Hadiama .
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT BERITA PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 13 MAKASSAR Hadiama .
Jurnal Ilmiah Pena: Sains dan Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Pena Volume 8 Nomor 2 November 2016
Publisher : STKIP Pembangunan Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51336/jip.v8i2.65

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menerapkan siklus berulang dan terdiri atas empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan/perlakuan, observasi/ penilaian, dan tahap refleksi atau perenungan. Tujuan yang hendak dicapai melaui PTK ini adalah meningkatkan kemampuan  menulis berita-berita untuk berbagai keperluan siswa-siswi kelas VIII.2 SMP Negeri 13 Makassar Tahun Pelajaran 2012/2013.  Untuk mencapai tujuan tersebut, maka model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kontekstual yang berorientasi pada mekanisme penyusunan berita sederhana secara runtut dan tepat. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, khususnya kemampuan awal menulis berita a untuk berbagai keperluan, maka sebelum perlakuan, diberikan tes awal sebagai diagnosa yang dilanjutkan dengan tes-tes lanjutan setiap selesai satu siklus. Selain hasil belajar berupa data kuantitatif, dicatat pula data-data kualitatif yang diperoleh melalui observasi, angket, dan jurnal catatan guru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kreatif  yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik sesuai prosedur dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan siswa-siswi kelas VIII.2 SMP Negeri 13 Makassar Tahun Pelajaran 2012/2013 menyusun karya ilmiah dengan baik sesuai prosedur ilmaih. Aktivitas pembelajaran juga meningkat yang ditandai dengan tingkat kehadiran siswa yang mencapai rata-rata 98%. Selain itu tingkat partisipasi siswa dalam PBM juga meningkat yang ditandai dengan frekuensi melakukan latihan mandiri yang semakin baik serta dilakukan oleh lebih dari 98% dari total 34 siswa sampel.