Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT Fielia Aulina; Eka Khairani Hasibuan
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v9i2.7966

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model Numbered Head Together dan Teams Games Tournament. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Sampel dari penelitian ini adalah kelas X-A dan X-B dengan kelas heterogen. Hasil temuan ini menunjukkan: 1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dan Teams Games Tournament, dengan Qhit=3,167 > Qtabel=2,871; 2) terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dan Teams Games Tournament, dengan Qhit=8,189 > Qtabel=2,871; 3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dan Teams Games Tournament pada materi sistem persamaan linear tiga variabel, dengan Fhitung=32,42 > Ftabel=4,12. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa lebih sesuai diajarkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together daripada Teams Games Tournament. Kata Kunci:Kemampuan Pemecahan Masalah, Komunikasi Matematis, Model Pembelajaran Numbered Head Together, Teams Games Tournament Abstract:The purpose of this study was to see the differences in problem solving and mathematical communication skills of students taught using the Numbered Head Together and Teams Games Tournament models. This research is a quantitative research by conducting experiments. The sample of this research is class X-A and X-B with heterogeneous classes. These findings indicate: 1) There are differences in students' mathematical problem solving abilities taught using the NHT and TGT learning models, with Qhit=3,167 > Qtabel=2,871; 2) There are differences in students' mathematical communication skills taught using the NHT and TGT learning models, with Qhit=8,189 > Qtabel=2,871; 3) There are differences in students' problem solving and mathematical communication skills taught using the NHT and TGT learning models on the material of the three-variable linear equation system, with Fhitung=32,42 > Ftabel=4,12. The conclusion of this study explains that the problem solving ability and mathematical communication of students are more suitable to be taught using the NHT learning model than the TGT model Keywords:Problem Solving Skills, Mathematical Communication, Numbered Head Together, Teams Games Tournament Learning
Pengembangan Modul Pencemaran Lingkungan Berbasis Studi Islam Sains Untuk Siswa Madrasah Aliyah/MA Nurul Iman Sukaramai Nova Andriani Hasibuan; Indayana Febriani Tanjung; Eka Khairani Hasibuan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.981

Abstract

Riset ini memiliki tujuan agar dapat mengembangkan bahan ajar tambahan berupa modul sains berbasis studi islam pada materi pencemaran lingkungan, serta menguji kelayakan dan efektifitas modul yang dibuat berdasarkan dari penilaian dan pengembangan (R&D) dengan metode ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah/MA Nurul Iman Suka Ramai. Uji coba dilakukan dalam skala kecil kepada 14 siswa dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket dan tes. Analisis data dilaksanakan dengan deskriptif kualitatif juga kuantitatif. Adapun hasil analisis oleh validator dan guru kelas, modul dapat dinyatakan layak dengan rincian penilaian ahli materi sebesar 76%, ahli media sebesar 80% dan ahli studi islam sebanyak 92,30%. Sementara untuk uji respon siswa dan guru dinyatakan “sangat menarik” dengan masing-masing persentase sebesar 87,6% dan 83,63. Selanjutnya pada uji keefektifitasan modul diperoleh hasil sebesar 0,7 yang bermakna modul terbukti memiliki efektifitas “tinggi”. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan agar pembelajaran IPA dengan memanfaatkan modul bisa menjadi sumber belajar yang praktis serta dapat menarik minat belajar siswa.
Pengembangan Modul Berbasis Paradigma Wahdatul Ulum Bermuatan Literasi Sains Pada Materi Sistem Pencernaan Fadillah Khairani; Indayana Febriani Tanjung; Eka Khairani Hasibuan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar tambahan berupa modul berbasis Wahdatul ulum dengan muatan literasi sains pada materi sistem pencernaan, serta menguji kelayakan dan efektivitas modul yang dikembangkan berdasarkan penilaian validator, guru dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) model 4-D (Analysis,Design,Development and Dissemination). Subjek uji coba dalam penelitian ini siswa kelas XI IPA MAS Al-Mukhlishin Sibuhuan. Uji coba dilakukan dengan teknik random sampling untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas modul yang dikembangkan. Instrumen pengambilan data menggunakan angket dan tes. Analisis data secara deskriptif dan kuantitatif. Berdasarkan validasi ahli dan guru biologi untuk uji kelayakan diperoleh hasil validasi wahdatul ulum secara keseluruhan aspek diperoleh persentase rata-rata sebesar 86,6% dengan kategori sangat layak. Hasil validasi materi diperoleh persentase rata-rata sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Hasil validasi ahli media diperoleh persentase rata-rata sebesar 82,8% dengan kategori sangat layak. Hasil respon peserta didik pada uji coba skala kecil diperoleh persentase rata-rata 89,3% dengan kategori sangat layak. Uji coba skala besar dilakukan untuk mengetahui efektifitas modul yang dikembangkan menggunakan rumus N-Gain Score diperoleh hasil 0,4% dengan kategori cukup. Dengan demikian modul berbasis Wahdatul ulum bermuatan literasi sains pada materi sistem pencernaan sangat layak dan efektif digunakan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Ethnomathematical Analysis of Processing Techniques in Alame and Lemang: Traditional Foods of Padang Lawas Rizki Wahyudi Nasution; Eka Khairani Hasibuan
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 3 (2025): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i3.725

Abstract

Limited student understanding of contextual mathematical concepts remains a key issue in learning. This study aims to identify and analyze mathematical concepts in the preparation of traditional foods Alame and Lemang from Padang Lawas using an ethnomathematics approach. A qualitative descriptive-exploratory method was employed, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña and validated through triangulation and member checking. The results indicate that Lemang preparation involves spatial geometry, geometric transformations, and heat distribution, while Alame applies ratios and proportions of ingredients, traditional measurement, and time and temperature estimation. Both techniques reflect principles of algorithm, order, and efficiency. These findings confirm that traditional culinary practices can serve as contextual mathematics learning media while contributing to the preservation of local culture.
The effect of the project-based learning model on students' mathematics problem-solving abilities Lisa Dwi Afri; Eka Khairani Hasibuan; Putri Anggi Lubis
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v13i1.18086

Abstract

This research aims to investigate the impact of the project-based learning model on students' problem-solving abilities. The study employed a quantitative research methodology with a quasi-experimental design. Specifically, a pretest-posttest control group approach was used. The population under investigation consisted of all students in the Mathematics Education study program at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FITK), UIN North Sumatra Medan. The sampling technique employed cluster random sampling, resulting in 26 students from the PMM-2 class being selected as the experimental group, while 27 students from the PMM-1 class served as the control group. Data collection involved a problem-solving ability test in descriptive form. For hypothesis testing, the independent sample t-test was utilized, preceded by tests to assess normality and homogeneity. The analysis of post-test data revealed a significance value of 0.0000 <
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS Eka Khairani Hasibuan; Nur Atikah Rambe; Syarbaini Saleh
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v10i1.8532

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTs Nurul Iman Tanjung Morawa materi bangun ruang sisi datar dengan menerapkan model discovery learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII I MTs Nurul Iman yang berjumlah 34 siswa. Berdasarkan analisis data pada siklus I rata-rata motivasi belajar siswa adalah 53,1 dan pada siklus II meningkat menjadi 58,4. Adapun rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 71,3 dan pada siklus II meningkat menjadi 81,1. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Kata Kunci:Model Discovery Learning, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika Abstract:This study aims to improve the motivation to learn and the results of learning mathematics students class VIII MTs Nurul Iman Tanjung Morawa material flat face three dimensional by applying model discovery learning. This study is the research action class consisting of the planning, action, observations, and reflection. The subject of this study is students class VIII MTs Nurul Iman Tanjung Morawa that numbered in 34 students. Based on date analysis on the cycle I average motivation to learn of students is 53,1 and on the cycle II increased to 58,4. As an average of the results of learning students in the cycle I was 71,3 and on the cycle II increased to 81,1. Of research result can be concluded that the implementation of the discovery learning can increase the motivation to learn and the results of learning mathematics students in the material flat face three dimensional. Keywords:Discovery Learning Model, Motivation to Learn, Result of Learning Mathematics
Eksplorasi Konsep Geometri dalam Arsitektur Masjid Raya Pematangsiantar melalui Pendekatan Etnomatematika Nur Syahrani; Eka Khairani Hasibuan
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i1.23104

Abstract

Etnomatematika merupakan sebuah pendekatan dalam belajar matematika yang mempertimbangkan elemen kebudayaan di mana matematika itu berkembang dengan cara memahami logika dan sistem matematika yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep geometri digunakan dalam struktur bangunan Masjid Raya Pematangsiantar serta mengungkap makna filosofis yang tersembunyi di dalamnya. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai unsur-unsur matematika yang terdapat pada Masjid Raya Pematangsiantar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data primer dan sekunder yang relevan, guna menelusuri makna filosofi dan nilai budaya yang terkandung dalam arsitektur Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep matematika pada Masjid Raya Pematangsiantar yaitu pada bangunan dan makna filosofis terdapat konsep matematika yaitu setengah bola, tabung, prisma segi delapan, persegi panjang, trapesium, segitiga sama sisi dan translasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan studi etnomatematika dan memperkaya pemahaman pembelajaran matematika berbasis budaya dan keagamaan dalam arsitektur Islam.   Ethnomathematics is an approach to learning mathematics that considers the cultural elements in which mathematics develops by understanding the logic and mathematical systems used. This study aims to explore how geometric concepts are used in the structure of the Pematangsiantar Grand Mosque and to uncover the philosophical meanings hidden within. This study identifies various mathematical elements found in the Pematangsiantar Grand Mosque. The method used in this study is a qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques to collect relevant primary and secondary data, in order to explore the philosophical meanings and cultural values ????contained in Islamic architecture. The results of the study indicate that there are mathematical concepts in the Pematangsiantar Grand Mosque, namely in the building and philosophical meaning there are mathematical concepts such as hemispheres, cylinders, octagonal prisms, rectangles, trapezoids, equilateral triangles and translations. This research is expected to contribute to the development of ethnomathematics studies and enrich the understanding of cultural and religious-based mathematics learning in Islamic architecture.