Akta Ririn Aristawati
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EMOTIONAL INTELLIGENCE DAN STRES PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI QUARTER-LIFE CRISIS Akta Ririn Aristawati; Tatik Meiyuntariningsih; Firmansyah Dwi Cahya; Ananda Putri
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.31121

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat emotional intelligence dengan tingkat stres pada mahasiswa yang mengalami quarter life crisis. Adapun hipotesa yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara tingkat emotional intelligence dengan tingkat stres pada mahasiswa yang mengalami quarter life crisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 100 mahasiswa yang masih berada pada masa dewasa awal dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 2 skala yaitu skala emotional intelligence dan stress. Data tersebut dianalisis menggunakan program Statistic Package for Social Science 25 for windows version dengan teknik korelasi product moment. Hasil analisa data menunjukkan nilai korelasi sebesar -0,643 dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa emotional intelligence berhubungan negatif dan signifikan terhadap stres pada mahasiswa yang mengalami quarter-life crisis. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tingginya tingkat emotional intelligence pada mahasiswa yang mengalami quarter-life crisis, maka semakin rendah tingkat stresnya. Sedangkan, rendahnya tingkat emotional intelligence pada mahasiswa yang mengalami quarter-life crisis, maka semakin tinggi tingkat stresnya.
Forgiveness Therapy untuk Meningkatkan Self Acceptance dan Happiness pada Korban Orangtua Bercerai Akta Ririn Aristawati; Ananda Putri; Herlan Pratikto
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v7i1.5396

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of forgiveness therapy to increase self-acceptance and happiness in victims of divorced parents. This study used a quantitative experimental method with a pretest-posttest control group design involving 8 early adults with an age range of 20 to 30 years, which were divided into 2 (two) groups, namely 4 people in the experimental group and 4 people in the control group. Data were obtained through 2 scales, namely the self-acceptance scale and the happiness scale which were given before and after treatment in the form of forgiveness therapy. This study used the Mann Whitney test with a value of p=0.021 (p<0.05) for self-acceptance and a value of p=0.020 (p<0.05) for happiness. These results indicate that forgiveness therapy can significantly increase self-acceptance and happiness in victims of divorced parents.Keywords: Forgiveness Therapy, Happiness, Self Acceptance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh forgiveness therapy untuk meningkatkan self acceptance dan happiness pada korban orang tua bercerai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design yang melibatkan 8 orang dewasa awal dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun, yang terbagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu 4 orang dalam kelompok eksperimen dan 4 orang dalam kelompok kontrol. Data diperoleh melalui 2 skala yaitu skala self acceptance dan skala happiness yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan berupa forgiveness therapy. Penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney dengan nilai p=0,021 (p<0,05) untuk self acceptance dan nilai p=0,020 (p<0,05) untuk happiness. Hasil ini menunjukkan bahwa forgiveness therapy dapat meningkatkan self acceptance dan happiness pada korban orang tua bercerai secara signifikan.Kata Kunci: Forgiveness Therapy, Happiness, Self Acceptance
Peran Penerimaan Diri dalam Meningkatkan Kebahagiaan Remaja Jalanan Eurika Agustina Maharani; Tatik Meiyuntariningsih; Akta Ririn Aristawati
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between self-acceptance and happiness in street adolescents. The approach used in this study is a quantitative approach. The study sample consisted of adolescents between the ages of 12 and 18 years. Data collection was carried out using the Likert scale which includes a scale of self-acceptance and happiness. To analyze the data, the Product Moment correlation method is used. The results of the analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.995 with a significance value of p = 0.001 which was smaller than 0.005. These findings indicate a significant positive relationship between self-acceptance and happiness in street adolescents. Thus, the hypothesis proposed in this study is acceptable.Keywords: Happiness, self-acceptance, street youthAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerimaan diri dan kebahagiaan pada remaja jalanan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia antara 12 hingga 18 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang meliputi skala penerimaan diri dan kebahagiaan. Untuk menganalisis data, digunakan metode korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,995 dengan nilai signifikansi p = 0,001 yang lebih kecil dari 0,005. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dan kebahagiaan pada remaja jalanan. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.Kata kunci: Kebahagiaan,penerimaan diri, remaja jalanan