Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Akad Mudhorobah Dalam Meningkatkan Pendapatan Koperasi Konsumen Syariah (KKS) Dewi Fitrotus Sa’diyah
Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.065 KB) | DOI: 10.53429/jdes.v6i2.18

Abstract

Belakangan ini eknomi Islam melalui bank Syariah banyak diminati oleh masyarakat. Ekonomi syariah menjadi alternatif karena dalam prosesnya terdapat prinsip bagi hasil yang imbang, dalam hal ini tidak ada salah satu pihak yang dirugikan. Banyaknya peminat tentu berdampak pada pendirian lembaga keuangan syariah seperti Koperasi Konsumen Syariah di berbagai pelosok desa. Apalagi sifatnya yang fleksibel mampu menciptakan market tersendiri yaitu masyarakat pedesaan atau mereka yang berada di tempat terpencil sekalipun. Dalam ekonomi Islam terdapat Akad mudharabah yaitu akad kerjasama usaha antara dua pihak, dimana pihak pertama (shahibul mal) menyediakan modal sedangkan pihak lainnya sebagai pengelola. Pengelola uang atau dalam hal ini KKS Barokah Tanjunganom berusaha semaksimal untuk meningkatkan pendapatan.
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat (Studi Kasus di BAZ Kabupaten Nganjuk) Dewi Fitrotus Sa’diyah; Bhaswarendra Guntur
Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.267 KB) | DOI: 10.53429/jdes.v7i1.27

Abstract

Zakat merupakan salah satu dari Rukun Islam, maka dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat oleh pemerintah, dibentuklah organisasi pengelolaan zakat yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dikukuhkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris. Dalam pengumpulan data dan bahan hukum, baik primer maupun sekunder, kasus yang dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen-dokumen hukum,sedangkan tekhnik analisis dilakukan secara kualitatif. Susunan Pengurus BAZ Kabupaten Nganjuk terdiri dari Dewan Pertimbangan, Komisi Pengawas dan BadanPelaksana. Dalam hal pengumpulan zakat, hal ini dilakukan oleh UPZ di berbagai instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta, setelah itu disetorkan kepada BAZ Kabupaten Nganjuk untuk didayagunakan. Di BAZ Kabupaten Nganjuk, pendayagunaan hasil penerimaan zakat telah sesuai dengan ketentuan agama yaitu meliputi delapan ashnaf. Di dalam melakukan pengelolaan zakat, badan ini menemui berbagai macam kendala yang dihadapi. Oleh karena itu ada beberapa upaya untuk merespon berbagai masalah yang ada.
EFEKTIVITAS PENERAPAN APLIKASI SIKS-NG UNTUK PENDATAAN BANTUAN SOSIAL BERDASARKAN DTSEN DI DINAS SOSIAL KOTA PASURUAN Safitri, Silfiana; Dewi Fitrotus Sa’diyah
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik memiliki tanggung jawab memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Di tengah tuntutan tata kelola yang semakin modern, pemanfaatan e-government memungkinkan integrasi lintas serta sinkronisasi data secara real time untuk meminimalkan duplikasi dan kesalahan sasaran. Penerapan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG) yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia hadir sebagai instrumen utama dalam pengelolaan bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi SIKS-NG, mengidentifikasi kendala, serta mengkaji dampak kebijakan sentralisasi akses terhadap ketepatan sasaran bantuan sosial di Dinas Sosial Kota Pasuruan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan analisis yang merujuk pada teori Indrajit (2016) melalui tiga elemen utama, yaitu support, capacity, dan value. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta diuji dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIKS-NG telah berjalan cukup efektif dan mampu memperkuat tata kelola data kesejahteraan sosial secara lebih terstruktur dan terdokumentasi. Dukungan kebijakan dan komitmen pimpinan menjadi fondasi penting dalam implementasi sistem ini. Kebijakan sentralisasi akses yang diterapkan sebagai upaya pengendalian justru memunculkan konsekuensi berupa meningkatnya beban administratif yang tinggi bagi operator dinas, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta perlambatan proses pelayanan. Meskipun infrastruktur teknologi relatif memadai dan sistem memberikan nilai administratif berupa peningkatan keteraturan, transparansi, dan kemudahan monitoring, nilai publik seperti kemudahan akses, percepatan layanan, dan ketepatan sasaran masih memerlukan penguatan. Untuk itu, diperlukan penguatan kapasitas SDM, optimalisasi koordinasi, serta strategi desentralisasi terkontrol agar implementasi SIKS-NG lebih berkelanjutan.
Pengaruh Employee Well-Being terhadap Kinerja Guru di Era Bani Dewi Fitrotus Sa’diyah; Zujajatul ‘ilmi
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (May)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i2.828

Abstract

This research is motivated by the increasing complexity of professional demands on teachers in the digital era, which impacts psychological, emotional, and spiritual well-being. An imbalance in employee well-being has the potential to reduce teacher performance and the quality of learning. On the other hand, conventional approaches to human resource management tend not to comprehensively integrate the spiritual dimension, particularly from an Islamic perspective. This study aims to analyze the influence of employee well-being on teacher performance and to examine the role of spiritual well-being as a reinforcing factor in this relationship. The research employs a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected through questionnaires distributed to 120 teachers and analyzed using multiple linear regression. The results show that employee well-being has a positive and significant effect on teacher performance. Furthermore, the spiritual well-being dimension is proven to strengthen the relationship between well-being and performance. These findings indicate that integrating psychological and spiritual aspects into educational human resource management is an important strategy for improving teacher performance sustainably in the digital era
Adaptive Educational Management through PDIA to Enhance Psychological Resilience among Vocational Students Aqilla Yumna Ilma Izzati; Luthfiyah Nurlaela; Dewi Fitrotus Sa’diyah
International Journal of Economics and Management Research Vol. 5 No. 1 (2026): April: International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v5i1.705

Abstract

This study aimed to analyze the application of education governance using the Problem-Driven Iterative Adaptation (PDIA) method to reinforce psychological endurance among vocational secondary school learners. The focus centered on identifying how institutional governance practices respond to learning demands, psychological exposure, and post-pandemic transition barriers within vocational education contexts. The research employed a qualitative case research pattern implemented in three state vocational secondary schools located in East Java, Indonesia. Participants included headmasters, educators, counseling personnel, and learners. Information acquisition was conducted through semi-structured dialogues, instructional monitoring, and file review. Data processing applied thematic interpretation supported by numerical tabulation to capture patterns across institutional practices and learner responses.  Results:  The findings showed that PDIA-oriented governance enabled institutions to recognize context-based psychological issues, formulate stepwise actions, and repeatedly adjust policies. Learners demonstrated growth in emotion control, personal assurance, coping capacity, and learning participation following the implementation of iterative governance practices within school management processes.  Novelty: The originality of this research lies in merging PDIA previously implemented within public administration and educator supervision into institutional education governance. This integration offers a structured governance pathway to methodically reinforce learner psychological endurance within vocational education environments, extending PDIA application beyond its conventional administrative scope.