Yudiantoro Yudiantoro
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pembelajaran Gerak Dasar Melempar Dan Menangkap Pada Anak Usia 7-10 Tahun Yudiantoro Yudiantoro
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 19, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v19i2.21821

Abstract

Secara umum tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model pembelajaran untuk anak usia 7-10 tahun dengan melakukan gerakan dasar menangkap dan melempar. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang penerapan model pembelajaranuntuk anak berumur 7-10 tahun. Dan mengetahui efektifitas, efisiensi dan minat dan kemampuan anak terhadap model yang dibuat. Penelitian dan pengembangan ini merupakan anak yang berusia 7-10 tahun yang berjumlah 60 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian model ini adalah kuisioner dan instrumen penilaian gerak dasar melempar dan menangkap pada anak usia 7-10 tahun untuk mengumpulkan data pada tahap: (1) analisis kebutuhan; (2) evaluasi ahli (evaluasi produk awal); (3) Ujicoba kelompok kecil; (4) Ujicoba kelompok besar. Uji efektifitas model menggunakan tes kemampuan gerak bagi anak uisia 7-10 tahun dengan melihat peningkatan kemampuan melempar dan menangkap sebelum diterapkannya model pembelajaran yang dibuat. Berdasarkan pengumpulan data yang didapat terdapat peningkatan hasil kemampuan gerak dasar melempar dan menangkap sebelum diterapkannya model pembelajaran total 48,2% dan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran peneliti meningkat menjadi 51,8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Dengan model pembelajaran gerak dasar melempar dan menangkap untuk anak usia 7-10 tahun, anak dapat belajar secara aktif dan mendapat informasi gerakan yang sederhana namun bermanfaat dengan baik. (2) Dengan model pembelajaran yang telah peneliti desain, siswa dapat menstimuluskan gerakan serta aktif dalam mengikuti  proses pembelajaran.