Soepri Tjahjono Moedji Widodo
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMK BINATAMA SLEMAN Soepri Tjahjono Moedji Widodo
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2016): June
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v1i2.116

Abstract

Pendidikan sebagai proses mengubah tingkah-laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yangmampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar di manaindividu itu bearada. Pendidikan tidak hanya mencakup pengembangan intelektualitas saja, akantetapi lebih ditekankan pada proses pembinaan kepribadian anak didik secara menyeluruh sehinggaanak menjadi lebih dewasa dalam konteks hidupnya sebagai pribadi maupun hidup dalammasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas model pembelajaran valueclarification technique dalam pendidikan kesehatan reproduksi di SMK Binatama Sleman. Jenispenelitian dalam penelitian ini yaitu eksperimen (experimental research). Metode yang digunakanadalah quasy eksperiment design menggunakan rancangan penelitian post-test only control groupdesign. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis padapenelitian ini menggunakan independent sampel t-test. Berdasarkan analisis independent sampel ttestmenunjukkan nilai sig 0,037 < α (0,05) dan t hitung 2,119 > t-tabel (1,658). Nilai rata-rata dariModel Pembelajaran value clarification technique yaitu 73,22, dan nilai rata-rata dari ceramahyaitu 69,65. Serta mean difference sebesar 3,57. Model pembelajaran value clarification techniqueefektif dalam pendidikan kesehatan reproduksi di SMK Binatama Sleman.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN METODE PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA MATA KULIAH KOMUNIKASI DAN KONSELING MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN SEMESTER II UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA Soepri Tjahjono Moedji Widodo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.655 KB) | DOI: 10.35842/mr.v9i4.48

Abstract

Proses pembelajaran yang dilakukan merupakan aktivitas transformasi pengetahuan, sikap dan keterampilan. Pembelajaran yang dilakukan harus lebih berpusat pada siswa, sehingga siswa ikut terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan mendapatkan hasil belajar yang optimal. Indikator hasil belajar kognitif biasa disebut sebagai prestasi belajar (out put) peserta didik. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen yang menggunakan desain Static Group Comparasion. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara proposional random sampling. Populasi penelitian berjumlah 210 orang dan sampelnya adalah mahasiswa kelas A.92 (kelas kontrol) yang diberikan Pembelajaran Metode Problem Based Instruction dan mahasiswa kelas A.95 (kelas eksperimen) menggunakan metode ceramah. Pada akhir pembelajaran kedua kelas dievaluasi dengan soal post test kemudian dilakukan editing, scoring, coding, transfering, tabulating. Metode pengujian hipotesis yang digunakan adalah independent sample t-test (uji-t) Hasil Penelitian : Hasil post test didapatkan nilai tertinggi dan terendah dari kelas eksperimen secara berturut-turut adalah 85 dan 65 dengan mean/rata-rata 75, modus (nilai yang sering muncul) 73 sebanyak 20 mahasiswa serta standar deviasi 16.76542, sedangkan untuk kelas kontrol secara berturut-turut adalah 77 dan 53 dengan rata-rata nilai 65, modus 52 sebanyak 18 mahasiswa serta standar deviasi 10,13516.  Hasil uji hipotesis menggunakan α = 0,05 dan df = 60 didapat tα/2=2,000 dan tα = 1,67. Karena thitung = 0,314 < tα/2 = 2,000 maka Ho diterima artinya terdapat perbedaan signifikan pada efektivitas pembelajaran Komunikasi dan Konseling dengan menggunakan Pembelajaran Metode Problem Based Instruction ditinjau dari hasil belajar mahasiswa dan karena thitung=0,284< tα= 1,67 maka Ho diterima, artinya pembelajaran Komunikasi dan Konseling pada pokok bahasan Mendengar Aktif dengan menggunakan Pembelajaran Metode Problem Based Instruction lebih efektif daripada pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah.Kesimpulan : Pendekatan Pembelajaran Metode Problem Based Instruction memiliki nilai rata-rata lebih tinggi daripada pendekatan metode ceramah. Ada perbedaan keefektivitasan antara pendekatan Pembelajaran Metode Problem Based Instruction dan ceramah.   Kata Kunci : Pembelajaran Metode Problem Based Instruction, ceramah
PERSEPSI TENTANG PENGAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI Soepri Tjahjono Moedji Widodo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.058 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.51

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi pada wilayah aplikasinya merupakan penerjemahan dari pemenuhan akan hak kesehatan reproduksi remaja. Pada 12 hak kesehatan reproduksi remaja yang ditelorkan dalam dokumen ICPD di Kairo 1994, point 1 menyebutkan bahwa remaja berhak mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi. Pemberian pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah memiliki peran yang sangat signifikan, karena sekolah menjadi tempat anak-anak untuk menjadi anggota masyarakat.Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, yang pada analisisnya menggabungkan data berupa angka dengan narasi diskriptif.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ganbaran kebutuhan profil pengajar dan metode pembelajaran dalam pendidikan kesehatan reproduksi.Hasil yang didapat bahwa guru dalam mengajar pendidikan kesehatan reproduksi harus friendly metode pembelajaran dilakukan secara non konvensional. 
ANALISIS KENDALA DAN KEBUTUHAN REMAJA AKAN LAYANAN DAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Soepri Tjahjono Moedji Widodo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.831 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i1.47

Abstract

Remaja masih menghadapi kendala kebijakan dan hukum dalam mengakses jenis layanan kesehatan reproduksi ini. Kendala lain adalah  perasaan malu ketika remaja harus  mengakses pelayanan kesehatan reproduksi di klinik, takut kalau akan kehilangan  kepercayaan diri, dan juga anggapan dari para  tenaga medis yang akan menekan remaja secara judgmental. Kendal teknis bisa juga muncul seperti persoalan kesesuaian waktu layanan dengan waktu luang remaja, kurangnya alat transportasi dan biaya yang cukup mahal. Pada diri remaja, rasa takut, cemas dan malu akan menghambat mereka dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi. Hal ini berangkat dari kekurangan pengetahuan tentang kebutuhan mereka sendiri akan kesehatan reproduksi. Dari sini mereka terkadang justru menghindari dari layanan kesehatan reproduksi.Metode penelitian yang dugunakan dengan kombinasi Pendekatan Kuantitif dan Kualitatif. Artinya, data yang sifatnya kuantitif, yang diambil dengan angket, diperdalam menggunakan data-data yang sifatnya kualitatif yang digali lewat metode wawancara dan Focus Group Discussion (FGD).Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kesehatan reporduksi remaja secara kuantitaif bisa dikatakan cukup tinggi. Akan tetapi pengetahuan ini masih terbatas pada pengetahuan teoretik dan dalam konteks  yang dihapal saja. Pengetahuan jenis ini tidak banyak berpengaruh pada pola perilaku seksual mereka. Perilaku seksual remaja tercatat cukup mengkhawatirkan dalam hasil analisis kuantitaif. Demikian juga beberapa mitos seksual  masih dipercayai oleh remaja, terutama mitos seputar kehamilan. Ditemukan pula kebijakan yang tidak akomodatif pada kebutuhan remaja akan layanan kesehatan reproduksi ini terutama layanan yang berpihak kepada remaja.