This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ibn Abbas
Hermansyah Hermansyah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NASIONALISME DALAM PANDANGAN IMAM NAWAWI AL-BANTANI Amoreni Amroeni; Hermansyah Hermansyah
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 1 (2021): APRIL-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i1.11108

Abstract

AbstractIstilah Nasional tergambar dalam beberapa kata, misalnya; Al-qaumiyyah berarti kesukuan, secara etimologi kata al-qaum ini berarti kumpulan orang laki-laki dan perempuan sebagaimana tertulis dalam banyak ayat Alquran, misalnya ucapan para nabi ketika mengajak kaumnya yang diawali dengan kata ya qaumi. Dalam lisan al-Arab disebutkan bahwa kata qaum berasal dari huruf qaf, waw dan mim. Maka jika dilihat dari beberapa perubahannya, qaum, qaumah atau qiyam berarti berdiri, menopang, bertekad dan tegak lurus, kata qawwam berarti melindungi, bertanggung jawab dan memimpin, kata istiqomah berarti lurus, disiplin dan terus menerus kata muqim berarti tempat tinggal dan maqam berarti tempat berdiri atau tempat yang menunjukan derajat seseorang. Maka orang arab memakai kata ini untuk menggambarkan nasionalisme. Hal ini karena jika digabungkan dari derivasi kata qaum ini maka akan membentuk suatu pengertian yang sesuai dengan makna nasionalisme. Kemudian istilah al-Ummah, istilah ini dapat dijumpai pada Piagam Madinah yang dideklarasikan oleh Nabi Muhammad Saw. Dalam Piagam Madinah ini, pengertian ummah beserta cakupan maknanya dipergunakan dalam dua model dengan pasal yang berbeda, yaitu: Pertama, dipakai untuk menyebut komunitas seagama dan Kedua dipakai untuk menyebut komunitas yang pluralistik yang terdiri atas berbagai agama, ras dan suku tetapi tergabung dalam satu kesatuan sosial politik. Maka istilah-istilah tersebut akan menjadi dasar dalam memperkaya cakupan dan bahasan dalam penelitian ini. Manfaat dari penulisan semoga bisa menambah khazanah pengetahun tehadap makna Nasionalisme yang dirangkum dalam perspektif ulama tafsir yang menjadi pelaku dalam sebuah gerakan nasionalisme itu sendiri. Sehingga pemahaman tehadap hal ini, mudah-mudahan akan lebih kompleks. Juga bisa menjadi bahan telaah sejarah dari seorang Ulama yang berpendidikan yang memiliki banyak karya yang layak untuk di telusuri.Kata Kunci: Nasionalisme, Tafsir, Khazanah, Ulama