent, rather than merely as a functional tool. Methods: A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA 2020, which ensured a transparent and structured review process. A total of 158 eligible articles published between 2015 and 2024 were analyzed using narrative synthesis and bibliometric mapping. The findings show that TAM’s core constructs perceived usefulness, perceived ease of use, and behavioral intention remain dominant but are often insufficient to explain the social, emotional, and ethical dimensions of AI as a communicative partner. The results highlight the growing importance of additional factors such as trust in AI, perceived agency, transparency, and emotional appropriateness. The review also reveals an over-reliance on quantitative methods, with limited integration of communication theory. Conclusion: As a result, a new conceptual framework is proposed that integrates TAM with human communication concepts, emphasizing co-constructed meaning, social presence, and ethical interaction. This study concludes that understanding AI acceptance in communication requires an interdisciplinary model that goes beyond technical functionality to consider human-AI relational dynamics.
Intrusi Personalisasi Algoritmik dalam Pemasaran Mobile AI: Distorsi Privasi dan Resistensi Konsumen Dicky Mardona; Yora Wirangi; Irwansyah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64343

Abstract

Perkembangan mobile AI telah memperluas kapasitas personalisasi algoritmik dalam periklanan digital, tetapi sekaligus menimbulkan persoalan privasi, transparansi, dan kepercayaan. Namun, literatur tentang isu ini masih tersebar pada berbagai fokus teknis, hukum, dan pemasaran, sehingga relasi antara manfaat personalisasi, intrusi privasi, dan resistensi konsumen belum terpetakan secara konseptual. Tinjauan sistematis ini bertujuan mensintesis literatur empiris untuk menata ulang personalisasi algoritmik sebagai persoalan komunikasi, bukan semata isu teknis. Mengacu pada PRISMA 2020, pencarian sistematis dilakukan di basis data Scopus dan dilengkapi citation snowballing, menghasilkan 30 artikel jurnal internasional. Data diekstraksi menggunakan matriks konseptual dan dianalisis melalui sintesis naratif tematik, dengan pemetaan bibliometrik awal menggunakan VOSviewer. Hasil kajian menunjukkan bahwa personalisasi yang invasif dan tidak transparan mendistorsi kalkulus privasi, memicu resistensi dan kelelahan algoritmik, serta menurunkan kepercayaan merek. Secara teoretis, studi ini memperluas Teori Kalkulus Privasi agar lebih peka terhadap asimetri informasi, otomatisasi keputusan, dan logika prediktif dalam ekosistem AI. Secara praktis, pemasar perlu mengurangi penargetan mikro manipulatif dan mengutamakan persetujuan eksplisit, transparansi, serta kendali pengguna.